Trenz Indonesia
News & Entertainment

PN Jakut Kembali Tunda Persidangan Dugaan Penggelapan Dana Rp1 Miliar Terdakwa Erna Suparto

59

Jakarta, Trenz News | Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara kembali menunda persidangan terhadap terdakwa Erna Suparto yang diduga telah menggelapkan dana Rp1 Miliar milik Nigiyati Tan.

Sidang yang beragendakan tuntutan seraya mendengarkan keterangan saksi ahli dari pihak terdakwa terpaksa harus ditunda, lantaran saksi ahli kembali berhalangan untuk hadir.

Akibat ketidakhadiran saksi ahli bernama Prof. Syaiful Bahri tersebut, hakim memutuskan melanjutkan persidangan dengan agenda pembacaan pledoi yang diagendakan pada Kamis (11/2), di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Nigiyati Tan yang menjadi pelapor atas tindakan yang dilakukan Erna kembali harus rela menanti lebih lama untuk dapat memastikan nasib uang yang ia harapkan kembali dari terdakwa.

“Sudah sangat lelah, karena ini seperti lari marathon yang berlangsung dalam waktu panjang, namun bagaimana lagi, demi kembalinya hak tersebut, saya harus siap menjalani,” ujar Nigiyati saat ditemuai di PN Jakrta Utara.

Ia sudah membaca gelagat bahwa Erna sudah tidak mempunyai itikad baik untuk membayar hutangnya. Bahkan menurutnya, saat Erna punya uang, alih-alih mau membayar kewajibannya itu, Erna Suparto lebih senang menggunakan uangnya untuk menuntut balik dirinya secara perdata.

“Dari sini saja kita tahu bahwa yang bersangkutan memang tak punya niat baik menyelesaikan masalah ini,” tandasnya.

Sementara itu pengacara Erna Suparto, Robin Susanto SH menjelaskan, pihaknya tak bisa menghadirkan Prof Syaiful Bahri yang akan bertindak sebagai saksi ahli bagi Erna lantaran persoalan teknis yang dialaminya.

“Saat ini beliau sedang berada di Surabaya dan tidak bisa dihadirkan walau secara online,” ujar Robin.

Dirinya menjelaskan pada sidang berikutnya yang mengagendakan pembacaan pembelaan dari pihak terdakwa, alias pledoi, dirinya tetap akan meminta hakim untuk mengembalikan status perkara ini dari pidana menjadi perkara perdata.

“Karena ini pada awalnya masalah bisnis, namun karena kondisi ekonomi yang kurang bagus, membuat klien kami tidak bisa menyelesaikan kewajibannya,” tandasnya.

Erna Suparto sendiri terancam hukuman penjara selama 4 tahun akibat kasus hukum yang didakwakan padanya yaitu melakukan penggelapan uang sebesar Rp1 miliar milik Nigiyati Tan.

Ancaman kurungan tersebut menanti setelah gugatan perdatanya ditolak Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan proses hukum yang tadinya berjalan secara perdata, berubah menjadi masalah pidana.

Leave A Reply

Your email address will not be published.