HomeNewsHadapi Era Digital, Ini 3 Ancaman Serius bagi Anak dan Strategi Membangun...

Hadapi Era Digital, Ini 3 Ancaman Serius bagi Anak dan Strategi Membangun Ketahanan Keluarga Pancasila

Published on

Perlindungan Anak

Jakarta, Trenzindonesia.com | Anak adalah masa depan bangsa, namun orang tua masa kini menghadapi tantangan berat dalam mendidik generasi penerus di tengah gempuran era digital. Untuk mewujudkan Anak Indonesia Hebat, fondasi dari pendidikan agama dan kebangsaan menjadi kunci utama, sekaligus menjadi tameng dalam menghadapi dinamika teknologi yang kian kompleks.

Meski diakui sebagai aset strategis, mendidik anak di zaman now bukanlah perkara mudah. Kecanggihan gadget dan internet telah menggeser interaksi hangat dalam keluarga, memicu kekhawatiran mendalam akan perkembangan psikologis dan pemikiran anak. Orang tua pun terbelah dalam tiga sikap: ada yang masa bodoh, membatasi ketat, atau berusaha bijak dengan mengajarkan baik-buruk dunia digital.

Berdasarkan pengamatan, setidaknya ada tiga ancaman serius (3 Ancaman Anak) yang mengintai di ruang maya dan perlu diwaspadai oleh setiap keluarga:

  1. Bullying di Dunia Digital: Kekerasan verbal dan psikologis yang terjadi di ruang digital dapat meninggalkan trauma mendalam pada anak, yang dampaknya bisa bertahan sangat lama.
  2. Pornografi Anak: Konten eksploitasi seksual seringkali “menyelinap” melalui platform yang tak terduga, seperti media sosial dan game online populer (contoh: Roblox). Pembiaran terhadap hal ini sangat merugikan perkembangan psikologis anak.
  3. Kecanduan Gadget Berlebihan: Penggunaan gadget tanpa kendali menyebabkan penurunan konsentrasi belajar, malas gerak (mager), melemahkan kemampuan sosialisasi, dan berpotensi menyebabkan penyakit akibat radiasi.

Menghadapi tantangan ini, konsep Ketahanan Keluarga Pancasila hadir sebagai solusi. Pola asuh yang mengedepankan nilai-nilai Pancasila secara komprehensif dinilai mampu menjadi benteng pertahanan keluarga (Saputra, 2025).

Secara praktis, orang tua didorong untuk menciptakan ruang dialog rutin dengan anak, menanamkan kesadaran keagamaan dan kebangsaan melalui kebiasaan sehari-hari. Salah satu implementasinya adalah dengan mendukung Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diinisiasi pemerintah, yaitu: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.

Dengan pendampingan yang tepat dan pemberdayaan nilai-nilai luhur, keluarga Indonesia diharapkan tidak hanya mampu melindungi anak dari ancaman digital, tetapi juga mencetak generasi yang berakhlak mulia dan mencintai tanah airnya.

Oleh : Inggar Saputra (Praktisi Pendidikan dan Kebangsaan)

Latest articles

Saat Jurnalis Menyisih Waktu di Bekasi, Berbagi dengan Santri Penghafal Al-Quran

BEKASI,Trenzindonesia.com - Di tengah rutinitas memburu berita, sekelompok jurnalis yang tergabung dalam Program Jumat...

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) berkolaborasi dalam program Mba Maya (Membina dan Memberdaya),untuk Ekonomi Syariah

Jakarta,Trenzindonesia.com – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) berkolaborasi dalam...

Kasus Mobil Fidusia di Pandeglang, Polda Banten Sebut Ada Dugaan Perubahan Identitas Kendaraan

Banten,Trenzindonesia.com - Terkait dugaan keterlibatan anggota Polri berpangkat Brigadir dalam penanganan kendaraan yang menjadi...

Andrigo “Pacar Selingan” Dipastikan Hadir Meriahkan Kenduri Akbar Melayu Nusantara 2026 di Riau

Riau — Semarak perayaan budaya Melayu di Provinsi Riau dipastikan akan semakin meriah. Artis...

More like this

Saat Jurnalis Menyisih Waktu di Bekasi, Berbagi dengan Santri Penghafal Al-Quran

BEKASI,Trenzindonesia.com - Di tengah rutinitas memburu berita, sekelompok jurnalis yang tergabung dalam Program Jumat...

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) berkolaborasi dalam program Mba Maya (Membina dan Memberdaya),untuk Ekonomi Syariah

Jakarta,Trenzindonesia.com – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) berkolaborasi dalam...

Kasus Mobil Fidusia di Pandeglang, Polda Banten Sebut Ada Dugaan Perubahan Identitas Kendaraan

Banten,Trenzindonesia.com - Terkait dugaan keterlibatan anggota Polri berpangkat Brigadir dalam penanganan kendaraan yang menjadi...