Bahasa daerah
Jakarta, Trenzindonesia.com | Adanya globalisasi yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia membuat dunia semakin menyempit.
Setiap peristiwa yang terjadi di sebuah negara, mudah dibaca penduduk negara lain. Keterhubungan digital melalui internet dan media sosial membuat berita menyebar cepat. Manusia pun terkoneksi dan menciptakan banyak inovasi dengan globalisasi yang menyebar cepat ini.
Adanya globalisasi menciptakan era keterhubungan manusia secara digital. Fenomena internet dan media sosial mengakibatkan kemudahan dalam kehidupan manusia.
Meski belakangan, digitalisasi menjadi celah kejahatan digital dan berbagai praktek kejahatan. Tetapi sulit dipungkiri, digitalisasi menciptakan integrasi yang sangat dekat antara manusia dan teknologi.
Di tengah globalisasi dan era digital, kearifan lokal khususnya bahasa daerah di Indonesia semakin kehilangan makna.
Bangsa Indonesia semakin kehilangan semangat mempelajari dan mengamalkan bahasa daerah. Di era persaingan kompetitif dan daya saing global, bahasa asing diagungkan sebagai faktor tunggal penentu kesuksesan hidup seseorang.
Sementara bahasa daerah dianggap sesuatu yang kurang relevan dan ketinggalan zaman.
Padahal kemerdekaan Indonesia yang mencapai usia 80 tahun ikut ditentukan dari pergaulan antar daerah melalui komunikasi dengan bahasa daerah.
Sejarah bangsa Indonesia mencatat, bagaimana Sumpah Pemuda berakar pada identitas kedaerahan kemudian menjadi identitas nasional.
Bahasa daerah diakui sebagai unsur pembentuk kejayaan bangsa, dari bahasa daerah kita menyatu dalam ikatan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia akhirnya diakui dalam Sumpah Pemuda 1928 sebagai bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Kondisi ini semakin ditegaskan bahwa kemajuan bangsa Indonesia ditentukan pembangunan di daerah.
Dalam membangun daerah, melestarikan bahasa daerah adalah sebuah kewajiban manusia Indonesia. Bukan sekedar memahami, menghafal dan mengimplementasikan, melainkan bahasa Indonesia merupakan cerminan menjaga kata dan keadaban bangsa.
Dalam bahasa daerah banyak sekali makna yang tersampaikan dan konsep ajaran hidup yang sayang untuk dilewatkan.
Adanya pelestarian bahasa daerah adalah sebuah kebutuhan strategis dalam merawat makna dan identitas kolektif bangsa Indonesia. Kita perlu mengembalikan semangat bahasa daerah sebagai akar dari terbentuknya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan antar elemen bangsa Indonesia.
Merawat bahasa daerah merupakan bagian spirit nasionalisme, sebuah gerakan membela negara dalam praktek nyata keseharian hidup di masyarakat.
Semakin kita menjaga bahasa daerah, ini bermakna bangsa Indonesia menghargai jasa besar pahlawan pendiri bangsa Indonesia.
***Penulis Oleh : Inggar Saputra (Praktisi Pendidikan dan Kebangsaan)
