HomeNewsPempek Ibu Iin Laris Manis di Final PFL 2026, Bukti UMKM Bisa...

Pempek Ibu Iin Laris Manis di Final PFL 2026, Bukti UMKM Bisa Tumbuh dari Panggung Olahraga Nasional

Published on

Jakarta, Trenzindonesi.com | Riuh sorak ribuan penonton yang memadati GOR Universitas Negeri Yogyakarta saat Final Pro Futsal League (PFL) 2026 ternyata tidak hanya menghadirkan atmosfer kompetisi olahraga tingkat nasional. Di balik gemerlap pertandingan, tersimpan kisah perjuangan pelaku usaha ultra mikro yang ikut merasakan berkah ekonomi dari ajang bergengsi tersebut.

Sebanyak 5.400 penonton yang hadir menjadi pasar potensial bagi para pelaku UMKM binaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang diberi kesempatan memasarkan produknya secara langsung. Kehadiran mereka merupakan bagian dari dukungan PNM sebagai sponsor utama Pro Futsal League musim 2025/2026.

Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Iin Sutiyani, nasabah PNM Mekaar yang menjual pempek, kuliner khas Palembang yang telah menjadi sumber penghidupan keluarganya selama hampir dua dekade.

Dari Dapur Sederhana Hingga Arena Final Nasional

Bagi Iin, usaha pempek bukan sekadar aktivitas berdagang. Di balik setiap potong pempek yang dijual, tersimpan perjuangan panjang untuk mempertahankan ekonomi keluarga.

Selama 18 tahun, ia menjaga resep keluarga yang diwariskan secara turun-temurun sembari terus berjualan demi memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ketika kondisi kesehatan sang suami menurun akibat sakit yang dideritanya, usaha pempek menjadi satu-satunya sandaran utama keluarga.

Dalam situasi yang penuh tantangan tersebut, Iin memilih tetap bertahan. Ketekunan dan kerja kerasnya menjadi bukti bahwa usaha kecil sering kali menjadi benteng terakhir bagi banyak keluarga Indonesia dalam menghadapi kesulitan ekonomi.

Omzet Meningkat Berkali Lipat dalam Sehari

Kesempatan berjualan di Final PFL 2026 menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi Iin. Ramainya pengunjung membuat dagangannya laris manis dan menghasilkan omzet yang jauh melampaui hari-hari biasa.

“Alhamdulillah, biasanya saya jualan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, tapi di sini hasilnya jauh lebih banyak dari yang saya bayangkan. Saya senang dan bersyukur sekali diberi kesempatan ikut berjualan. Uang yang saya dapat tentu akan saya gunakan untuk kebutuhan keluarga dan pengobatan suami. Semoga usaha saya bisa terus berjalan dan semakin baik ke depannya,” ungkap Iin.

Ia mengaku bangga bisa menjadi bagian dari acara olahraga nasional yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil.

“Saya senang sekali dan bangga bisa ikut berjualan di acara sebesar ini. Selama ini saya hanya berjualan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Alhamdulillah, berkat kesempatan ini dagangan saya bisa dikenal lebih banyak orang. Semoga usaha saya terus berkembang agar bisa terus membantu keluarga,” tambahnya.

PNM Dorong UMKM Tumbuh Lewat Berbagai Kesempatan

Direktur Utama PNM, Kindaris, mengatakan bahwa di balik setiap usaha kecil terdapat perjuangan besar yang layak mendapat dukungan dan penghargaan.

Menurutnya, keterlibatan UMKM dalam ajang olahraga nasional merupakan salah satu bentuk nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat akar rumput yang selama ini menjadi fokus perusahaan.

“Di balik setiap usaha kecil, ada perjuangan besar yang patut kita hormati. Melalui berbagai kesempatan yang dihadirkan PNM, kami berharap para perempuan prasejahtera dapat memiliki ruang untuk terus bergerak, menjaga harapan, dan memperkuat ekonomi keluarganya. Kisah seperti ini mengingatkan kita bahwa ketekunan, sekecil apa pun langkahnya, dapat membawa perubahan yang berarti bagi kehidupannya dan juga ekonomi akar rumput Indonesia,” ujarnya.

Olahraga dan UMKM, Kolaborasi yang Menggerakkan Ekonomi Rakyat

Kehadiran pelaku UMKM di Final Pro Futsal League 2026 menunjukkan bahwa ajang olahraga tidak hanya menghasilkan juara di lapangan, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Di satu sisi, para atlet muda berjuang meraih prestasi dan mengharumkan nama timnya. Di sisi lain, para pelaku usaha ultra mikro mendapatkan kesempatan memperluas pasar, meningkatkan pendapatan, sekaligus memperkenalkan produknya kepada khalayak yang lebih luas.

Melalui program yang mengusung tagar #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, PNM melanjutkan komitmennya dalam mendukung pengusaha ultra mikro agar terus berkembang. Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif tahun sebelumnya bertajuk #CariTauLangkahBaru, yang bertujuan memperluas dampak pemberdayaan serta membantu nasabah unggulan naik kelas.

Kisah Iin menjadi pengingat bahwa ketika kesempatan diberikan kepada pelaku usaha kecil, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh satu individu, melainkan juga keluarga, lingkungan sekitar, hingga perekonomian masyarakat secara lebih luas.

Latest articles

Andrigo Hentak Panggung Milad Ke-61 Inhil, Ribuan Penonton Larut dalam Euforia

Tembilahan – Malam puncak perayaan Milad Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ke-61 berlangsung meriah dan...

Dari Lampung untuk Dakwah Digital: MPL Summit 2026 Buktikan Media Pesantren Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata

Lampung, Trenzindonesia.com | Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, media pesantren kini tidak lagi...

Roy Romly Siapkan Single Anthem Filantropi, Dedikasi untuk Para Pejuang Kemanusiaan

Jakarta – Konselor dan pegiat sosial H. Muchamad Romly, S.Sos.I., M.E.Sy., atau yang akrab...

PNM dan KPPPA Hadir di Bajawa, Dorong Ketahanan Keluarga dan Kesehatan Mental Anak Lewat Pemberdayaan Perempuan

Jakarta, Trenzindonesia.com | Meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja mendorong berbagai...

More like this

PNM dan KPPPA Hadir di Bajawa, Dorong Ketahanan Keluarga dan Kesehatan Mental Anak Lewat Pemberdayaan Perempuan

Jakarta, Trenzindonesia.com | Meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja mendorong berbagai...

Dari Pelatihan Manajemen Lembaga Kesejahteraan Sosial BBPPKS Bandung : “Mendedikasikan Diri Tanpa Upah Adalah Sebuah Kemewahan yang Tak Mudah Diwujudkan”

BEKASI – Menjadi relawan kemanusiaan bukan sekadar soal niat baik. Dibutuhkan waktu, tenaga, stabilitas...

BPJS Ketenagakerjaan dan Kemendagri Kawal Percepatan UCJ 2026 di Sumut

MEDAN ,Trenzindonesia.com – BPJS Ketenagakerjaan bersama dengan Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri menyelenggarakan Asistensi...