Penyanyi Pinkan Mambo menceritakan kembali awal perjalanannya bergabung dengan grup Ratu. Ia menyebut sempat “menodong” Ahmad Dhani agar diberi proyek, lalu diterima sebagai personel setelah menjalani audisi yang hanya berlangsung sekitar satu menit.
Cerita itu disampaikan Pinkan saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, belum lama ini, seperti dilaporkan KapanLagi.com. Menurut Pinkan, ia sejak awal mendatangi Ahmad Dhani untuk meminta pekerjaan, sementara Dhani mengarahkan proyek tersebut kepada Maia Estianty.
Menelepon Rumah Ahmad Dhani
Pinkan menuturkan, ia menyampaikan permintaannya kepada Ahmad Dhani dengan cara yang terkesan mengancam, meski disampaikan secara bercanda. Ia bahkan menyebut Dhani akan kehilangan miliaran dolar jika tidak mengontraknya.
Pernyataan itu, kata Pinkan, didasari keyakinannya pada kualitas suaranya. Ia menyebut pihak yang tidak mengontraknya justru akan merugi. “Jadi kalau kamu enggak kontrak aku, kamu yang rugi,” ujarnya.
Setelah permintaan itu, Pinkan mengaku berulang kali menelepon ke rumah Ahmad Dhani. Pada hari keempat, teleponnya akhirnya diangkat oleh Maia Estianty. Dari pembicaraan itu, tawaran untuk bergabung dengan Ratu datang.
Maia, tutur Pinkan, menyampaikan bahwa Ahmad Dhani bermaksud menggarap proyek Ratu dan menanyakan apakah ia bersedia tampil berduet.
Ingin Solo, Akhirnya Menerima Duet
Pinkan mengaku awalnya tidak ingin berduet karena lebih menginginkan karier solo. Namun karena tawaran yang tersedia saat itu berbentuk duet, ia memilih menerimanya daripada tidak mendapat pekerjaan sama sekali.
Setelah menyetujui tawaran tersebut, Pinkan langsung dijadwalkan mengikuti audisi. Ia mengaku diminta datang saat itu juga dan merasa kaget dengan tempo yang begitu cepat.
Dalam audisi itu, Pinkan membawakan lagu milik Whitney Houston berjudul I Will Always Love You. Ia menilai penampilannya saat itu sangat bagus sehingga langsung diterima menjadi bagian dari Ratu tanpa proses panjang.
Bayaran Pernah Rp3 Juta hingga Rp25 Juta
Berbicara soal pendapatan, Pinkan menyebut nominal yang diterimanya tidak selalu sama. Ia pernah dibayar dengan jumlah kecil, tetapi juga sempat menerima honor yang pada masanya tergolong besar.
Pinkan menyebut pernah hanya menerima Rp3 juta, namun pernah juga dibayar Rp25 juta. Menurutnya, nilai tersebut terbilang besar pada tahun sekitar 2000-an. Ia juga menyinggung bahwa bayaran yang diterima Maia kala itu lebih besar dibandingkan honor yang diterimanya.
