HomeNewsGrup Legendaris Wayang Orang Ngesti Pandowo Sajikan Lakon “Kresna Duta”

Grup Legendaris Wayang Orang Ngesti Pandowo Sajikan Lakon “Kresna Duta”

Published on

JAKARTA, Trenz Edutainment |  Selama Dua tahun istirahat karena pandemi, Grup legendaris Wayang Orang, Ngesti Pandowo, kembali menggebarak dalam pertunjukan yang digelar di Gedung Pewayangan Kautaman, Jakarta Timur, Minggu, 26 Juni 2022.

Dalam pangelaran kali ini, Ngesti Pandowo memainkan lakon Kresna Duta. Menurut Sunarno, sutradara pergelaran ini, “Kresna Duta” merupakan spirit penggambaran sosok ‘Pamomong’ berjiwa kesatria. Memiliki tanggungjawab sebagai pemimpin. Berjuang menyelesaikan berbagai permasalahan dengan bijak, dan jiwa yang tulus.

“Sebuah penggambaran situasi dan kondisi kepemimpinan saat ini. Perlu sosok ‘Pamomong’ yang benar-benar bisa mengkondisikan kehidupan dalam berbangsa dan bernegara dengan bijak. Sehingga tercipta suasana kondusif, damai dan sejahtera,” ujar Sunarno.

Kresna Duta didukung oleh para aktor dan aktris panggung

Penampilan Ngesti Pandowo didukung oleh para aktor dan aktris panggung antara lain; Sunarno (Prabu Mastwapati), Joko Suratno (Prabu Drupada), Wiradyo (Prabu Salya), A. Sri Paminto Widi Legawa (Prabu Kresna), M. Harrel Al-Zafar (Adipati Karna), Haryadi Dwi Prasetyo, S.Sn (Prabu Duryudana), Albela Mayarani Puspita, S.E. (Dewi Kunti), dan puluhan pemain lainnya.

Disutradarai Wiradyo dan Sunarno, penulis naskah Wiradyo dan Paminto, penata artistik dan penata Cahaya Budi Lee, penata panggung Supardi, penata iringan Sugiyanto Gitunk, penata tari Ayok Pertiwi Eko Pertiwi, S.Sn. dan Paminto, tata rias dan busana Dewi, Wulansari S.Pd, dan Albela Mayarani Puspita.

Ir. Retno Irawati, Penanggung jawab Program Pantap Teater Wayang Indonesia (TWI)

Penanggung jawab Program Pantap Teater Wayang Indonesia (TWI), Ir. Rini Hariyani, SS., M.Hum, mengatakan pentingnya eksistensi wayang orang di zaman serba digital seperti saat ini.

“Wayang tidak sekadar seni pertunjukan. Wayang adalah ekspresi nilai-nilai masyarakat. Membentuk identitas budaya bangsa,” kata Rini Hariyani.

Wayang orang, memberi banyak hal positif yang seharusnya bisa diterima dan dinikmati generasi muda dan masyarakat. “Memberi banyak ajaran, tuntunan, dan tatanan nilai kultural. Baik melalui representasi jalan cerita maupun citra para tokohnya,” Rini Hariyani menambahkan.

 

 

Pagelaran wayang orang perdana

Eny Sulistyowati, Kepala Bidang Humas SENA WANGI

 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Humas SENA WANGI, Eny Sulistyowati SPd, SE, MM., menjelaskan, tampilnya Wayang Orang Ngesti Pandowo merupakan pergelaran perdana, dari rencana empat grup wayang orang yang akan tampil di Pewayangan Kautaman Jakarta.

Grup yang akan tampil berikutnya, kata dia, adalah; “Rasa Rupa Wayang” (dari berbagai macam genre dan jenis wayang), “Wayang Orang Anak” (Mangkunegaran – Surakarta), dan “Wayang Topeng” (Jawa Timur).

“Keempat grup kesenian wayang ini akan mengisi kalender acara Pantap TWI, hingga penghujung tahun 2022 nanti,” terang Eny Sulistyowati, yang juga bertindak sebagai salah satu Produser di pergelaran ini.

Ringkasan Cerita “Kresna Duta”

“Kresna Duta” menceritakan tentang kekalahan Pandawa dalam permainan dadu melawan Kurawa. Hal ini membuat mereka kehilangan Negeri Indraprasta. Menjalani 12 tahun masa pembuangan dilanjutkan setahun penyamaran di kota besar.

Di saat Pandawa konsisten sebaliknya Duryudana ingkar. Ia menolak mengembalikan Indraprasta. Prabu Drupada mewakili Pandawa untuk mengingatkan Duryudana tapi tidak berhasil. Dewi Kunti ikut mengingatkan, namun upaya tersebut juga gagal./*

Latest articles

Sambut Momen HUT ke-499 DKI, Ketum FBJ Budi Siswanto Ajak Masyarakat Berperan Aktif Dorong Jakarta Menuju Kota Global

JAKARTA - Guna menyambut momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 DKI, Ketua Umum...

Indra Adhari di Konsep One Month One Song Rilis Ibuku Pahlawanku yang Viral di TikTok Malaysia

Penyanyi dan pencipta lagu Indra Adhari yang tengah menjalani konsep One Month One Song...

Golden Memories 50 Tahun Kelulusan SMPN 45 Jakarta Angkatan 79

Suasana haru, hangat, dan penuh kenangan mewarnai perhelatan “Golden Memories – 50 Tahun Kelulusan...

Rayhan Cornelis Lepas Rindu Indonesia di Belanda, Temani Sang Ibu dalam Malam Amal untuk Korban Banjir Sumatra

Belanda, Trenzindonesia.com | Suasana hangat khas Indonesia terasa begitu kental dalam gelaran malam amal...

More like this

Aylawati Sarwono Raih Juara Asian Tango Championship 2026 di Tokyo, Bukti Kiprah Indonesia di Panggung Seni Dunia

TOKYO, Jepang , Trenzindonesia.com — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra-putri Indonesia di tingkat internasional. Penari...

Pempek Ibu Iin Laris Manis di Final PFL 2026, Bukti UMKM Bisa Tumbuh dari Panggung Olahraga Nasional

Jakarta, Trenzindonesi.com | Riuh sorak ribuan penonton yang memadati GOR Universitas Negeri Yogyakarta saat...

PNM dan KPPPA Hadir di Bajawa, Dorong Ketahanan Keluarga dan Kesehatan Mental Anak Lewat Pemberdayaan Perempuan

Jakarta, Trenzindonesia.com | Meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental pada anak dan remaja mendorong berbagai...