DEPOK, Trenz Edutainment | Banyak orang yang cenderung menganggap bahwa budaya itu sebagai warisan suatu cara hidup yang terbentuk dari banyak unsur (agama, politik, adat istiadat, bahasa, seni dan lain lain). Warisan budaya ini turun temurun dari generasi ke generasi yang tak terpisahkan dari diri manusia secara genetika dan berkembang pada sebuah kelompok orang atau masyarakat.
Di Indonesia banyak beragam bentuk budaya yang baik, indah dan bermanfaat. Salah satunya adalah kumpal kumpul untuk menjaga tali silaturahmi di semua kalangan masyarakat.

“Budaya orang Indonesia itu senengnya kumpal kumpul. Ini sangat baik sekali dan sangat bermanfaat kalau dilakukan untuk hal hal yang positif. Saya yakin budaya kumpal kumpul akan mampu membangun negeri ini untuk menuju Indonesia yang makmur dan sejahtera,” tegas DR KH Marsudi Syuhud, salah satu tokoh Nahdlatul Ulama.
“Dan bisa meredam situasi yang panas kalau ini dilakukan terus menerus secara positif. Misalnya seringnya berkumpul para tokoh agama, elemen masyarakat dan semua yang bercita cita ingin memakmurkan bangsa kita sendiri,” ungkap Pak Kiyai yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua MUI ketika ditemui saat acara Dzikir Bersama di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah depok Jawa Barat miliknya (22/3/2022).
Yang menarik pada acara tersebut dihadiri oleh Habib Lutfi Bin Yahya, Said Aqil Siraj dan tokoh tokoh agama lainnya. Bahkan malam itu hadir pula Dubes Ukraina, Vasyl Hamianin untuk mencari dukungan perdamaian dari Pak Kiyai Marsudi Syuhud karena ia merupakan tokoh perdamaian dunia Global Peace Foundation.
Pak Kiyai yang bersahaja dan doyan guyon ini adalah seorang pakar ekonomi lulusan Universitas Trisakti. Ia sering merespon gejolak gejolak yang terjadi di Indonesia dengan bijak.
“Indonesia harus aman dengan budaya kumpal kumpul yang positif. Supaya menjadi bangsa yang makmur dan sejahtera,” kata Pak Kiyai kelahiran Kebumen 58 tahun yang lalu jni menutup pembicaraan. (Amin)
