JAKARTA,TRENZINDONESIA,– “Alhamdulillah, makasi ya Rob, akhirnya kesampaian juga aku bisa naik pesawat terbang,” ujar M. Ichsan Kamil, 31 tahun, penyandang disabilitas tunarungu, sesaat kepulangan mengikuti pertemuan pengurus & guru Pusat Bahasa Isyarat Indonesia di Yogyakarta.
Bagi Ichsan, pengalaman perdananya itu pernah diungkap beberapa kali kepada orangtuanya tetapi belum ada kesempatan Terbang Bersama sehingga membuatnya cemburu soal.
Apalagi melihat bapaknya, Reyrais, seringkali tugas negara naik pesawat. Juga, ibundanya beberapa kali termasuk berangkat haji. Hal sama juga dialami Raissanur, adik perempuan satu-satunya.
Namun begitu, pemuda bertubuh tinggi langsing dengan hobi pebasket itu tidak mau putus asa. Akhirnya, kesempatan itu datang dari undangan Pusbisindo berkaitan keterampilan Ichsan seringkali berkomunikasi dan mengajari bahasa isyarat bagi banyak mahasiswa.
“Pusbisindo mengumpulkan kami (komunitas tuli) di Disaster Oasis Kaliurang, Yogyakarta, pada 19-22 Desember 2021,” urai Ketua Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kota Depok itu.
Sementara itu Laura Lesmana Wijaya selaku Ketua Pusbisindo mengisyaratkan kegiatan yang diikuti sembilan cabang yaitu DKI Jakarta, DIY, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, Bali dan Sumatera Selatan, itu mengembangkan karakter & skill individu serta kerjasama tim antarcabang & kekeluargaan.
“Kegiatan presentasi dan diskusi dari setiap cabang, serta pelatihan itu mendongkrak dasar skill dalam berorganisasi, pengajaran, serta pengembangan potensi diri,” ujarnya seperti dikutip Ichsan dari kisi-kisi kegiatan selama di Yogyakarta.
Hari Disabilitas
Perserikatan Bangsa Bangsa (United Nations) menetapkan 3 Desember sebagai Hari Disabilitas Internasional dimana tahun ini (2021) menggelar kompetisi Show Your Sign yaitu kontes menari dalam bahasa isyarat.
Lomba yang dirancang oleh tim PBB di Indonesia dan ILO dalam kemitraan dengan Gerkatin, sebuah organisasi masyarakat sipil untuk pemuda Tunarungu, dan sekolah bahasa isyarat yang berafiliasi dengan Pusbisindo itu sejak awal November baru lalu.
Para kontestan diminta merancang koreografi asli menggunakan bahasa isyarat untuk 10 lagu yang telah dipilih panitia.
PBB dalam keterangan menjelaskan Show Your Sign adalah bagian dari serangkaian kampanye Valerie Julliand, Kepala Perwakilan PBB di Indonesia terpadu yang diselenggarakan tim PBB pada tahun ini.
Kompetisi ini juga berkaitan dengan kegiatan 16 Hari Aktivisme Menentang Kekerasan Berbasis Gender, berlangsung dari 25 November hingga 10 Desember.
“Kampanye ini menjadi wadah bagi anggota komunitas Tuli Indonesia untuk menunjukkan solidaritas dengan para penyintas kekerasan berbasis gender, selain mempromosikan penggunaan bahasa isyarat,” kata Valerie Julliand, Kepala Perwakilan PBB di Indonesia.
