Trenz Indonesia
News & Entertainment

Catatan Sutrisno Buyil Meneropong Ulang Tahun 3 Dekade RCTI dan SCTV

Maunya Menghadirkan Didi Kempot, Tapi Jadi Sayur Kurang Garam..!

495

Ada yang menarik saat perayaan ulang tahun dua stasiun televisi SCTV dan RCTI yang terdepan dibidang hiburan. Kenapa menarik? Sama-sama berulang tahun di tanggal yang sama 24 Agustus, keduanya tidak mau head to head seperti tahun sebelumnya. RCTI lebi memilih mengundurkan malam puncak, ketimbang beradu program perayaan ulang tahun 3 dekade keberadaannya di industri televisi Tanah Air. Karena para pengelola menyadari kalau diadu head to head penonton akan terpecah sehingga jumlah penonton akan berkurang, hal itu akan mempengaruhi para pemasang iklan yang mulai selektif dalam promosi di stasiun televisi. Hal itu membuat pengelola stasiun televisi berprinsip, mengalah lebih baik, ketimbang diadu, pemasang iklan buron ke media sosial.

Nella Kharisma

Kembali ke perayaan ulang tahun SCTV dan RCTI, keduanya sepertinya meyakini kalau hal-hal berbau Didi Kempot pasti akan diburu penggemarnya yang nggilani alias fanatik habis. Karenanya tim kreatif baik SCTV dan RCTI memeras otak agar menghadirkan sosok almarhum Didi Kempot bisa tetap dimunculkan, tentu dengan penyanyi yang sekaliber. Wajar saja SCTV menghadirkan Iwan Fals yang biasanya hanya mau menyanyikan tembang karya sendiri. Tapi demi atas nama rating dan solidaritas sesama legend musik Indonesia, akhirnya Iwan diminta menyanyikan karya besar Didi Kempot dan Glend Fredl.

Andai saja Iwan Fals hanya diminta menyanyikan lagu Didi Kempot, penulis yakin Iwan juga agak keberatan. Tapi tim kreatif SCTV cerdik ‘mengakali’. Iwan diminta menyanyikan tembang karya dua musisi besar Indonesia itu. SCTV pun berhasil. Tidak hanya itu, Inul Daratista dan Reza Artamevia pun didaulat menyanyikan tembang karya sang maestro Campursari. Iwan dengan karakter kuatnya melantunkan tembang Sewu Kutho. Tidak kalah apik penampilan trio, Reza Artamevia, Inul Daratista dan Judika yang menyanyikan lagu Pamer Bojo dan Banyu Langit.

Alih-alih RCTI tidak tinggal diam, tim kreatif TV swasta pertama di Indonesia menyiapkan amunisi yang lebih dasyat. Penyanyi yang lagi in di YouTube seperti Nella Kharisma, Dory Harsa, Denny Caknan, Happy Asmara dan Tasya Rosmala menjadi daya magnet untuk menghadirkan ‘rasa’ Didi Kempot dan musik Jawa pada umumnya.

Judika, penyanyi Batak yang piawai melantunkan syair Jawa ini pun turut dihadirkan. Emosi Sahabat Ambyar, Kempoter Sadboys dan Sadgirls sengaja diaduk-aduk oleh tim kreatif RCTI. Judika yang melantunkan tembang Banyu Langit dibuat seolah duet dendan Didi Kempot lengkap dengan background Batu dan tanah berantakan yang menggambarkan Didi Kempot muncul dari kuburnya.

Penampilan tak kalah memukau trio Denny Caknan, Happy Asmara dan Tasya Rosmala yang dengan apiknya membawakan tembang fenomenal Cidro yang syairnya menyayat hati siapa saja. Disusul duet Nella Kharisma dengan Ayu Ting Ting yang melantunkan tembang Konco Mesra, Dory Harsa dengan lagu Ninggal Tatu. Medley Trio Denny Caknan, Happy Asmara dan Tasya Rosmala menyanyikan tembang Kertonyono Medot Janji, Nella Kharisma menyusulnya dengan tembang Ditinggal Rabi dan sebagai pamungkas Happy Asmara, Denny Caknan dan Tasya Rosmala membawakan lagu Balik Kanan Wae.

Catatan penulis dari keseluruhan Nuansa Didi Kempot yang ingin dihadirkan oleh SCTV dan RCTI,tim kreatif melupakan kenapa tembang karya Didi Kempot digilai anak milenial. Padahal syair lagunya menyayat hati dan berbahasa daerah? Karena musik campursari Didi Kempot dibuat dijogeti, sehingga semua dibuat Ambyar. Dengan aransemen di popkan kembali, ‘roh’ syair menyayat dan Loro Ati Dijogeti Wae, tidak mengena hati Kempoter, Sahabat Ambyar. Ibarat Sayur kurang garam…

Leave A Reply

Your email address will not be published.