HomeNewsEdutainmentBonus Demografi 2035, 70 Persen Usia Produktif, Siapkah Menuju Indonesia Emas

Bonus Demografi 2035, 70 Persen Usia Produktif, Siapkah Menuju Indonesia Emas

Published on

JAKARTA, Trenz Edutainment | Media Literasi dan Edukasi yang diantaranya terdiri dari majapahittv.com, trenzindonesia.com, beritakin.com, konsepnews.com dan indocf, mengadakan diskusi publik yang mengangkat tema “Bonus Demografi 2035, 70% Usia produktif, Siapkah Menuju Indonesia Emas!?”, pada tgl 13 maret 2022.

Diskusi Publik yang dipandu oleh Zakiyah S.Pdi dan Indah Daratista S.Pdi., tersebut menghadirkan beberapa narasumber diantaranya, Dr R.A Ikke Dewi Sartika M.Pd, (Akademisi UPI), DR. Herawati Susetya (Ketua Forum Putra Putri POLRI), KH.KH Slamet Anwar S.Pdi (DPRD Lampung Tengah), Inggar Saputra M.Si (Peneliti Pendidikan), KH. M. Edi Triyono S.Pdi (Tokoh Agama), Saiful SH (Pengamat Kebijakan Publik) dan Ust Ahmad Fajri S.Pdi (PonPes Al-Yazir).

Dr R.A Ikke Dewi Sartika, mengatakan tentang SDM unggul dalam menuju Indonesia Emas itu harus di mulai dari sekarang tentunya di prioritaskan kepada anak muda millenial selain teknologi juga harus di arahkan kepada cinta tanah Air, gotong royong, kebersamaan, serta kreatifitas yang memiliki daya saing.

“Selain daripada itu, usia millenial ini harus sedini mungkin untuk senang dengan dunia Pertanian, karena saat ini peminat pertanian sangat kecil sekali.”, ujar Dr R.A Ikke Dewi Sartika.

Sementara Anggota DPRD Lampung Tengah, KH Slamet Anwar S.Pdi, menegaskan, dalam menuju Indonesia Emas, Pemerintah saat ini berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan ruang dan waktu kepada para milenial dalam mempelajari ilmu pengetahuan, berkarya, dll.

“Bahkan di pesantren pesantren juga sudah ada kegiatan ekstrakurikuler, yakni ketrampilan industri untuk para santri. Harapan seluruh Indonesia, Negara harus siap memberikan lapangan pekerjaan dan pasar buat millenial milenial di negara kita ini.”, jelas KH Slamet Anwar S.Pdi.

Sedangkan selaku Pengamat Kebijakan, Saiful SH memberikan keterangan bahwa bonus demografi itu semua negara memiliki.

“Untuk menuju Indonesia Emas 2035 atau 2045, ada dua hal yang di lalui, yakni Percepatan dan Regulasi”, tegas Saiful.

Percepatan di semua bidang, karena dunia saat ini cepat berubah serta Regulasi di semua bidang, kesehatan, ekonomi, pendidikan, ketahanan, dll.”, pungkas Saiful SH.

Sementara Inggar Saputra M.Si selaku Peneliti Pendidikan menegaskan, selain SDM unggul yang di siapkan, jangan lupa, pembekalan ilmu dan iman, serta bela negara. Jangan sampai kemampuan digital talent yang di miliki oleh milenial milenial kita itu kebablasan, ahirnya merugikan bangsa dan negara.

“Menuju Indonesia Emas sedini mungkin SDM nya harus siap dan insya Allah Indonesia siap.” Tutup Inggar Saputra M.Si. (Fjr)

Latest articles

Hadirkan Ustadz Subki Al-Bughury, Ikatan Alumni SMP 45 Jakarta Gelar Gebyar Muharram 1448 H dengan Santunan Yatim

Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Taklim Ikatan Alumni SMP...

Program Jumat Berkah Wartawan Pekan – 76 , Gandeng Chandra Wahyu dan Sylvia Nabila Gelar Aksi Sosial untuk Warga Cibubur

Jakarta , Trenzindonesia.com - Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui...

Andrigo Kembali Bangkitkan Luka Lewat “Pacar Selingan 2”, Gandeng Label Besar Malaysia Luncai Emas

Nama Andrigo seolah tidak bisa dipisahkan dari lagu fenomenal “Pacar Selingan”. Lagu yang pernah...

Indra Adhari Musisi Independen Rilis Cinta Sejati, Single Ke-5 di Konsep One Month One Song

Indra Adhari penyanyi sekaligus pencipta lagu kembali menegaskan komitmennya di industri musik tanah air...

More like this

Program Jumat Berkah Wartawan Pekan – 76 , Gandeng Chandra Wahyu dan Sylvia Nabila Gelar Aksi Sosial untuk Warga Cibubur

Jakarta , Trenzindonesia.com - Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui...

Kisah Yanti, Nasabah PNM Mekaar yang Sukses Bangun Usaha Kriya dari Nol: Modal Kepercayaan Jadi Kunci Perubahan Hidup

Jakarta, Trenzindonesia.com | Dipercaya, Bukan Dikasihani: Cerita Perempuan Ultra Mikro yang Berani Bermimpi Lebih...

Rela Tempuh Hutan Demi Mengajar, Kisah Guru Honorer di Sikka Ini Menyentuh Hati Publik

Jakarta, Trenzindonesia.com | Di tengah keterbatasan akses dan minimnya fasilitas pendidikan di pelosok daerah,...