HomeNewsEdutainmentGus Syafuddin Tegaskan BPJS Ketenagakerjaan Berikan Perlindungan Pekerja Di Sektor Non...

Gus Syafuddin Tegaskan BPJS Ketenagakerjaan Berikan Perlindungan Pekerja Di Sektor Non Formal

Published on

JAKARTA, Trenzindonesia | Jaminan sosial merupakan hak setiap warga negara untuk mendapatkan kepastian atas perlindungan dan kesejahteraan masyarakat di masa depan. Negara menjamin kepastian tersebut dengan membentuk Lembaga Penyelenggara Jaminan Sosial sebagai sarana untuk memenuhi kewajiban negara dalam melindungi warga negaranya.

BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan pada pekerja melalui 4 program. Program tersebut antara lain, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Pensiun (JP).

Dalam silahturahmi ini hadir Wakil ketua 1 PP muslimat Profesor Doktor Sri Mulyati untuk mengisi mauidhoh hasanah dan dihadiri oleh Sekjen PP muslimat, Ulfa Mashfufah yang mana kegiatan ini diselenggarakan di kediaman Gus Saifuddin sebagai Ketua PCNU Jakarta Pusat sekaligus suami dari Neng Ita Rahmawati yang juga, selaku Wakil Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta.

Perlindungan pekerja di sektor non formal juga tak kalah banyaknya dengan pekerja di sektor formal. Sejauh ini yang mendapatkan perlindungan maksimal dari BPJS Ketenagakerjaan baru para pekerja di sektor formal. Oleh karenanya melalui PCNU Jakarta Pusat, mendorong para guru ngaji, marbot masjid dan pengurus lembaga dibawah PCNU Jakarta Pusat, bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Gus Syaifuddin tokoh muda NU sekaligus Ketua PCNU Jakarta Pusat terpanggil untuk berperan memaksimalkan manfaat BPJS Ketenagakerjaan diruang lingkup Jakarta Pusat, juga terus meningkatkan upaya serapan kepesertaaan dari sektor non formal. “Karena mereka juga berhak atas jaminan sosial tersebut. Pekerja non formal juga memiliki risiko pekerjaan yang tinggi.”, tegas Syaifuddin, saat hadir di acara sosialisasi  BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Pusat dengan Muslimat PWNU DKI Jakarta dalam kegiatan silahturahmi serta buka puasa bersama yang dilakukan di bilangan Pulomas Jakarta Timur.(07/04).

Didin Haryono selaku Kepala Kantor Cabang BPJS, dalam kesempatan silahturahmi dengan Jajaran Muslimat PWNU DKI Jakarta, menyampaikan, ”BPJS Ketenagakerjaan memberikan manfaat perlindungan untuk guru Ngaji atau pekerja non formal di lingkungan Muslimat NU”.

Ditambahkan Hj Ulfah Mashfufah (Sekretaris Umum PP Muslimat NU) kehadiran BPJS ketenagakerjaan berdampak positif untuk Muslimat NU khususnya para ustadzah terlindungi dalam kerja dibidang non formal “tegasnya. (Masjo)

Latest articles

Hadirkan Ustadz Subki Al-Bughury, Ikatan Alumni SMP 45 Jakarta Gelar Gebyar Muharram 1448 H dengan Santunan Yatim

Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Taklim Ikatan Alumni SMP...

Program Jumat Berkah Wartawan Pekan – 76 , Gandeng Chandra Wahyu dan Sylvia Nabila Gelar Aksi Sosial untuk Warga Cibubur

Jakarta , Trenzindonesia.com - Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui...

Andrigo Kembali Bangkitkan Luka Lewat “Pacar Selingan 2”, Gandeng Label Besar Malaysia Luncai Emas

Nama Andrigo seolah tidak bisa dipisahkan dari lagu fenomenal “Pacar Selingan”. Lagu yang pernah...

Indra Adhari Musisi Independen Rilis Cinta Sejati, Single Ke-5 di Konsep One Month One Song

Indra Adhari penyanyi sekaligus pencipta lagu kembali menegaskan komitmennya di industri musik tanah air...

More like this

Program Jumat Berkah Wartawan Pekan – 76 , Gandeng Chandra Wahyu dan Sylvia Nabila Gelar Aksi Sosial untuk Warga Cibubur

Jakarta , Trenzindonesia.com - Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui...

Kisah Yanti, Nasabah PNM Mekaar yang Sukses Bangun Usaha Kriya dari Nol: Modal Kepercayaan Jadi Kunci Perubahan Hidup

Jakarta, Trenzindonesia.com | Dipercaya, Bukan Dikasihani: Cerita Perempuan Ultra Mikro yang Berani Bermimpi Lebih...

Rela Tempuh Hutan Demi Mengajar, Kisah Guru Honorer di Sikka Ini Menyentuh Hati Publik

Jakarta, Trenzindonesia.com | Di tengah keterbatasan akses dan minimnya fasilitas pendidikan di pelosok daerah,...