Trenz Indonesia
News & Entertainment

Ini Kata Panglima Hukum Togar Situmorang Soal New Normal Bagi Penyandang Disabilitas

400

Bali, Trenz Video Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengajak masyarakat untuk dapat hidup berdamai dengan Covid-19. Pemerintah telah menginstruksikan agar fase kenormalan baru ini dapat dipersiapkan dengan baik. Sehingga New normal kembali digaungkan di tengah pandemi virus corona yang kian meluas dan menginfeksi jutaan orang di dunia, termasuk di Indonesia.

Selanjutnya muncul pertanyaan, apakah semua orang bisa mengikuti perubahan situasi ini? Seperti para kelompok stabilitas itu harus memerlukan waktu dan cara yang berbeda untuk melakukan penyesuaian.

Advokat dan Pengamat Kebijakan Publik Togar Situmorang, SH,MH,MAP menilai kita perlu memahami bahwa Setiap orang terlahir dengan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang telah di berikan oleh Tuhan Yang Maha Esa akan tetapi setiap kekurangan manusia baik secara fisik maupun non fisik yang dinilai tidak normal disebut dengan istilah penyandang cacat atau yang dikenal dengan sebutan “disabilitas” secara umum.

Perlu kita ingatkan kepada Pemerintahan Presiden Bapak Joko Widodo yang sudah berusaha keras untuk melawan Covid-19 yang diatasi pemerintah, kemudian menjadi dasar Joko Widodo berkeinginan untuk hidup berdampingan atau berdamai dengan Covid-19. Sampai muncul wacana new normal atau yang lebih di kenal dengan tatanan kegiatan sosial baru yang harus dilalui oleh masyarakat indonesia dalam menyikapi pandemi Covid-19,” kata Togar Situmorang,S.H., M.H., M.A.P., yang juga Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Pengkot POSSI) Kota Denpasar.

Advokat Kondang yang memiliki motto “Melayani Bukan Dilayani” ini menghimbau Pemerintah juga harus memperhatikan hak-hak dari “disabilitas” juga sesuai anamah dari  Pasal 1 angka 1 Undang-undang no 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Penyandang Disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.

Togar Sitomorang yang sering disapa “Panglima Hukum” menyatakan bahwa penyandang disabilitas itu mempunyai hak yang sama dalam hal memiliki pekerjaan. Dengan kita memperhatikan hak-hak yang dimiliki oleh kelompok disabilitas, itu sama halnya kita sudah memperhatikan hak asasi mereka. HAM bersifat universal, tidak dapat dikurangi, dibatasi, dihalangi, apalagi dicabut atau dihilangkan oleh siapa pun, termasuk Negara.

HAM dalam segala keadaan, wajib dihormati, dilindungi, dan dipenuhi tidak hanya oleh negara tetapi semua elemen bangsa termasuk pemerintah hingga masyarakat. Dengan pemahaman seperti itu, maka penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM terhadap warga negara harus dijamin dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia,” kata Advokat Togar Situmorang,S.H., M.H., M.A.P, Ketua Hukum dari RS dr. Moedjito Dwidjosiswojo Jombang Jawa Timur.

“Dalam new normal life salah satu yang perlu kita perhatikan adalah persoalan hak-hak disabilitas.
Selain itu, ia juga menyoroti proses pembelajaran anak-anak atau siswa berkebutuhan khusus. Togar juga menilai pemerintah belum memperhatikan kebutuhan para siswa difabel, mengingat saat ini diterapkan sistem pembelajaran dari rumah (school from home).
Penyandang disabilitas juga memiliki hak pendidikan, hak tersebut diatur dalam UU Penyandang Disabilitas yang tertuang dalam Pasal 10.

“Yang menjadikan school from home ini juga tantangan tersendiri. Apalagi mereka juga alatnya berbeda, mereka mungkin dengan keterbatasan dari sisi pendengaran, penglihatan dan sebagainya itu ada alat khusus yang mungkin di rumahnya tidak dimiliki, adanya di sekolahan. Nah hal seperti ini yang juga harus dipikirkan juga oleh pemerintah, tidak bisa kelompok disabilitas ini ditinggalkan dalam kenormalan baru.

Pemerintah harus benar-benar memperhatikan nasib dari kelompok disabilitas ini. Jangan sampai ada perbedaan diantara kita semua. Kita sebagai manusia harus bisa saling tolong menolong. Saling mengasihi dan mengayomi. Tidak ada perbedaan, dan kita punya hak yang sama di negeri ini,”
tutup Advokat Togar Situmorang,SH,MH,MAP.. Founder dan CEO Firma Hukum di Law Firm TOGAR SITUMORANG, Jl. Tukad Citarum No. 5 A Renon ( pusat ) dan cabang Denpasar, Jl. Gatot Subroto Timur No. 22 Kesiman Denpasar, Cabang Jakarta terletak di Gedung Piccadilly Jl. Kemang Selatan Raya No.99, Room 1003-1004, Jakarta Selatan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.