Lampung, Trenzindonesia.com | Peran santri dalam dunia media dan teknologi digital semakin mendapat sorotan. Hal ini tampak dalam Summit ke-III Media Pondok Lampung yang digelar di Pondok Pesantren Wali Songo Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah, dengan mengusung tema “Santri Kreatif, Media Inspiratif.”
Acara tersebut mempertemukan pegiat media pesantren, komunitas santri kreatif, hingga praktisi media nasional untuk memperkuat kontribusi santri di tengah derasnya arus digitalisasi.
Pesan Transformasi Pesantren

Dalam sambutannya, pengasuh Ponpes Wali Songo, KH. Syaikhul Ulum Syuhadak, menyampaikan rasa syukur karena pesantrennya dipercaya menjadi tuan rumah. Ia memberikan analogi menarik tentang perkembangan teknologi komunikasi dari era Nokia, BlackBerry, hingga Android/iOS.
“Begitulah juga dengan pesantren, ia selalu bertransformasi, mencetak karakter, dan tetap relevan sepanjang zaman,” ujarnya.
KH. Syaikhul Ulum juga menyinggung fenomena sosial media, khususnya soal tren FOMO (Fear of Missing Out) dan peluang FYP (For You Page). “Kalau FYP bisa dikuasai oleh pesantren, maka konten santri bisa trending. Bayangkan, sekali saja santri benar-benar trending, itu akan jadi mercusuar utama yang meninggikan nama pesantren,” tambahnya dengan optimisme.
Tantangan Teknologi dan Istiqomah
Sementara itu, Gus H. Ali Wafa menekankan pentingnya istiqomah dalam mengelola media pesantren. Menurutnya, algoritma internet pada dasarnya menuntut konsistensi.
“Program sebagus apapun jika tidak istiqomah tidak akan berhasil,” tegasnya.
Ia juga menyoroti perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang kian masif. “Hari ini AI bahkan bisa menguasai kita jika tidak bijak menggunakannya. Saiki wes ora ana sing teko acara karo nggowo buku lan pulpen, kabeh wis pindah ke digital. Tapi jangan sampai semangat belajar ikut hilang,” pesannya.
Harapan lahirnya santri kreatif
Melalui forum ini, Media Pondok Lampung berharap lahir santri kreatif yang tidak hanya menjadi pengguna media, tetapi juga produsen konten inspiratif yang memberi dampak positif bagi masyarakat luas.
Dengan kolaborasi dan penguatan jejaring antar media pondok, santri diharapkan mampu menjadikan media sebagai sarana dakwah modern yang relevan, inspiratif, sekaligus mengangkat nama pesantren di kancah nasional maupun global.
