HomeNewsNFA Apresiasi Kota Semarang Atasi Susut dan Sisa Pangan Lewat Gerakan Srikandi...

NFA Apresiasi Kota Semarang Atasi Susut dan Sisa Pangan Lewat Gerakan Srikandi Pangan

Published on

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti didampingi Direktur Kewaspadaan Pangan NFA, Nita Yulianis mengapresiasi Gerakan Srikandi Pangan

Semarang, Trenzindonesia.com | Upaya mengurangi susut dan sisa pangan (SSP) di Indonesia kini semakin mendapat perhatian serius. Badan Pangan Nasional (NFA) mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Semarang yang menggandeng kader PKK hingga organisasi pemuda melalui gerakan Srikandi Pangan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam mengkonsumsi makanan.

Direktur Kewaspadaan Pangan NFA, Nita Yulianis, menegaskan bahwa persoalan SSP tidak bisa dianggap sepele. Menurut data global, sekitar 1,3 miliar ton makanan terbuang setiap tahun, setara sepertiga dari total produksi pangan dunia. Di Indonesia, jumlah sampah makanan diperkirakan mencapai 23 hingga 48 juta ton per tahun dengan potensi kerugian ekonomi mencapai Rp551 triliun.

Semarang hari ini menunjukkan contoh nyata. Dengan menggerakkan Srikandi Pangan, ibu-ibu PKK dan pemuda ikut menjadi agen perubahan untuk menghentikan boros pangan. Ini bukti kesadaran masyarakat semakin tumbuh,” ujar Nita Yulianis dalam Workshop dan Pengukuhan Srikandi Pangan Kota Semarang, Selasa (19/8/2025).

Peran Masyarakat dalam Stop Boros Pangan

Nita menekankan ada tiga langkah penting yang bisa dilakukan masyarakat:

  1. Menjadi agen perubahan dengan menerapkan 8 Tips Stop Boros Pangan.
  2. Menyebarkan pesan bijak memanfaatkan pangan dan mengkonsumsi makanan kepada keluarga terdekat dan lingkungan sekitar.
  3. Melakukan aksi nyata, seperti redistribusi pangan layak konsumsi kepada yang membutuhkan.

Sementara itu, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi menambahkan, isu SSP telah menjadi perhatian global sehingga perlu keterlibatan akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media (ABCGM) secara berkelanjutan.

Srikandi Pangan Sebagai Agen Perubahan

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menegaskan komitmennya menjadikan gerakan Srikandi Pangan sebagai bagian dari budaya baru di masyarakat.

Srikandi Pangan harus bisa menanamkan gaya hidup sayang pangan. Ambil makanan secukupnya, masak sesuai porsi, dan jika ada sisa lebih baik dibagikan kepada yang membutuhkan. Stop pemborosan makanan, stop menyia-nyiakan makanan,” tegas Agustina.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih Setyawulan, menekankan bahwa gerakan ini juga sejalan dengan empat pilar ketahanan pangan: ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas.

Menjaga stabilitas pangan salah satunya dengan tidak boros. Saat belanja cukup sesuai kebutuhan, saat makan jangan ada yang terbuang. Dengan begitu, kita bisa memperkuat ketahanan pangan sekaligus menyelamatkan masa depan pangan,” jelasnya.

Dukungan Lintas Sektor

Pada kesempatan tersebut, NFA juga mengukuhkan Wali Kota Semarang sebagai Penanggung Jawab Srikandi Pangan, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang Lies Iswar Aminuddin sebagai Ketua Srikandi Pangan, serta Ketua KNPI Kota Semarang, Citra Mahardika dan PKK tingkat kecamatan serta kelurahan sebagai bagian dari gerakan ini.

Dengan adanya gerakan Srikandi Pangan, diharapkan Semarang menjadi contoh kota yang berhasil membangun kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah makanan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Latest articles

Haflah YGMQ Bogor Meriah! 500 Peserta Padati Ballroom, Bukti Generasi Qurani Kian Berkembang

Bogor, Trenzindonesia.com | Semangat mencetak generasi Qurani kembali terasa kuat di Kabupaten Bogor. Ratusan...

BHC Training Center & Master Trainer MUA Indonesia Kembali Buka Workshop Guru MUA, Gandeng MUA Berpengalaman Olis Herawati

Setelah sukses menggelar workshop calon guru make up pada 10-11 April 2026, BHC Training...

Ati Ganda Siap Bongkar Rahasia 40 Tahun Berkarya di NGOBRAS 2026, Diskusi Kartini Kreatif yang Wajib Ditunggu!

Jakarta, Trenzindonesia.com | Sosok koreografer senior Ati Ganda dipastikan menjadi salah satu magnet utama...

Gorontalo Siap Sambut 30 Ribu Peserta PENAS XVII 2026, Infrastruktur dan Homestay Hampir Rampung

Gorontalo – Provinsi Gorontalo kian mantap menyambut pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII...

More like this

Gorontalo Siap Sambut 30 Ribu Peserta PENAS XVII 2026, Infrastruktur dan Homestay Hampir Rampung

Gorontalo – Provinsi Gorontalo kian mantap menyambut pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII...

Sosok Nina Nugroho di Balik FORWAN: Diam-Diam Berkontribusi, Dampaknya Besar

Jakarta , Trenzindonesia.com – Di balik solidnya Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia, ada sosok...

Geopark Indonesia Dikebut Kemendagri Jelang Revalidasi UNESCO

Keterangan foto:*Direktur SUPD 3, Fauzan (kiri) Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Media, Kastorius (tengah) Sekda Kab Belitung, Marzuki (kanan)