Penyanyi pendatang baru Naluri Jiwa Vertikal menyiapkan album perdananya bertajuk “Potensi Diri” yang dijadwalkan rilis pada akhir Oktober 2026 melalui Greenland Indonesia dengan distribusi Musicblast.id. Album ini menjadi langkah awal Naluri memperkenalkan identitasnya sebagai penyanyi sekaligus penutur cerita lewat musik.
Album tersebut berisi lima lagu yang saling terhubung, yaitu “Potensi Diri”, “Jadi Nyata”, “Diri Sendiri”, “Andai”, dan “Bukan Pahlawan”. Seluruh lagu ditulis oleh Osse Lopulalan. Naluri bersama tim memilih merilis single secara bertahap agar setiap lagu punya kesempatan menemukan pendengarnya, meski tetap dirancang sebagai satu kesatuan arah musikal.
Makna personal di balik judul
Bagi Naluri, judul “Potensi Diri” punya makna personal karena berkaitan dengan perjalanan yang sedang ia jalani. Lewat lagu itu, ia ingin mengajak pendengar lebih mengenal diri sendiri dan menyadari kemampuan yang mungkin belum tergali.
“Yang ingin aku sampaikan di lagu Potensi Diri ini adalah bagaimana kita bisa menemukan potensi kita yang bahkan kadang kita nggak sadar memilikinya. Maka dari itu aku mau mengajak kita semua untuk kulik potensi kita dengan cara yang paling sederhana, mungkin dari rumah, melakukan apa yang kita sukai, dengan apa yang kita punya juga,” kata Naluri kepada KapanLagi.com.
Ia menyebut pilihan judul tersebut dekat dengan pengalamannya dan berharap pesan lagunya sampai ke banyak orang. “Potensi Diri” dipilih sebagai single pembuka untuk memperkenalkan dunia musikal Naluri, sementara empat lagu lainnya melengkapi cerita album dengan sudut pandang masing-masing.
Materi otentik dan karakter vokal
Dalam proses pembentukan album, produser Bayu Randu ikut meramu karakter musikal Naluri. Ia menilai pertemuan karakter vokal Naluri dan gaya penulisan Osse Lopulalan yang lugas menjadi salah satu daya tarik proyek ini.
“Gue sangat tertarik di proyek Naluri dengan lagu-lagu Osse ini karena menurut gue materinya otentik. Tema yang dibahas dan bahasa yang lugas itu sesuatu yang jarang dibahas orang, dan menurut gue sangat pas dengan karakter suara Naluri,” ujar Bayu.
Bayu menilai kekuatan Naluri tidak hanya pada cara bernyanyi, tetapi juga pada caranya membawakan materi dengan sudut pandang yang tidak selalu mengikuti arus. Menurutnya, lagu-lagu Naluri mungkin mudah dinikmati, tetapi tema yang dipilih punya sudut pandang menarik dan tidak selalu mainstream. Kombinasi itulah, kata dia, yang membuat Naluri punya identitas sendiri.
Naluri sendiri mengaku mudah memahami cerita dalam lirik karena penulisannya terasa jujur. Ia menyebut Osse sebagai penulis yang sangat baik sehingga ia bisa menangkap isi hati lagu-lagu tersebut dan membawakannya dengan tulus.
Pengalaman pertama sebagai pendatang baru
Membawakan lagu, menurut Naluri, bukan sekadar menyanyikan lirik, melainkan memahami emosi di balik cerita dan berusaha menyampaikannya kepada pendengar. Pengerjaan “Potensi Diri” menjadi pengalaman penting baginya sebagai pendatang baru, mulai dari belajar rekaman, memahami karakter lagu, menangkap cerita di balik lirik, hingga menemukan pendekatan musikal yang ingin ia bawa ke publik.
“Ini adalah pengalaman pertama saya, tentunya merasa senang karena jadi banyak belajar tentang banyak hal dalam proses album ini. Dan terima kasih kepada Om Bayu yang sudah sabar untuk mengarahkan dan membentuk aku,” tuturnya.
Melalui lima lagu yang memiliki benang merah tema dan karakter, Naluri ingin menghadirkan musik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, dari cinta, pencarian jati diri, hingga penghargaan terhadap potensi dalam diri. Kelima lagunya akan diperkenalkan secara bertahap lewat perilisan single, memberi ruang bagi tiap cerita untuk tumbuh dan menemukan pendengarnya.
Rekomendasi lagu dan waktu mendengarkan
Selain “Potensi Diri”, Naluri secara khusus merekomendasikan “Jadi Nyata”. Menurutnya, lagu itu punya daya tarik yang mampu menggiring pendengar kembali merasakan jatuh cinta, bahkan saat sedang tidak baik-baik saja.
“Aku akan merekomendasikan Jadi Nyata, karena menurut aku pribadi lagu ini selalu menggiring perasaan untuk selalu jatuh cinta, bahkan mungkin di saat lagi nggak baik-baik aja. Lagu ini bekerja sangat baik, membuat pendengarnya selalu berseri-seri, entah yang memang sudah pasangan, yang single, atau bahkan yang lagi life after breakup,” ucapnya.
Naluri merasa pengalaman mendengarkan “Jadi Nyata” bisa terus berkembang seiring waktu, dan ia nyaman berada di posisi tersebut. Ia juga meyakini musik tidak harus selalu menceritakan pengalaman yang pernah dialami pendengarnya secara langsung, karena banyak cerita bisa sampai ke perasaan tanpa harus dialami.
Ia membayangkan lagu-lagu di album ini cocok diputar pada pagi dan malam hari, sebagai pembuka hari agar lebih semangat karena banyak afirmasi positif di dalamnya, sekaligus penutup yang manis di malam hari.
Saat ditanya siapa yang ingin ia temani lewat lagu-lagunya, Naluri menyebut sahabat-sahabatnya. Ia mengaku bangga dengan apa yang sudah mereka lalui dan menilai mereka memiliki potensi luar biasa tanpa menyadarinya.
