News

Aniaya Wartawan, Polisi Harus Berantas Habis Debt Collector

KOTAWARINGIN BARAT, Trenzindonesia | Mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lamandau, Hanafi menjadi korban penganiayaan oleh orang tidak dikenal (OTK) atau debt collector yang diduga dari lembaga pembiayaan Mandiri Tunas Finance.

Terduga Debt Collector, Para Pelaku Penganiayaan

Hanafiyang merupakan mantan Ketua PWI Kabupaten Lamandau Priode 2016-2019 ini mengaku didatangi oleh pelaku yang berjumlah 11 orang pada Minggu (5/2), pukul 20.30, di halaman rumah Ulun Bung Haji, Jl.Cilik Riwut Km III RT 19, Kelurahan Madurejo, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar).

Selain menganiaya Hanafi, mobil milik korban hendak dirampas secara paksa pada malam hari itu hingga terjadi penganiayaan secara fisik dan baju yang dikenakan Hanafipun robek-robek.

“Penganiayaan dilakukan dengan mengeroyok hingga pelipis kiri saya robek dan jari tangan saya juga mengalami luka,” ungkap Hanafiseraya menunjukan luka-lukanya, Kamis (16/2/2023).

Waktu peristiwa perampasan dan pengeroyokan, gerombolan debt collector itu sempat mendatangi rumah Hanafidan berupaya mengambil mobil serta menghalanginya untuk melapor ke polisi.

“Waktu saya mau naik mobil untuk melapor ke polisi, mereka menarik paksa supaya keluar dari mobil dan melakukan pemukulan beramai-ramai,” tutur Hanafi.

Setelah itu, lanjutnya, mobil ingin dirampas secara paksa dengan menggunakan kunci serep, namun tidak berhasil. Akhirnya dia berhasil meloloskan diri sambil membawa mobil dan melapor ke Polres Kobar.

Hanafi mengatakan bahwa ia hanya minta keadilan dari aparat penegak hukum Polresta Kotawaringin Barat dan berharap laporannya dapat diterima dan ditindaklanjuti bukan hanya sekedar dijadikan pengaduan masyarakat semata.

“Kepada Kapolres Kobar, mohon agar laporan saya dapat ditindaklanjuti,” kata Hanafi.

Hanafitidak ingin kejadian yang sama menimpa masyarakat lainnya, terlebih melakukan penagihan dengan cara arogan dan kekerasan serta mengatasnamakan Ormas tertentu.

Menurut informasi yang didapat, oknum pemuda yang melakukan pengroyokan tersebut diduga berasal dari Ormas Gepak Kotawaringin Barat dan mereka juga melaporkan Hanafi ke kepolisian atas tindakan yang sama.

Menanggapi hal itu, PWI Pusat mengutuk keras aksi penganiayaan tersebut dan meminta polisi menangkap segera pelakunya. Ini aksi yang mengarah ke upaya pembunuhan terhadap Hanafi.

“Tangkap segera! Polisi harus bertindak cepat,” ujar Ocktap Riady, Ketua Bidang Advokasi/Pembelaan Wartawan PWI Pusat, beberapa waktu lalu, Jumat (17/2/2023).

Ditegaskannya, PWI tidak mentolerir kekerasan apalagi terhadap anggotanya.

“Saya rasa Kapolda Kalteng pasti bisa menangkap pelakunya dalam tempo paling lama satu minggu. Ini penghinaan juga terhadap profesi wartawan,” ujar Ocktap.

Ocktap juga menilai, upaya laporan pelaku yang melaporkan Hanafike polisi dengan tuduhan Hanafijuga melakukan pemukulan adalah upaya akal akalan untuk berlindung dari kejahatan yang telah pelaku lakukan.

“Polisi jangan mau dibodohi para pelaku. Debt collector itu harus diberantas habis,” ujar Ocktapgeram. (PR/Fjr) | Foto: Dok. PWI

Avatar

Fajar Irawan

About Author

Ketua Komunitas Penulis Kota Bogor I Bendahara Umum Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia I Ketua Silverian '86 Region Bogor I Content Writer I Journalist I Photographer I Vice President Bogor Chapter 'Calon Jenazah Motorcycle Club' I PRESS #GasTipisTipis E-mail: fajar_fireone@yahoo.com Telp / WA: +62 855 740 5555

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

News

Wedari Hadirkan Keindahan Balijava Batik Kudus Koleksi Denny Wirawan

  • September 29, 2017
Rayakan dua dekade berkarya di industri fashion tanah air, Denny Wirawan Angkat khasanah kekayaan ragam motif langka Batik Kudus Lewat
News

Indonesia Digital Popular Brand Award 2017 Fase III

  • September 30, 2017
Indonesia Digital Popular Brand Award, merupakan penghargaan terpercaya dan paling bergengsi bagi merek-merek di Indonesia yang berhasil menancapkan popularitas mereknya