Trenz Indonesia
News & Entertainment

Peringatan 40 Hari Berpulangnya Dorman Borisman: Menghormati Guru dan Warisan Seni

343

Jakarta, Trenzindonesia.com | Sejumlah grup teater di Jakarta Timur akan menggelar acara “Peringatan 40 Hari Berpulangnya Dorman Borisman” sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan. Acara ini akan berlangsung di Gelanggang Remaja Jakarta Timur (GRJT), Jalan Otista Raya 121, Jakarta, pada Sabtu, 15 Juni 2024.

Menghormati Guru dan Leluhur

Penghormatan kepada orang tua, guru, sesepuh, dan leluhur adalah mata rantai yang menyambungkan tali keilmuan dan kebajikan. Semua kita secara alami mengikuti jejak para pendahulu, menunjukkan bahwa kita tidak bisa berdiri sendiri tanpa bimbingan para guru.

“Seorang murid harus senantiasa mencari keridhaan dari guru. Begitulah keutamaan mendahulukan adab dibanding ilmunya sendiri,” ujar Bambang Oeban, Ketua Panitia Pelaksana acara ini.

Mengenang Dorman Borisman

Dorman Borisman, aktor senior yang meninggal dunia pada 7 Mei 2024, lahir di Jakarta pada 5 Februari 1951. Dalam industri perfilman dan pertelevisian, ia telah membintangi lebih dari 45 judul film layar lebar dan ratusan judul film televisi (FTV) serta serial sinetron. Karirnya di layar lebar dimulai pada 1977 lewat film “Suci Sang Primadona.” Salah satu sinetron paling fenomenal yang dibintanginya adalah “Saras 008” (Indosiar, 1998-2004), di mana ia berperan sebagai Mas Yudhis.

Kontribusi di Dunia Teater

Di dunia teater, Dorman dikenal baik sebagai aktor maupun sutradara. Ia bekerja sama dengan tokoh-tokoh teater terkemuka seperti Teguh Karya, Arifin C. Noer, dan Putu Wijaya. Selain itu, Dorman mendirikan Teater Jakarta Timur yang bermarkas di GRJT dan ikut mendirikan Ikatan Teater Jakarta Timur (IKATAMUR), yang mengayomi puluhan grup teater di Jakarta Timur.

Acara Peringatan

Acara “Peringatan 40 Hari Berpulangnya Dorman Borisman” akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti pembacaan kilas sejarah perkembangan seni teater di Jakarta Timur, refleksi kehidupan Dorman Borisman di seni teater dan industri perfilman Indonesia, serta simbiosis mutualisme Teater Jakarta Timur dan Bengkel Teater Rendra. Selain itu, acara ini juga akan menampilkan pembacaan puisi, seni monolog, dan atraksi seni lainnya.

Grup teater yang terlibat dalam acara ini antara lain Teater Jakarta Timur, Sanggar Humaniora, Sanggar Teater Jakarta, Kelompok Ngamen 78, Teater Kubur, Teater Polos, Teater Mantaka, Mata Art Community, Bengkel Creative Anak Indonesia (BCAI), dan grup teater lainnya. Acara ini juga didukung oleh berbagai asosiasi kelompok teater seperti IKATAMUR, INDRAJA (Ikatan Drama Jakarta Barat), ITERA (Ikatan Teater Jakarta Utara), SINTESA (Simpul Interaksi Teater Selatan), dan Teater Atap Salihara.

Wadah Silaturahmi dan Motivasi

Menurut Bambang Oeban, acara ini juga menjadi wadah silaturahmi bagi para penggiat teater di Jakarta. “Acara ini menjadi semacam naungan dan langkah bersama untuk memotivasi lahirnya proses-proses penggarapan sebuah karya teater,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya berencana menggelar Jambore Teater Tingkat Nasional setelah acara ini.

Peringatan 40 hari berpulangnya Dorman Borisman bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga pengakuan terhadap kontribusinya di dunia seni.

“Dorman Borisman adalah aktor dan seniman besar yang hidupnya tetap sederhana dan bersahaja. Keberadaanmu kami catat di halaman buku sejarah teater, film, dan sinetron Indonesia dengan tinta emas. Kami selalu mengenang semua jasamu sebagai sokoguru,” ungkap Bambang Oeban penuh haru.

Leave A Reply

Your email address will not be published.