HomeNewsLokakarya Pemugaran Terumbu Karang

Lokakarya Pemugaran Terumbu Karang

Published on

Trenz News | Kebutuhan untuk mengubah perspektif visual dan profesional kita adalah tema umum di balik beberapa solusi teknis berbiaya rendah serta menjanjikan yang ditinjau pada “Lokakarya Pemugaran Terumbu Karang” baru-baru ini. Lokakarya yang disponsori International Union for Conservation of Nature (IUCN), Mars, Inc. dan Paul G. Allen Philanthropies tersebut, merupakan koalisi multidisiplin yang unik dari para ilmuwan, LSM, praktisi restorasi terumbu karang, Pemerintah dan pelaku bisnis, di Bali, Indonesia. Tujuannya, mengidentifikasi standar yang berbasis bukti dan menjanjikan untuk meningkatkan upaya restorasi terumbu karang di dunia.

“Industri investasi dan asuransi membutuhkan standar yang berbasis bukti ini demi memudahkan upaya restorasi terumbu karang,” kata Carl Gustaf Lundin, IUCN. “Berbagai solusi sederhana tersebut ingin membangun kembali ekosistem terumbu karang secara keseluruhan. Sistem restorasi terumbu karang yang dikembangkan oleh Mars, Inc. – membuat perangkat “coral spider” – menawarkan cara unik dalam menyediakan stabilitas struktural sehingga seluruh ekosistem terumbu karang (karang, invertebrata dan ikan) dapat hidup. Kehidupan yang dapat Anda dengar… inilah yang menjadikannya sangat menarik. Semakin banyak badan penelitian ilmiah yang menggunakan suara untuk memeriksa kesehatan terumbu karang supaya hasilnya mudah diukur.”

“Restorasi terumbu karang adalah kolaborasi baru yang menarik antara manusia dan ribuan spesies laut. Guna memaksimalkan kesuksesan, kami membayangkan menjadi karang, ikan kakaktua, dan udang, agar dapat memahami terumbu karang dari sudut pandang dan kebutuhan mereka. Untuk membangun kembali terumbu karang, kita perlu bergerak melampaui pertumbuhan dan penanaman karang bagi kebutuhan kita – melihat ke bawah – dan mulai berpikir dari sudut pandang ikan,” jelas Profesor Steve Simpson, University of Exeter, peserta lokakarya.

Paul Allen meyakini, penyelamatan terumbu karang dari bahaya perubahan iklim adalah tantangan penting yang dihadapi dunia saat ini, dan peningkatan restorasi terumbu karang akan menjadi perangkat yang amat diperlukan,” kata James Deutsch, Vulcan Inc. “Lokakarya ini mengembangkan aspek ilmu pengetahuan dan ekonomi dalam restorasi terumbu karang, menunjukkan bahwa peningkatan mungkin dilakukan jika kita menggabungkan beragam disiplin.”

Lokakarya dibuka oleh Dr. Ir. Safri Burhanuddin dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Republik Indonesia, yang memimpin sekelompok kecil ilmuwan dan pejabat pemerintah Indonesia. Kata Frank Mars, Mars, Inc., “Tantangan besar Indonesia dalam menjaga kesehatan terumbu karang sebagai daya tarik utama dalam meningkatkan industri pariwisata, begitu inspiratif. Saya merasa yakin, jika kita menggabungkan orang-orang yang tepat dari seluruh dunia dan bekerja secara kolaboratif , kita dapat bangkit dalam menghadapi berbagai tantangan spesifik yang dihadapi Indonesia, dan mungkin terumbu karang di seluruh dunia.”

Setelah lokakarya, sebagian peserta melanjutkan perjalanan ke Makassar, Sulawesi untuk menyelam dan memberikan tinjauan sejawat (peer review) tentang sistem restorasi terumbu karang di Mars. Mars melanjutkan, “Dengan dukungan pemerintah Indonesia, Mars telah giat bekerja sejak 2011 untuk mengembangkan sistem yang terukur, dapat digunakan siapa pun yang terlatih dengan baik demi memulihkan daerah-daerah reruntuhan di sebagian besar terumbu karang di seluruh dunia.” Umpan-balik berupa tinjauan sejawat setelah menyelam di area terumbu karang yang dipulihkan seluas tiga hektar di Makassar, dirangkum dengan baik oleh Profesor David Smith, University of Essex, yang banyak meneliti tentang Indonesia. “Wow! Selama 30 tahun menyelam, saya tidak mengingat, kapan saya pernah melihat karang seluas itu. Baseline ekologis benar-benar perlu disesuaikan lagi. Banyak dari kita mungkin harus mengubah pandangan kita mengenai terumbu karang berkualitas tinggi. Saya mendapatkan inspirasi dan harapan baru bagi terumbu karang di seluruh dunia.”

Hasil lokakarya ini nantinya akan dikumpulkan dan dipublikasikan, serta diikutkan dalam percakapan pada ajang Our Oceans Conference yang akan diadakan di Bali, akhir Oktober 2018. (PRNewswire / TrenzIndonesia) | Foto: Google.co.id

Latest articles

BHC Training Center Gelar Pelatihan Perming Profesional untuk Barber

BHC Training Center kembali menghadirkan pelatihan yang menarik bagi para profesional di dunia Barber!...

Fashion Show Nina Septiana Nugroho Curi Perhatian di Diskusi NGOBRAS Kartini Film, Musik dan Seni

Jakarta ,Trenzindonesia - Jakarta – Penampilan fashion show dengan koleksi busana muslim terbaru karya...

Tangis Haru di Hong Kong! Duet Novi Ayla dan Abi Hadad Alwi Bikin 3.000 TKI Larut dalam Shalawat

Jakarta, Trenzindonesia.com | Suasana haru menyelimuti konser “Shalawat dan Doa” di Hong Kong ketika...

Kawal APBD 2026, Kemendagri Perketat Aturan Anggaran Stunting agar Tepat Sasaran

DEPOK,Trenzindonesia.com - Pemerintah melalui Kemendagri mengambil langkah tegas untuk memastikan anggaran penanganan stunting...

More like this

Kawal APBD 2026, Kemendagri Perketat Aturan Anggaran Stunting agar Tepat Sasaran

DEPOK,Trenzindonesia.com - Pemerintah melalui Kemendagri mengambil langkah tegas untuk memastikan anggaran penanganan stunting...

Pushan Geopolitik Al Azhar: Peradilan Militer yang “Keras” Jadi Pilar Disiplin Prajurit

Jakarta,Trenzindonesia.com - Peneliti Pusat Kajian Pertahanan dan Geopolitik Universitas Al Azhar Indonesia, Heri Herdiawanto,...

Ibu Eko di Rembang Olah Rengginang Laut, Berdayakan Perempuan Pesisir

Rembang,Trenzindonesia - Peringatan Hari Kartini dimaknai sebagai momentum memperkuat peran perempuan dalam menghadapi keterbatasan....