Trenz Indonesia
News & Entertainment

IBL 2022 Catat Sejarah, Klub Terbanyak Liga Profesional Bola Basket

Diikuti 16 Tim Basket

160

Jakarta, Trenz Lifestyle | Sejak perubahan manajemen pada tahun 2019, Indonesia Basketball League (IBL) terus berbenah dan berkomitmen untuk semakin memajukan industri bolabasket di Tanah Air.

Yang segera nampak di depan mata, gairah perbasketan Indonesia bakal semakin seru dengan akan digelarnya Kompetisi IBL 2022.

Tak hanya seru, kompetisi IBL 2022 bakal tercatat dalam sejarah kompetisi bolabasket level tertinggi Indonesia. Inilah untuk kali pertama sepanjang sejarah bergulirnya liga basket professional di Indonesia, ajang IBL 2022 akan memecahkan rekor jumlah peserta terbanyak. Bila di IBL 2021 lalu hanya diikuti oleh 12 team, maka di IBL 2022 nanti akan ada 16 peserta yang akan berpartisipasi.

Bertambahnya 4 peserta baru tersebut, dipastikan oleh manajemen IBL melalui acara “Virtual & President Klub Press Conference IBL New Club Announcement” yang diikuti langsung oleh Junas Miradiarsyah selaku Direktur Utama IBL, Owner & President Klub Baru IBL Musim 2022 serta sejumlah awak media, Rabu (15/09/2021).

Melalui acara ‘Virtual & President Klub Press Conference IBL New Club Announcement’ yang dipandu oleh Joddy & Molan (101 Jak FM), akan ada empat peserta baru yang siap bersaing sekaligus menyemarakan IBL 2022, yakni Bumi Borneo Basketball Pontianak, Evos Basketball Bogor, RANS PIK Basketball dan Tangerang Hawks. Sementara satu kandidat lainnya, Louvre Malang masih belum dapat bergabung

Sementara para Owner & President Club dari klub baru tersebut, adalah:: Yansen Kamto (President Club) & Isenta Hioe (Owner) Bumi Borneo Basketball Pontianak (2021). Artman Harris (President Club) & Wesley Yiu (Owner Club) Evos Basketball Bogor (2016). Ahmad Rully Zulfikar (Owner Club) & Iskandar Rama Datau (President Club) Tangerang Hawks (2014), serta Raffi Ahmad (Owner Club) & Jeremy Imanuel (President Club) RANS PIK Basketball, (2015).

Diakui Junas Miradiarsyah selaku Direktur Utama IBL, sejak perubahan manajemen, IBL memang berkomitmen untuk semakin memajukan industri bolabasket di Tanah Air.

Junas Miradiarsyah, Direktur Utama IBL

“Ini merupakan sejarah penting bagi bola basket Indonesia khususnya di liga professional. Sesuai dengan blue print yang sudah kami siapkan, IBL merancang program jangka menengah dan panjang. Satu persatu program tersebut sudah berhasil diwujudkan, yang mana kami ingin terus, klubnya semakin banyak, karena dengan semakin banyak tim nya, jumlah pemain akan semakin berkembang, jumlah pertandingannnya in syaa Allah akan semakin bertambah, dan periodenya juga akan terus menjadi lebih panjang” beber Junas.

“Penambahan empat tim untuk mulai bersaing di musim kompetisi IBL 2022 merupakan bagian dari perencanaan dua tahun lalu dimana nantinya menambah jumlah pertandingan dan periode kompetisi yang makin panjang,” tambah Junas.

“Sekedar informasi, bila IBL 2021 reguler seriesnya ada 96 game, maka dengan keterlibatan 16 tim, regular series di IBL 2022 meningkat menjadi 176 game”,ungkap Junas lebih lanjut.

Dengan adanya 16 tim yang berpartisipasi di ajang IBL 2022, maka semakin memperluas penyebaran klub ke berbagai daerah. “Semula klub-klub IBL tersebar di delapan kota, kompetisi mendatang akan diikuti 16 tim dari 12 kota di seluruh Indonesia,” papar Junas. Dia berharap dengan semakin banyak dan menyebarnya klub-kub IBL, potensi para pemain muda juga semakin tergali.

Tak hanya sekedar berpartisipasi, tentunya keempat tim baru IBL 2022 tersebut juga memiliki komitmen serta visi dan misi mulia yakni mengangkat potensi para pemain muda di daerah masing masing.

Selain itu, hadirnya empat anggota baru IBL tersebut tentunya akan membuat kompetisi IBL 2022 semakin penuh daya tarik untuk disaksikan, terlebih satu diantaranya yakni RANS PIK Basketball dimiliki oleh selebritis kondang yang juga dikenal sebagai Sultan Andara yakni Raffi Ahmad .

Menurut Raffi, selain sepakbola, dirinya sudah sejak lama menyukai olah raga basket, karenanya ia memutuskan untuk memiliki klub basket sebagai bagian dari proyek jangka panjangnya di dunia olah raga.

“Sebenarnya saya memang suka olahraga. Saya dulu main bola dan basket dan basket merupakan satu olah raga yang termasuk lifestyle”, jelas Raffi.

“Selain udah dipikirkan sportainmentnya, di basket ini kita juga serius untuk memajukannya dengan apa yang kita punya dan memaksimalkannya untuk yang terbaik”, tandas Raffi Ahmad.

Junas Miradiarsyah Direktur Utama IBL

Kembali menurut Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah, selain untuk lebih menyemarakan kompetisi IBL 2022, bertambahnya empat klub baru tersebut tentunya sudah melalui proses verifikasi dan telah memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan IBL seperti rekomendasi dari PP Perbasi serta badan usaha berbentuk Perseroan Terbatas.

“Pemilihan ini berdasarkan penilaian mendalam dari tim verifikasi berdasarkan aspek manajemen dan administrasi,” pungkas Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah. (Fjr) | Foto: Fajar & Istimewa

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.