HomeNewsWapres Luncurkan MPP Digital untuk Meningkatkan Pelayanan Publik di Indonesia

Wapres Luncurkan MPP Digital untuk Meningkatkan Pelayanan Publik di Indonesia

Published on

JAKARTA, Trenzindonesia | Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meluncurkan Mal Pelayanan Publik (MPP) digital di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada Selasa, 20 Januari 2023. MPP digital ini merupakan langkah awal pemerintah dalam upaya mengintegrasikan dan memadukan layanan digital di seluruh tanah air. Tahap awal implementasi MPP digital telah dilakukan di 21 MPP kabupaten/kota.

Wapres mengungkapkan bahwa MPP digital berbasis pola pelayanan publik berfungsi untuk mentransformasi mental birokrasi menjadi birokrasi yang melayani dalam konteks demokrasi. Dia juga menekankan perlunya pengembangan MPP digital secara berkelanjutan. Untuk mencapai pelayanan publik yang berkualitas, institusi birokrasi di tingkat pusat dan daerah perlu mengesampingkan ego sektoral dan meningkatkan kesadaran kolektif dalam memadukan kewenangan, menyepakati standar dan jenis pelayanan publik, serta mengubah cara kerja yang lebih terpadu di lintas institusi birokrasi.

Wapres menjelaskan bahwa MPP hadir untuk menghilangkan citra layanan publik yang memakan waktu, antrian panjang, praktik percaloan, dan minimnya informasi layanan. Selain itu, ia menegaskan bahwa MPP tidak hanya berkaitan dengan bangunan fisik, tetapi juga harus memastikan fungsi pelayanan publik yang terpadu dapat berjalan dengan baik, cepat, dan nyaman.

Wapres meminta semua pemangku kepentingan di berbagai tingkatan untuk terus menghadirkan inovasi dalam pengembangan MPP digital. Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam memastikan implementasi MPP digital.

Dalam strategi pengembangan MPP digital, Wapres menyampaikan beberapa poin. Pertama, dia mendorong seluruh kementerian/lembaga (K/L), pemerintah daerah (pemda), dan pemangku kepentingan lainnya untuk memahami tren disrupsi teknologi yang membutuhkan perubahan pola pikir dan pelayanan publik berkualitas. Digitalisasi pelayanan publik tidak hanya mengubah versi analog menjadi digital, tetapi juga harus diikuti dengan perubahan pola pikir dan mengedepankan digitalisasi yang terintegrasi.

Kedua, MPP digital diharapkan menjadi solusi bagi fragmentasi pelayanan publik. MPP digital harus mampu mengintegrasikan proses bisnis pelayanan lintas sektor, standardisasi layanan, penggunaan teknologi informasi yang mudah dan murah, serta literasi digital.

Ketiga, Wapres meminta agar K/L dan pemda secara intensif memastikan pelaksanaan percontohan MPP digital, termasuk memperluas cakupan layanan dasar yang sering diakses oleh masyarakat. Aspirasi dan umpan balik dari uji coba MPP digital ini harus diperhatikan dan diperbaiki dari waktu ke waktu.

Keempat, Wapres menekankan pentingnya menyelaraskan MPP digital dengan langkah-langkah dalam mencapai target prioritas nasional, seperti peningkatan investasi, penghapusan kemiskinan ekstrem, dan percepatan penurunan stunting.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas menjelaskan bahwa MPP digital merupakan transformasi digital pelayanan publik untuk memberikan layanan yang efektif kepada masyarakat. Melalui skema single sign-on, masyarakat dapat mengakses semua layanan hanya dengan menggunakan satu akun dan mengunggah dokumen persyaratan layanan sekali saja. Hal ini akan menyederhanakan proses bisnis dan mewujudkan pelayanan yang lebih sederhana, mudah, dan cepat.

Dengan peluncuran MPP digital ini, diharapkan pelayanan publik di Indonesia dapat meningkat secara signifikan. Integrasi dan keterpaduan layanan digital menjadi kunci untuk menyediakan layanan yang simpel dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat.

Berikut 21 Daerah Tahap Awal Implementasi MPP Digital:

  1. Kabupaten Banyumas
  2. Kabupaten Banyuwangi
  3. Kabupaten Brebes
  4. Kabupaten Grobogan
  5. Kabupaten Hulu Sungai Selatan
  6. Kabupaten Kotawaringin
  7. Kabupaten Magetan
  8. Kabupaten Musi Rawas
  9. Kabupaten Sragen
  10. Kabupaten Tuban
  11. Kota Banda Aceh
  12. Kota Batam
  13. Kota Bukittinggi
  14. Kota Kendari
  15. Kota Magelang
  16. Kota Metro
  17. Kota Mojokerto
  18. Kota Samarinda
  19. Kota Surakarta
  20. Kota Tanjung Pinang
  21. Kota Yogyakarta

Turut hadir dalam peluncuran, antara lain, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (SETKAB.GO.ID/Fjr)

Latest articles

BHC Training Center & Master Trainer MUA Indonesia Kembali Buka Workshop Guru MUA, Gandeng MUA Berpengalaman Olis Herawati

Setelah sukses menggelar workshop calon guru make up pada 10-11 April 2026, BHC Training...

Ati Ganda Siap Bongkar Rahasia 40 Tahun Berkarya di NGOBRAS 2026, Diskusi Kartini Kreatif yang Wajib Ditunggu!

Jakarta, Trenzindonesia.com | Sosok koreografer senior Ati Ganda dipastikan menjadi salah satu magnet utama...

Gorontalo Siap Sambut 30 Ribu Peserta PENAS XVII 2026, Infrastruktur dan Homestay Hampir Rampung

Gorontalo – Provinsi Gorontalo kian mantap menyambut pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII...

Perjuangan Anak Pemulung Tak Lagi Sunyi: Yayasan Humaniora Sekolahkan Puluhan Anak, Harapan Baru di Tengah Keterbatasan

Bekasi, Trenzindonesia.com | Di tengah kerasnya kehidupan urban, secercah harapan muncul bagi anak-anak...

More like this

Gorontalo Siap Sambut 30 Ribu Peserta PENAS XVII 2026, Infrastruktur dan Homestay Hampir Rampung

Gorontalo – Provinsi Gorontalo kian mantap menyambut pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII...

Sosok Nina Nugroho di Balik FORWAN: Diam-Diam Berkontribusi, Dampaknya Besar

Jakarta , Trenzindonesia.com – Di balik solidnya Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia, ada sosok...

Geopark Indonesia Dikebut Kemendagri Jelang Revalidasi UNESCO

Keterangan foto:*Direktur SUPD 3, Fauzan (kiri) Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Media, Kastorius (tengah) Sekda Kab Belitung, Marzuki (kanan)