Trenz News |Komedian DR. H Qomar memukau warga RT. OO7 RW.03, Pondok Ranggon Jakarta Timur saat menjadi penceramah peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Musholla Al Husna.
“Biasanya kalau peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW sepi pengunjung, alhamdulillah berkat H. Qomar jemaahnya membludak, tidak hanya warga RT. OO7 tapi juga warga RT lain,” ujar Markuat ketua RT. OO7 RW 03 Pondok Ranggon Jakarta Timur.
Gaya ceramah Qomar yang ringan, penuh isi namun tidak meninggalkan profesi lamanya sebagai komedian membuat jemaah gampang menyerap isi ceramah nya. “Saya banyak mendapat ilmu agama dengan mendengar ceramah H Qomar, terutama soal kalau belajar agama tidak boleh setengah setengah dan hanya membaca tanpa memahami makna yang dikandungnya. Selama ini saya memang hanya membaca Al-Qur’an tapi tidak memahami, sehingga tidak bisa menginplementasikan ajarannya,” ujar Omo salah seorang warga RT 007 RW.03 usai menghadiri Maulid Nabi yang mengambil tema “Dengan Maulid Nabi Besar Muhammad Kita Tingkatkan Moral Dengan Akhlakul Kharimah”.
Sementara Maksum selaku ketua panitia Maulid Nabi Besar Muhammad SAW tingkat RT. OO7 RW.03 Pondok Ranggon mengaku puas dengan ceramah H. Qomar. “H. Qomar pandai dalam bercearanah, jemaah tidak hanya terhibur dengan gaya ceramahnya yang kocak tapi isi ceramahnya juga dalam. Sehingga jemaah larut menyimak ceramahnya. Bahkan warga minta H. Qomar untuk terus ceramah walau waktu nya sudah tengah malam, ‘ ujar Maksum.
Dalam ceramahnya H Qomar mengajak jemaah agar tidak sekedar bisa membaca Al-Qur’an tapi tidak bisa menterjemahkan isi yang terkandung dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari hari. “Kita tidak hanya dituntut bisa membaca Al-Qur’an tapi harus memahami isinya dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari hari,” tegas H. Qomar.
Qomar menambahkan, ia meminta kepada jemaah dan warga Pondok Ranggon untuk tidak gampang menghasut dan gampang menggkofar kafirkan sesama muslim. “Sebagai muslim kita sebaiknya jangan mudah mendeskreditkan dan mengkafirkan orang lain. Karena belum tentu kita lebih baik dari orang yang kita kafirkan, ‘ ujar H. Qomar.
H Qomar berceramah hampir 2 jam namun karena ceramahnya penuh humor hingga jemaah memintanya untuk terus bertauziah. “Terus… Terus ustad,” teriak ratusan jemaah.
Tapi lantaran sudah tengah malam H. Qomar mengakhiri tauziahnya. ‘In sya Allah ketemu lagi pada kesempatan lain,” kata H. Qomar mengakhiri ceramah. (Tebe/Trenz Indonesia)
