Menyambut datangnya bulan Sura atau Tahun Baru Jawa, Dusun Kidulan Salamrejo, Sentolo, Kulonprogo,Di DI Yogyakarta akan disemarakan dengan perhelatan Bersih Dusun Kidulan 1952 atau #BDK1952 yang menghadirkan ragam kegiatan religius dan seni budaya
Trenz Edutainment | Hanoman Obong menjadi tema dari kegiatan rutin tahunan untuk menyambut datangnya bulan sura, yang kali ini bertajuk “Bersih Dusun Kidulan 1952” atau dikenal dengan #BDK1952, yang digelar di Dusun Kidulan, Salamrejo, Sentolo, Kulonprogo, DIY, selama 3 hari yakni Jum’at-Minggu, 21-23 September 2018.
Dengan misi untuk menjaga kelestarian tradisi dan budaya serta memperkenalkannya kepada generasi muda dan juga bisa dinikmati secara luas oleh masyarakat umum, “Bersih Dusun Kidulan 1952” merupakan ragam kegiatan religius hingga gebyar pentas seni budaya yang menghibur masyarakat luas yang digelar dalam rangka menyambut bulan Sura atau datangnya tahun baru Jawa 1952.
Acara ini menjadi kegiatan rutin yang sudah menjadi tradisi, turun – temurun yang diadakan sebagai wujud kebahagiaan warga Kidulan atau masyarakat Dusun Kidulan, Salamrejo, Sentolo, Kulonprogo, dengan datangnya tahun baru ini sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur atas segala nikmat dan berkah yang terus dilimpahkan oleh Tuhan YME.
Tak hanya untuk meryakan tahun baru Jawa, “Bersih Dusun Kidulan 1952” juga dihelat guna mempererat tali silaturahmi serta melestarikan seni dan budaya Jawa dengan regenerasi lintas usia yang dilakukan oleh segenap warga Dusun Kidulan.
Sedangkan tema Hanoman Obong akan diaplikasikan dalam berbagai bentuk atau wujud yang akan meningkatkan kemeriahan dan keunikan event Bersih Dusun Kidulan 1952.
Dipilihnya Hanoman Obong sebagai tema karena terinspirasi dari sebuah cerita pewayangan yang merepresentasikan kebenaran dan angkara murka yang menjadi dua elemen tak terelakan dalam kehidupan.
Kebenaran dan angkara murka yang kadang bergantian menguasai kalbu tanpa disadari oleh manusia itu sendiri. Sebuah pengorbanan yang dilakukan oleh Hanoman akan menjadi teladan dan menjadi contoh bahwa terkadang pengorbanan sangat perlu dilakukan untuk mengikis angkara murka yang menguasai kalbu.
Pada pelaksanaanyan, perhelatan “Bersih Dusun Kidulan 1952” akan diwarnai dengan kegiatan:
Kamis 20 September 2018 : Pengaosan
Pengajian di Masjid Al-Hidayah Kidulan dengan mengundang Ustadz untuk memberikan siraman Rohani kepada seluruh warga Kidulan.
Jum’at 21 September 2018 : Ziarah Leluhur & Shalawatan
Ziarah Leluhur atau Nyekar ke amkam leluhur Dusun Kidulan,
Shalawatan dengan mengirimkan puja puji kepada Baginda Nabi Besar Muhammad SAW.
Sabtu, 22 September 2018 : Kirab Hanoman Obong; Panembromo; Ngrayah Gunungan, Shalawatan, Shodaqohan
Kirab Budaya yang diikuti oleh seluruh warga Kidulan, dengan berbagai seni kreatifitas yang diciptakan, kirab ini akan mengangkat tema Hanoman Obong dengan berbagai perwujudan tokoh yang terlibat dalam cerita Hanoman Obong yaitu Rama, Shinta, Hanoman, Rahwana dan barisan kera yang mengiringi peserta kirab sebagai bentuk barisan utuh yang berangkat ke Alengka untuk merebut Shinta dari tangan Rahwana. Kirab ini akan melewati jengkal demi jengkal wilayah Kidulan dengan membawa Air Suci dari 3 sumber mata air di Dusun Kidulan yang menjadi sumber kehidupan warga selama ini. 3 mata air ini adalah, sendang Klampok, Ngetal, dan Ngetuk yang berada di wilayah Kidulan. Air Suci ini sebagai perlambang kesuburan akan disiramkan ke salah satu pohon yang juga cukup menjadi legenda karena umurnya yang sangat tua dan menjadi pohon iconic dusun Kidulan.
Minggu, 23 September 2018 : Kirim Doa Leluhur; Shodaqohan; Pentas Kesenian Budaya & Pentas Seni Kidulan
Pentas Kesenian Budaya khas Kidulan yang telah turun temurun menjadi warisan budaya dari para leluhur. Seni Jathilan menjadi telah mengakar dalam setiap benak warga. Karena kecintaan mereka terhadap seni ini, secara terstruktur warga Kidulan membuat sebuah usaha regenerasi seni Jathilan turun temurun, dengan tujuan agar seni ini tidak hilang terkikis jaman. Berbagai bentuk Jathilan lintas generasi dan lintas genre pun berhasil diciptakan dan rutin ditampilkan setiap ada Bersih Dusun Kidulan.
Berbagai bentuk Jathilan tersebut antara lain :
* Pentas Jathilan Pakem
* Pentas Jathilan Kreasi
* Pentas Jathilan Hanoman
* Panembromo
* Pentas Tari Oglek
* Pentas Tari Gambyong
Sedang Pentas Seni Kidulan akan menjadi Hari Remaja Kidulan dan Pentas Remaja Kidulan, yang merupakan hari dimana semua remaja atau anak – anak diajarkan untuk memahami budaya jawa. Di hari ini anak – anak akan berpakaian Jawa ala Mataraman dan berkumpul dipusat kesenian untuk belajar bahasa jawa, menyanyi atau menari. Selain itu, ada panggung kecil sebagai wadah unjuk kreatifitas para remaja Kidulan dengan berbagai bakat yang dimiliki, diantaranya Calung / Angklung Kreasi, Tarian Kreasi, Ketoprak dan Opera Warga. Inilah saatnya para remaja untuk menunjukan kebolehannya dalam berkesenian, dan menunjukan kepada dunia bahwa generasi muda pun tidak harus kalah oleh modernisasi, tapi harus bisa memanfaatkan modernisasi sebagai pemicu kreatifitas sehingga semakin kaya seni budaya Indonesia.
Tentunya “Bersih Dusun Kidulan 1952” atau dikenal dengan #BDK1952 akan menjadi sarana kegiatan nguri – nguri kebudayaan yang seharusnya juga bermanfaat lebih luas menyentuh berbagai sektor. Bukan hanya budaya itu sendiri yang lestari, tapi para pelaku-pun juga harus bisa menikmati dampak pelestarian ini secara ekonomi dengan mengolah budaya tersebut dalam sebuah hiburan yang bisa dinikmati oleh masyarakat luas. (Fjr / Trenz Indonesia)
