Trenz Indonesia
News & Entertainment

ICE BSD City, Lancarkan Berbagai Strategi Untuk Hidupkan MICE di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

207

Tangerang, Trenz Lifestyle | Tak bisa dipungkiri pandemi Covid-19 pun menghantam keras industri venue Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) di Tanah Air.

Hal itupun dialami Indonesia Convention Exhibition (ICE), tempat penyelenggaraan berbagai acara MICE seperti pameran, konferensi, seminar, pertemuan internasional, acara olahraga, pernikahan, konser, pesta rakyat, dan lainnya ini.

Ryan Adrian, Presiden Direktur PT Indonesia International Expo, perusahaan yang membawahi ICE kepada TrenzIndonesia mengungkapkan, sejak akhir Maret sampai dengan hari ini, hampir semua event di ICE baik yang berskala nasional maupun internasional, batal.

Ryan Adrian, Presiden Direktur PT Indonesia International Expo

“Ada sekitar 95 event besar dan kecil yang ditunda atau ditiadakan, dengan potensi income sebesar lebih dari Rp 250 miliar,” ungkapnya lewat pesan WA, Rabu (30/9/2020).

Untuk menghidupkan MICE, gedung pameran (expo venue) terbesar di Asia Tenggara yang memiliki luas total mencapai 220.000 m2 di BSD City, Tangerang, Banten ini, Ryan mengatakan pihaknya melancarkan berbagai strategi.

Salah satu strategi yang diambil untuk menarik minat perusahaan pembuat pameran menggelar MICE di ICE adalah dengan memberikan stimulus.

“Kami memberikan stimulasi berupa paket yang menarik agar mereka tetap berminat menggelar berbagai pameran  dan acara MICE lainnya di ICE di masa pandemi ini,” ungkapnya.

Saat ini, harga sewa venue di ICE untuk exhibition, lanjut Ryan mulai dari Rp 280 juta per hari. “Kalau untuk meeting dan convention mulai dari Rp 20 juta sampai dengan 300 juta rupiah,” tambahnya.

Di era adaptasi kebiasaan baru ini, pihaknya juga memberikan satu syarat  utama kepada seluruh penyelenggara MICE event organizer (EO).

“Mereka (MICE EO_red) wajib menerapkan protokol kesehatan Cleanliness, Healthy, Safety and Environment Sustainablity atau CHSE yang ketat dari venue dan juga mengindahkan pembatasan jumlah peserta 50% dari kapasitas ruangan,” jelas Ryan yang amat mengutamakan kesehatan dan keselamatan pengunjung serta karyawan.

Seluruh program CHSE di ICE, sambungnya dijalankan sesuai prosedur protokol dari WHO, asosiasi internasional terkait industri pameran UFI, asosiasi internasional terkait konvensi ICCA, dan juga asosiasi nasional industri pameran ASPERAPI serta tentunya dari pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan. “Seperti menyediakan hand sanitizer, disinfektan chamber, test suhu, penerapan physical distancing dan pemakaian masker serta pengaturan jumlah pengunjung pada saat bersamaan,” terangnya.

Pihaknya juga rutin melakukan pembersihan saluran sirkulasi udara, menyediaan teknologi tanpa sentuh di lift dan area parkir, meningkatan standar kebersihan dan keamanan pangan, menyediakan menu digital untuk menghindari kontak langsung baik itu menu Asian maupun Western, dan melakukan pengaturan tempat duduk sesuai jarak aman sesuai anjuran pemerintah.

“Kami juga melakukan periodic test Covid-19 kepada seluruh karyawan, penyediaan ruang isolasi kesehatan,” bebernya seraya menegaskan bahwa penyelenggara atau MICE EO yang tidak menjalankan CHSE akan dihentikan/di-stop kegiatannya.

Selain terus mempublikasikan ICE sebagai gedung MICE berstandar internasional yang berfasilitas lengkap dan konsen menerapkan CHSE, pihaknya juga selalu mengikuti perkembangan terbaru MICE secara global bersama para mitra strategis.

Ryan menjelaskan, pihaknya sudah bergabung dengan asosiasi MICE internasional seperti AIPC, UFI, dan ICCA. Sedangkan di dalam negeri, ICE pun bersinergi dengan ASPERAPI.

Menurutnya, untuk menghidupkan MICE di masa pandemi ini, tentu juga harus didukung sejumlah pihak terkait termasuk pemerintah.

Ryan berharap pemerintah terus mempermudah perizinan pengadaan MICE.

“Pemerintah juga harus gencar mempromosikan Indonesia sebagai tujuan penyelenggaraan MICE yang aman baik untuk tingkat nasional maupun internasional, dan terukur pengendalian pandeminya,” ujarnya.

Catatan TrenzIndonesia, Gedung ICE yang diresmikan pada 4 Agustus 2015 oleh Presiden Joko Widodo, termasuk MICE venue yang terbilang cepat mencuri perhatian.

Buktinya, di usianya yang terbilang muda, baru berusia 5 tahun ini sudah berhasil menggelar acara-acara besar berskala nasional dan internasional, antara lain seperti GAIKINDO International Auto Show (GIIAS) yang berlangsung berkala setiap tahun, E-Sport Competition, dan sederet konser musisi dunia seperti Super K-Pop, Westlife, dan Katy Perry.

Kini, di masa pandemi, ICE yang terdiri atas 10 ruang pameran dengan luas 50.000 m2, dengan tambahan ruang pameran luar ruang seluas 50.000 m2, 4.000 m2 aula konvensi yang dibagi menjadi 4 ruangan, 29 ruang pertemuan, dan lobi dengan luas 12.000 m2 ini lewat berbagai strategi seperti tersebut di atas, berupaya bukan hanya bertahan tapi juga menggeliatkan kembali penyelenggaraan MICE sekalipun dalam format yang berbeda.

MICE events yang berjalan saat ini di ICE berupa meeting-meeting berskala kecil dan beberapa event hybrid virtual. Semester kedua tahun depan, sudah mulai berjalan event-event tahunan seperti GIASS dan beberapa international concert,” pungkas Ryan yang optimis mampu melewati masa sulit ini. (adji kurniawan (kembaratropis@yahoo.com, ig: @adjitropis) | Foto: dok. @ryanadrian123, @ice_indonesia & Google.co.id

Leave A Reply

Your email address will not be published.