HomeNewsIndonesia International Furniture Expo (IFEX) 2018

Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2018

Published on

 

Trenz News | Guna kembali mendorong para pengrajin mebel dan kerajinan untuk terus berinovasi dalam produk-produknya serta meningkatkan komoditas ekspor mebel dan kerajinan Indonesia ke dunia, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, me launching Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2018, di ruang Garuda, Selasa, (24/10).

IFEX 2018 akan kembali diselenggarakan pada tanggal 9 – 12 Maret 2018 di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta. Pameran mebel dan kerajinan B2B (business to business) terbesar di Indonesia dan kawasan regional ini, merupakan hasil kerjasama Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) dengan Dyandra Promosindo.

HIMKI sendiri merupakan hasil peleburan dari dua organisasi industri mebel dan kerajinan, AMKRI dan Asmindo. Peleburan dilakukan untuk mendorong daya saing produk mebel dan kerajinan di pasar dalam negeri dan luar negeri, serta menjadi wadah tunggal yang kuat, besar dan dapat menjadi partner pemerintah yang kritis. Pembentukan HIMKI dideklarasikan pada 31 Mei 2016 di Jakarta. HIMKI didirikan atas dasar kesamaan visi, misi dan tujuan di antara para anggotanya untuk bersama-sama memajukan industri mebel dan kerajinan nasional. Organisasi ini diharapkan menjadi institusi yang aspiratif dan akomodatif dengan semangat kesetaraan di antara sesama anggotanya.

Launching IFEX 2018 dibuka oleh Ketua Umum HIMKI, Ir. Soenoto di Ruang Garuda Kementerian Peindustrian. Ir. Soenoto menyampaikan IFEX merupakan ajang unjuk gigi bagi pengrajin Tanah Air dan selalu dinantikan pelaksanaannya oleh pemain industri mebel dan kerajinan, baik dari dalam maupun luar negeri. “Untuk itu, berbagai upaya telah kami lakukan untuk memperkenalkan IFEX ke dunia internasional dan upaya itu mulai menampakkan hasil yang menggembirakan. Dari tahun ke tahun kami menerima feedback yang baik tidak hanya dari para pemain dan buyers lokal tapi juga para pemain dan buyers dari luar negeri.”

Soenoto menyatakan pihaknya bersama Dyandra Promosindo akan terus membenahi sistem penyelenggaraan pameran agar menjadi lebih baik. Hal ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi para ekshibitor, buyers, dan pengunjung selama berkunjung ke area pameran. “Kami sadar masih banyak yang perlu kami perbaiki dan ini menjadi perhatian penting kami mengingat pameran ini merupakan ajang penting untuk memperlihatkan kemajuan industri mebel dan kerajinan kita kepada dunia internasional,” ujar Soenoto.

Sementara itu, Presiden Direktur PT. Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, mengatakan masih terus akan mendukung penyelenggaraan IFEX 2018 “Dyandra tentunya akan terus berkomitmen untuk mendukung HIMKI dalam menyelenggarakan pameran furnitur berskala internasional ini. Kami juga telah melakukan evaluasi pada penyelenggaraan sebelumnya dan berusaha untuk terus meningkatkan kualitas dari penyelenggaraan IFEX 2018.”

IFEX 2017 mencatatkan pameran dikunjungi oleh 11.225 buyer, dengan jumlah buyer dan visitors terbesar adalah dari negara Cina, Australia, Amerika Serikat, India dan Belanda. Sementara itu nilai on-the-spot transaction yang berhasil dicatatkan pada pameran IFEX 2017 tercatat senilai US$300 juta, dan follow-up transaction mencapai US$ 700 juta, sehingga total transaksi keseluruhan sesuai target yaitu US$ 1 milyar.

Pada penyelenggaraan IFEX 2018 menargetkan jumlah buyer dan visitors meningkat menjadi 12.500. Sedangkan untuk target total on-the-spot transaction dan follow-up transaction disamakan dengan pencapaian tahun lalu yaitu US$300 juta dan US$ 700 juta.

Masih dengan mengusung tema “The Essence of Infinite Innovation”, IFEX 2018 hadir untuk mendorong para pengrajin mebel dan kerajinan untuk terus berinovasi dalam produk-produknya serta meningkatkan komoditas ekspor mebel dan kerajinan Indonesia ke dunia. Apalagi tahun ini, pemerintah menargetkan nilai ekspor industri mebel meningkat menjadi US$ 2 milyar. Untuk itulah, adanya IFEX ini merupakan medium yang tepat untuk memperkenalkan produk-produk unggulan Indonesia.

IFEX menjadi ajang bagi para produsen lokal untuk memamerkan produk-produk terbaiknya kepada para buyer luar negeri. Mebel Indonesia memang terkenal dengan karakteristiknya yang unik, keterampilan berkualitas, keanekaragaman budaya, kombinasi bahan ramah lingkungan, serta inovasi desain yang unik yang memenuhi standar internasional. Produk mebel kita terkenal sangat ikonik dan mewah khususnya untuk pasar Eropa, Amerika, dan wilayah Asia dan Afrika di mana masyarakat kelas atas memilih perabotan dari rotan dan kayu untuk rumah mereka. (pr/Fjr) | Foto: Dok. Dyandra Promosindo

 

Latest articles

BHC Training Center Gelar Pelatihan Perming Profesional untuk Barber

BHC Training Center kembali menghadirkan pelatihan yang menarik bagi para profesional di dunia Barber!...

Fashion Show Nina Septiana Nugroho Curi Perhatian di Diskusi NGOBRAS Kartini Film, Musik dan Seni

Jakarta ,Trenzindonesia - Jakarta – Penampilan fashion show dengan koleksi busana muslim terbaru karya...

Tangis Haru di Hong Kong! Duet Novi Ayla dan Abi Hadad Alwi Bikin 3.000 TKI Larut dalam Shalawat

Jakarta, Trenzindonesia.com | Suasana haru menyelimuti konser “Shalawat dan Doa” di Hong Kong ketika...

Kawal APBD 2026, Kemendagri Perketat Aturan Anggaran Stunting agar Tepat Sasaran

DEPOK,Trenzindonesia.com - Pemerintah melalui Kemendagri mengambil langkah tegas untuk memastikan anggaran penanganan stunting...

More like this

Kawal APBD 2026, Kemendagri Perketat Aturan Anggaran Stunting agar Tepat Sasaran

DEPOK,Trenzindonesia.com - Pemerintah melalui Kemendagri mengambil langkah tegas untuk memastikan anggaran penanganan stunting...

Pushan Geopolitik Al Azhar: Peradilan Militer yang “Keras” Jadi Pilar Disiplin Prajurit

Jakarta,Trenzindonesia.com - Peneliti Pusat Kajian Pertahanan dan Geopolitik Universitas Al Azhar Indonesia, Heri Herdiawanto,...

Ibu Eko di Rembang Olah Rengginang Laut, Berdayakan Perempuan Pesisir

Rembang,Trenzindonesia - Peringatan Hari Kartini dimaknai sebagai momentum memperkuat peran perempuan dalam menghadapi keterbatasan....