HomeNewsMembangun Indonesia dari Generasi Pencipta, Bukan Sekadar Generasi Pencari Kerja

Membangun Indonesia dari Generasi Pencipta, Bukan Sekadar Generasi Pencari Kerja

Published on

Pengusaha Muda Malvin Pradipta Irianto Soroti Pentingnya Karakter, Kompetensi, dan Keberanian Generasi Muda Menuju Indonesia Emas 2045

Jakarta,Trenzindonesia.com – Indonesia tengah memasuki fase penting bonus demografi yang diproyeksikan mencapai puncaknya dalam beberapa tahun mendatang. Kondisi ini sering disebut sebagai peluang besar Indonesia Emas 2045. Namun, bonus demografi tidak otomatis menjadi keuntungan tanpa kesiapan sumber daya manusia yang unggul.

Pengusaha muda dan praktisi konstruksi, Malvin Pradipta Irianto , menilai keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya, terutama dalam membangun kapasitas, karakter, dan keberanian menciptakan nilai.

“ Bonus demografi hanya akan menjadi kekuatan ketika generasi mudanya memiliki kapasitas, karakter, dan keberanian untuk menciptakan nilai. Jika tidak, bonus demografi justru dapat berubah menjadi beban sosial akibat tingginya angka kemiskinan, rendahnya produktivitas, dan minimalnya daya saing, ” ujar Malvin.

Sebagai pelaku di sektor jasa konstruksi yang aktif bekerja bersama banyak anak muda, Malvin melihat adanya dua kenyataan yang berjalan bersamaan. Di satu sisi, generasi muda Indonesia memiliki kreativitas tinggi, cepat beradaptasi dengan teknologi, dan berani mencoba hal baru. Namun di sisi lain, masih terdapat tantangan berupa pola pikir instan, minimalnya keberanian mengambil risiko, serta kecenderungan mencari kenyamanan dibandingkan membangun kompetensi.

Kondisi tersebut, menurutnya, menyebabkan paradoks di dunia kerja. Banyak kesulitan perusahaan memperoleh tenaga kerja yang kompeten, sementara banyak anak muda juga masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Di tengah era digital, Malvin menekankan bahwa peluang bagi generasi muda sebenarnya semakin terbuka luas. Anak muda tidak lagi harus mendapat kesempatan, melainkan dapat menciptakan peluang melalui menunggu kewirausahaan, teknologi, ekonomi kreatif, hingga berbagai profesi baru yang lahir dari perkembangan zaman.

“ Hari ini anak muda bisa menciptakan peluang sendiri melalui bisnis, teknologi, ekonomi kreatif, maupun inovasi baru. Mereka tidak harus hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga bisa menjadi pencipta solusi dan pembuka lapangan kerja, ” katanya.

Malvin menyoroti tiga karakter utama yang perlu dibangun oleh generasi muda Indonesia. Pertama, karakter pembelajar , yakni kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi di tengah perubahan dunia yang cepat. Kedua, karakter pekerja keras , karena kesuksesan dibangun melalui disiplin dan konsistensi, bukan motivasi sesaat. Ketiga, karakter pencipta nilai , yaitu mengubah pola pikir dari sekadar mencari keuntungan pribadi menjadi berorientasi pada kontribusi dan solusi bagi masyarakat.

“ Generasi muda perlu mengubah pertanyaan dari ‘apa yang bisa saya dapatkan?’ menjadi ‘apa yang bisa saya berikan?’. Ketika seseorang mampu memberikan solusi bagi banyak orang, nilai ekonomi akan mengikuti, ” ungkapnya.

Dalam mengemukakan, tantangan terbesar Indonesia bukan terletak pada keterbatasan sumber daya alam, melainkan pada kebutuhan menghadirkan sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing.

Oleh karena itu, ia mendorong kolaborasi seluruh pihak, mulai dari dunia pendidikan, dunia usaha, pemerintah, hingga para pemimpin muda, untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan bakat dan kewirausahaan.

“ Indonesia tidak kekurangan anak muda yang cerdas. Yang kita butuhkan adalah lebih banyak anak muda yang berani berkarya, berani memimpin, dan berani mengambil tanggung jawab untuk masa depan Indonesia, ” tegas Malvin.

Menutup berisik, Malvin menekankan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud hanya melalui visi besar atau slogan semata, melainkan melalui kerja nyata jutaan anak muda Indonesia.

“ Masa depan Indonesia bukan sesuatu yang kita tunggu. Masa depan Indonesia adalah sesuatu yang kita bangun, mulai hari ini, ” tutupnya.

(Kelana Peterson)

Latest articles

Mikha Tambayong Pilih Beauty Praktis Tanpa Downtime, Tren Perawatan Perempuan Modern Kini Bergeser

Jakarta,Trenzindonesi.com - Jakarta – Tren kecantikan perempuan modern kini menunjukkan pergeseran ke arah perawatan...

Dukungan Sahabat di Balik Layar, Rey Bong Temukan Ruang Pulih Lewat Film Nobody Loves Kay

Film remaja terbaru Nobody Loves Kay tidak hanya menghadirkan kisah persahabatan yang menyentuh di...

Mulai Tayang Hari Ini! Nobody Loves Kay Jadi Suara Perjuangan Gen Z Mengejar Mimpi dan Membuktikan Mereka yang Meremehkan Salah

Jakarta, 4 Juni 2026 – Film drama remaja yang paling banyak diperbincangkan tahun ini,...

HUT ke-27 PNM Tak Sekadar Perayaan, 27.000 Pohon Ditanam Serentak di Indonesia Jadi Bukti Aksi Nyata

Jakarta, Trenzindonesia.com | Perayaan hari ulang tahun perusahaan umumnya identik dengan seremoni dan...

More like this

HUT ke-27 PNM Tak Sekadar Perayaan, 27.000 Pohon Ditanam Serentak di Indonesia Jadi Bukti Aksi Nyata

Jakarta, Trenzindonesia.com | Perayaan hari ulang tahun perusahaan umumnya identik dengan seremoni dan...

Asmara Gen Z Love Fest Hadirkan Pengalaman Interaktif bagi Penggemar di Cileungsi Bogor,

Bogor,Trenzindonesia.com – Fenomena sinetron remaja "Asmara Gen Z" kembali menunjukkan daya tariknya melalui...

Erick Dharma, Dari Karawang ke Layar Nasional: Perjalanan Multitalenta yang Tak Pernah Padam

Jakarta, Trenzindonesia.com | Tidak semua perjalanan di dunia hiburan dimulai dari kemewahan. Bagi Erick...