Trenz Indonesia
News & Entertainment

Produk Tradisional Indonesia Berpeluang Menjadi Merek Internasional

169

JAKARTA, Trenzindonesia | Berita gembira datang dari Jenewa, Swiss. Pemerintah Indonesia membuka peluang bagi barang dan jasa khas atau tradisional Indonesia untuk didaftarkan sebagai merek internasional.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Andap Budhi Revianto pada Senin (10/07/2023).

“Andaikata saya mendapat kabar menggembirakan dari Pak Menteri yang saat ini menghadiri sidang WIPO di Jenewa, Swiss, bahwa produk-produk tradisional Indonesia dapat menjadi merek internasional,” ungkap Andap dari kantornya di kawasan Kuningan, Jakarta.

Hal ini menjadi mungkin berkat aksesi Nice Agreement tentang Klasifikasi Internasional atas Barang dan Jasa. Nice Agreement adalah perjanjian internasional yang mengatur klasifikasi internasional terhadap barang dan jasa untuk tujuan pendaftaran merek. Sementara itu, aksesi adalah tindakan pemerintah Indonesia untuk menjadi pihak yang terikat dalam perjanjian internasional ini, sehingga memudahkan pendaftaran merek tradisional Indonesia di tingkat internasional.

Andap menjelaskan langkah dan upaya yang telah dilakukan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly dalam mendorong usaha ini. Yasonna melakukan diplomasi dengan Direktur Jenderal World Intellectual Property Organization (WIPO), Daren Tang, di kantor pusat WIPO di Jenewa pada Jumat waktu setempat (07/07/2023).

“Saat berada di Jenewa, Bapak Menteri berkesempatan untuk bertemu dengan Direktur Jenderal WIPO, Daren Tang di kantor beliau pada Jumat waktu setempat kemarin. Dalam pertemuan bilateral tersebut, Bapak Menyerahkan instrumen aksesi Nice Agreement,” ungkapnya.

“Dengan Nice Agreement, Indonesia dapat memasukkan daftar barang dan jasa yang khas atau tradisional Indonesia, seperti jamu, gentong, batik, dan produk tradisional lainnya ke dalam Daftar Barang dan Jasa yang diatur dalam Nice Agreement,” tambahnya.

Aksesi Nice Agreement ini akan mendorong promosi nama-nama khas dan tradisional Indonesia, serta memudahkan penentuan kelas barang dalam pendaftaran merek secara nasional maupun internasional melalui Madrid Protocol, yang juga diaksesi oleh Indonesia.

“Dengan aksesi ini, Indonesia akan meningkatkan sistem merek nasional untuk memenuhi standar internasional dalam pendaftaran merek,” pungkasnya.

Keputusan ini memberikan peluang besar bagi produk-produk tradisional Indonesia untuk mendapatkan perlindungan hukum sebagai merek internasional. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan pengakuan global terhadap kekayaan budaya Indonesia, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi para produsen dan pengrajin produk tradisional. IIan Rasya / Fjr)

Leave A Reply

Your email address will not be published.