Trenz Indonesia
News & Entertainment

Tim JKW-PWI Terhalang Cuaca Buruk Untuk Bisa Memasuki Kalimantan

437

Tanjung Pinang, News I Cuaca buruk menghambat pelayaran kapal penumpang di banyak perairan Indonesia. Kendala ini pula yang dihadapi Tim JKW-PWI (Jelajah Kebangsaan Wartawan-Persatuan Wartawan Indonesia).

Rencana Rabu (1/12/2021) tim motoris akan melanjutkan pelayaran dari Kepulauan Riau menuju Pelabuhan Sintete (Kalbar) namun harus tertunda. Mendapatkan kabar buruk tersebut, tim yang beranggotakan Agus Blues Asianto, Yanni Krishnayanni, Indrawan Ibonk, dan Sonny Wibisono hanya mampu mengelus dada.

Senin (29/11/2021) malam lalu, Tim JKW-PWI sudah merapat di Pelabuhan Tanjung Uban, Tanjung Pinang, pilihannya mereka langsung mencari informasi kapal yang akan berlayar dari Pelabuhan Tanjung Uban, Tanjung Pinang menuju Pelabuhan Sintete di Kalimantan Barat.

Tim yang menginap di Bintan Lumba-Lumba Inn Hotel yang telah disiapkan oleh sponsor. Telah menunggu di sana adalah pihak dari Ban Kingland yaitu Herman Jasa Saputra selaku Supervisor Kingland Batam; lalu ada Bahagia selaku Direktur PT Cahaya Eco Indonesia Batam; dan juga Stefanus Antony Wijaya yang merupakan Direktur PT Niaga Sukses Bintan, Tanjung Pinang.

Esok paginya, tim singgah di toko milik Stefanus Antony Wijaya yang berada di Jalan Kijang Lama Nomor 7. Persis di Belakang Ruko Bangunan Center Point, Tanjung Pinang. Setiba di sana, informasi mengenai tak adanya pelayaran tak sedap itu datang.

KMP Bahtera Nusantara yang telah sandar di Pelabuhan Kijang, batal berlayar hari ini. Antony menerima kabar dari seseorang bernama Edo, yang katanya komoder kapal itu.

“Cuaca di lautan buruk. Bagaimana ini?” ucap satu-satunya motoris wanita dalam tim, Yanni Krishnayanni, menirukan Antony.

“Seketika kami semua lemas,” imbuhnya.

Antony berinisiatif menelpon koleganya untuk mencari informasi lebih jauh di Pelabuhan Kijang. Informasinya ada kapal Pelni khusus penumpang, yang akan berlayar ke Sintete pada sore hari.

Empat kuda besi tunggangan tim JKW-PWI ditinggal. Mereka menggunakan satu mobil ditemani Herman Jasa Saputra segera menuju pelabuhan Kijang. Sekitar tengah hari tiba di Pelabuhan Kijang, loket belum dibuka. Tidak seorang juga yang bisa dimintai informasi.

Antony dan Herman, sibuk menelepon siapa pun jaringan yang bisa memberi informasi. Tetap saja tidak ada titik cerah.

Tim JKW-PWI pun kembali menyambangi Kantor Pelni yang berada di Jalan A. Yani, Tanjung Pinang. Jawaban yang didapatkan justru menambah keruwetan. Tes PCR menjadi syarat utama untuk menyeberang. Bahkan dikabarkan kalau kapal semenjak merebaknya pandemi Covid-19 meniadakan untuk menyebrangan kendaraan mobil dan motor.

Mobil melaju kembali ke kantor Antony, tempat motor dititipkan. Dua motoris PWI, Agus Blues Asianto dan Indrawan Ibonk, memutuskan untuk riding sejauh 63 km menuju ke Pelabuhan Tanjung Uban, demi mendapatkan informasi lebih detail. Dua rekan lainnya, Sonny Wibisono dan Yanni Krishnayanni, kembali ke Bintan Lumba Lumba Inn Hotel sambil mencari informasi terkait pelayaran untuk menuju ke tanah Kalimantan.

Namun lagi-lagi kabar buruk harus menemanii Tim JKW-PWI. Menjelang sore, tim menerima foto surat Berita Acara Pengalihan Rute Kapal yang dirilis pihak ASDP. Isinya pemberitahuan cuaca buruk. Gelombang laut diperkirakan 2.5 hingga 4 meter, dengan kecepatan angin 30 hingga 40 knot yang akan terjadi mulai 30 November hingga 7 Desember 2021.

“Tidak ada yang bisa dilakukan lagi. Sekali lagi terbukti, manusia cuma bisa berencana, alam yang menentukan. Jalan alternatif lainnya adalah terbang dengan pesawat, tapi nasib motor bagaimana? Mau tidak mau, tim harus menunggu,” ucap Yanni.

Ada cerita di setiap kilometernya. Jadi, inilah kisah perjalanan di kilometer 5.600 Tim JKW-PWI harus menanti cuaca membaik untuk bisa memasuki tanah Kalimantan.

Pilihannya untuk menanti jadwal pelayaran yang dikabarkan baru akan terjadi pada  Selasa 7 Desember 2021 mendatang, Tim JKW-PWI pun mengeksplor ke Pulau Penyegat serta sudut-sudut kota Tanjung Pinang. I Foto-foto: Indrawan Ibonk, Yanni Krishnayanni, Kingland Tj. Pinang.

Leave A Reply

Your email address will not be published.