HomeNewsPilkada 2024: Netralitas RT/RW, Pilar Kesejukan dan Harapan Demokrasi

Pilkada 2024: Netralitas RT/RW, Pilar Kesejukan dan Harapan Demokrasi

Published on

Cianjur, Trenzindonesia.com | Memasuki tahapan kampanye Pilkada Serentak 2024, netralitas Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) menjadi salah satu faktor kunci dalam menjaga kesejukan dan stabilitas sosial di tengah masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Human Studies Institute (HSI), Rasminto, dalam Rakernis Penanganan Pelanggaran Pemilihan 2024 yang digelar oleh Bawaslu Kabupaten Cianjur di Hotel Sangga Buana, Cianjur.

“Sebagai tokoh publik dan panutan bagi warga, RT dan RW diharapkan dapat memastikan proses pemilihan berlangsung aman, tertib, dan bebas dari tekanan,” ungkap Rasminto.

Ia menjelaskan, netralitas para RT dan RW sangat penting untuk menghindari potensi konflik antarwarga. “Ketegangan dalam proses politik sering kali memicu perpecahan, terutama jika tidak dikelola dengan baik,” jelasnya lebih lanjut.

Pakar Geografi Manusia dari Universitas Islam 45 (Unisma) ini juga menegaskan bahwa netralitas RT dan RW merupakan pilar penting dalam menciptakan iklim demokrasi yang sehat. “Ketua RT dan RW adalah tokoh masyarakat, netralitas mereka berperan besar dalam memastikan masyarakat dapat memilih secara bebas tanpa pengaruh atau tekanan dari pihak manapun,” tegasnya.

Selain menjaga kesejukan politik, netralitas RT dan RW juga menjadi bagian dari upaya untuk mengurangi dan mencegah pelanggaran selama Pilkada Serentak 2024. Dengan peran yang dekat dengan masyarakat, RT dan RW bisa menjadi pengawas awal untuk mendeteksi pelanggaran, seperti politik uang, kampanye hitam, atau intimidasi.

“Peran mereka sebagai pengawas awal diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), sehingga tindakan preventif bisa segera diambil,” lanjutnya.

Rasminto juga menyoroti fenomena keterlibatan RT dan RW dalam kelompok tim sukses pasangan calon. Menurutnya, keterlibatan tersebut menimbulkan masalah etis, mengingat posisi RT dan RW sebagai bagian dari lembaga kemasyarakatan di tingkat desa atau kelurahan. “Sikap berpihak atau terlibat dalam kampanye bisa mencederai netralitas mereka. Literasi politik yang matang sangat dibutuhkan agar ekses negatif dari pemilihan bisa dihindari,” tegasnya.

Ia pun mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu untuk lebih gencar dalam melakukan sosialisasi terkait hak, kewajiban, serta larangan dalam pemilu kepada warga di tingkat RT dan RW. “Sosialisasi aktif oleh KPU dan Bawaslu sangat penting untuk meminimalisasi kesalahpahaman yang bisa berujung pada pelanggaran pemilu,” pungkasnya.

Latest articles

Hadirkan Ustadz Subki Al-Bughury, Ikatan Alumni SMP 45 Jakarta Gelar Gebyar Muharram 1448 H dengan Santunan Yatim

Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Taklim Ikatan Alumni SMP...

Program Jumat Berkah Wartawan Pekan – 76 , Gandeng Chandra Wahyu dan Sylvia Nabila Gelar Aksi Sosial untuk Warga Cibubur

Jakarta , Trenzindonesia.com - Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui...

Andrigo Kembali Bangkitkan Luka Lewat “Pacar Selingan 2”, Gandeng Label Besar Malaysia Luncai Emas

Nama Andrigo seolah tidak bisa dipisahkan dari lagu fenomenal “Pacar Selingan”. Lagu yang pernah...

Indra Adhari Musisi Independen Rilis Cinta Sejati, Single Ke-5 di Konsep One Month One Song

Indra Adhari penyanyi sekaligus pencipta lagu kembali menegaskan komitmennya di industri musik tanah air...

More like this

Program Jumat Berkah Wartawan Pekan – 76 , Gandeng Chandra Wahyu dan Sylvia Nabila Gelar Aksi Sosial untuk Warga Cibubur

Jakarta , Trenzindonesia.com - Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui...

Kisah Yanti, Nasabah PNM Mekaar yang Sukses Bangun Usaha Kriya dari Nol: Modal Kepercayaan Jadi Kunci Perubahan Hidup

Jakarta, Trenzindonesia.com | Dipercaya, Bukan Dikasihani: Cerita Perempuan Ultra Mikro yang Berani Bermimpi Lebih...

Rela Tempuh Hutan Demi Mengajar, Kisah Guru Honorer di Sikka Ini Menyentuh Hati Publik

Jakarta, Trenzindonesia.com | Di tengah keterbatasan akses dan minimnya fasilitas pendidikan di pelosok daerah,...