Trenz Indonesia
News & Entertainment

Fashion Rhapsody 2020: Adinda Moeda Kembali Populerkan Tenun NTT Lewat Tema ‘Legacy of Lambi Rote’

732

Jakarta, Trenz Life Style I Fashion Rhapsody, perhelatan fesyen bertemakan “Harmoni Bumi” digelar sejak 26-29 Februari 2020, di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta. Memasuki hari ketiga gelaran fesyen ini, salah satunya menghadirkan desainer asal NTT, Adinda Adelinda Amisetia Moeda atau lekat dengan sebutan Adinda Moeda, menyodorkan tema “Legacy of Lambi Rote”.

Pilihan melestarikan kain tenun dari Indonesia Timur, desainer anggota IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia), Adinda akui, Kain Ikat Tenun Rote Ndao telah ada sejak ratusan tahun silam, sebelum mengenal kapas, tenun selendang maupun selimut dibuat dari Serat Gewang dari pohon gewang yang serat daunnya dipakai sebagai pengganti tali, karna sangat kuat dari tali tersebut dihasilkan Sarung Tenun yg disebut Lambi Tei, untuk selimut disebut Lafe Tei yang terbiasa dikenakan sebagai pakaian keseharian maupun pakaian pesta.

Menariknya, jauh sebelum mengenal zat pewarna, penenun Rote biasa memakai pewarna tradisional seperti mengkudu, kunyit dan cara lainnya. Saat ini penenun Rote cenderung menggunakan zat pewarna buatan dibanding pewarna tradisonal.

Dimungkinkan perpindahan dari zat pewarna tradisional menjadi zat perwana buatan. Adinda Moeda ceritakan, dengan menggunakan zat pewarna tradisional untuk bisa menghasilkan satu Tenun Rote memakan waktu 1 tahun.

“Melihat dari kurun waktu lama ini disebabkan oleh karena harus dibuatnya benang terlebih dahulu sebelum penenunan dimulai. Sekarang benang dibuat di pabrik dan untuk pembuatan satu Tenun bisa dilakukan lebih singkat waktu dalam satu sampai tiga bulan,” papar Adinda pemilik House of Shiloh yang beralamat di Jalan Dharmawangsa Raya No.50, Jakarta Selatan.

Pada corak Tenun Rote, warna hitam, merah, dan putih selalu dominan. Namun diakui Adinda Moeda, seiring dengan perkembangan waktu, Tenun Rote memiliki corak dan warna yg lebih beragam seperti kuning dan ungu.

“Kain tenun Rote ini bukan hanya unik, tapi juga terlihat sangat cantik dengan beragam warna dan corak etnik yang khas. Rancangan saya memadukan warna yg beragam dengan sentuhan tile yang bertujuan untuk memasukkan unsur modern tanpa menghilangkan unsur Tenun asli khas Rote,” ungkapnya

Selanjutnya tambah Adinda, dengan dipadukannya bahan tekstil tile yang memiliki warna yang kuat dan kualitas bahan yang baik akan tercipta sebuah padupadan busana etnik modern yang sangat menarik dan eksotis.

Bahkan, Adinda pun memaparkan, cukup sederhana tujuannya, pilihan menggunakan kain tradisional seperti kain tenun NTT, kemudian dikreasikan menjadi busana indah dengan sentuhan kekinian.

“Iya selain untuk melstarikan kain tenun, saya juga turut mendukung perkembangan kain tenun untuk dirancang menjadi gaun-gaun yang stylish dan modern. Saya ingin mengolah kain tenun NTT menjadi busana modern yang tak sekedar seirama dengan trend, tapi juga mudah dipadupadankan oleh para wanita yang mengenakannya,” seloroh Adinda, tak terhitung melakukan perjalanan fashion show ke mancanegara untuk mengenalkan tenun NTT. [Foto-foto: © Eddy Bogel / Trenzindonesia.com]

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.