HomeNewsEdutainment‘Ayo Kuliah di Malaysia’ Tercatat 11 Ribu Mahasiswa Asal Indonesia

‘Ayo Kuliah di Malaysia’ Tercatat 11 Ribu Mahasiswa Asal Indonesia

Published on

Jakarta, Trenz News I Jumat (26/4) malam lalu, Education Malaysia Indonesia dan Q Study menggelar Makan Malam bersama 80-an guru Bimbingan Karier se-Jabodetabek, turut hadir Dato’ Prof. Ir. DR. Mohd. Saleh Jaafar (Deputy Direction General of Higher Education) dan Profesor Madya Dr. Mior Harris Bin Mior Harun (Menteri Penasehat Pendidikan, Kedutaan Besar Malaysia, Jakarta), bertempat di Four Points by Sheraton Thamrin, Jakarta Pusat.

“Dari kegiatan malam ini, merupakan bentuk rasa terima kasih kami atas kerja sama para guru Bimbingan Karier yang telah menyebarkan informasi kepada para pelajarnya yang berencana melanjutkan kuliah di Malaysia,” kata Saleh Jaafar kepada Trenzindonesia.com di ruang Venesia 1, lantai 12A, Four Points by Sheraton Thamrin, malam itu.

Sementara itu, Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, terkait dengan dunia pendidikan yang memasang titel “Ayo Kuliah di Malaysia” Saleh Jaafar pun membenarkan kegiatannya telah memasuki tahun ketiga. Ayo Kuliah di Malaysia 1.0 (Undergraduate) menyedot sebanyak 2.010 pengunjung, kemudian Ayo Kuliah di Malaysia 2.0 (Postgraduate) hadir sebanyak 1.010 pengunjung.

“Yang membanggakan beberapa universitas di Malaysia, terdapat 11 ribu mahasiswa asal Indonesia. Kalau secara global tercatat sekitar 170 ribu mahasiswa asing dari 162 negara yang berkuliah di Malaysia,” ujarnya.

Ayo Kuliah di Malaysia 3.0” pihak Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, bekerja sama dengan EMI dan Q Study menggelar dengan cara pameran pendidikan di beberapa kota besar di Indonesia, turut menyertakan sebanyak 19 universitas, terdiri dari 6 universitas negeri, selebihnya 13 universitas swasta dan internasional yang berada di Malaysia, lewat cara Jelajah Java Tour dan Jelajah Sumatera Tour.

Khusus Jelajah Java Tour, “Ayo Kuliah di Malaysia 3.0” menyambangi Denpasar (20/4), Surabaya (21/4), Cirebon (24/4), Jakarta (27/4) di Kedubes Malaysia Jakarta, dan Bandung (28/4). Kemudian Jelajah Sumatera Tour, di bulan Mei 2019, “Ayo Kuliah di Malaysia 3.0” hadir di lima kota, yaitu; Banda Aceh (11/5), Medan (12/5), Pakanbaru (17/5), Palembang (18/5), dan terakhir Padang (19/5).

Melihat tingginya minat pelajar Indonesia yang ingin melajutkan kuliah di negeri Jiran, Menteri Penasehat (Pendidikan) Kedutaan Besar Malaysia, Jakarta, Profesor Madya Dr. Mior Harris Bin Mior Harun membenarkan, salah satunya karena jarak penerbangan yang pendek dan biaya kuliah yang tidak terlampau besar. “Cukup paling lama dua jam penerbangan dari Indonesia ke Malaysia. Begitupun dengan biaya kuliah yang tak mahal sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Juga karena universitas di Malaysia mempunyai standar internasional, jadi jika ingin melanjutkan lagi ke universitas luar negeri cukup mudah ya?” ungkap Mior Harris mengakui 70 persen diisi oleh mahasiswa strata satu, dan sisanya mahasiswa strata dua atau setingkat magister.

“Kebanyakan mahasiswa Indonesia memilih bidang ilmu sosial, seperti manajemen, bisnis dan komunikasi. Ilmu-ilmu itu menduduki angka sekitar 70 persen, sisanya memilih bidang ilmu teknik. Dan di Malaysia sendiri mempunyai sekitar 500 jurusan bidang ilmu,” tukas Mior Harris seraya melepas senyuman.

Ayo Kuliah di Malaysia 3.0” mengedepankan tagline, ‘Terjangkau dan Terakui’ Mior Harris membeberkan, dengan memberikan kemudahan calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan tinggi di Malaysia. Terpenting Malaysia mengedepankan mutu pendidikan yang sama baik dengan di Eropa, sehingga menjadi kewajaran bila mahasiswa Indonesia menetapkan pilihan di beberapa universitas di Malaysia.

Menyinggung mutu pendidikan setara universitas di Eropa dan Amerika, tercatat lewat Southeast Asia’s Best Universities 2019 yang rilis QS Ranking 2019. Terdapat sebanyak 5 universitas negeri dan 1 universitas swasta di Malaysia,  sebut saja; Universitas Malaysia (peringkat ke-3), Universitas Kebangsaan Malaysia (peringkat ke-4), Universitas Sains Malaysia (peringkat ke-6), Universitas Teknologi Malaysia (peringkat ke- 7). Sedangkan di Indonesia, Universitas Indonesia berada di peringkat ke-9 dan Universitas Gajah Mada menduduki peringkat ke-14.

https://youtu.be/qnTjCCKzlGE

Lantas, Mior Harris mengungkapkan, Malaysia dalam waktu dekat akan membangun universitas Indonesia swasta di Malaysia. “Jadi kalau sekarang bisa menghadirkan sekitar 11 ribu, bukan tidak mungkin dengan target 20 ribu mahasiswa asal Indonesia yag akan kuliah di Malaysia akan terpenuhi,” katanya serius.

Latest articles

Hadirkan Ustadz Subki Al-Bughury, Ikatan Alumni SMP 45 Jakarta Gelar Gebyar Muharram 1448 H dengan Santunan Yatim

Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Taklim Ikatan Alumni SMP...

Program Jumat Berkah Wartawan Pekan – 76 , Gandeng Chandra Wahyu dan Sylvia Nabila Gelar Aksi Sosial untuk Warga Cibubur

Jakarta , Trenzindonesia.com - Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui...

Andrigo Kembali Bangkitkan Luka Lewat “Pacar Selingan 2”, Gandeng Label Besar Malaysia Luncai Emas

Nama Andrigo seolah tidak bisa dipisahkan dari lagu fenomenal “Pacar Selingan”. Lagu yang pernah...

Indra Adhari Musisi Independen Rilis Cinta Sejati, Single Ke-5 di Konsep One Month One Song

Indra Adhari penyanyi sekaligus pencipta lagu kembali menegaskan komitmennya di industri musik tanah air...

More like this

Program Jumat Berkah Wartawan Pekan – 76 , Gandeng Chandra Wahyu dan Sylvia Nabila Gelar Aksi Sosial untuk Warga Cibubur

Jakarta , Trenzindonesia.com - Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui...

Kisah Yanti, Nasabah PNM Mekaar yang Sukses Bangun Usaha Kriya dari Nol: Modal Kepercayaan Jadi Kunci Perubahan Hidup

Jakarta, Trenzindonesia.com | Dipercaya, Bukan Dikasihani: Cerita Perempuan Ultra Mikro yang Berani Bermimpi Lebih...

Rela Tempuh Hutan Demi Mengajar, Kisah Guru Honorer di Sikka Ini Menyentuh Hati Publik

Jakarta, Trenzindonesia.com | Di tengah keterbatasan akses dan minimnya fasilitas pendidikan di pelosok daerah,...