Foto: Eddie Karsito (Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan) menyerahkan sumbangan 40 buku karya sastra untuk melengkapi perpustakaan SMP Global Chandra Baga. Sumbangan diterima Kartini, S.Pd., (Kepala Sekolah Menengah Pertama Global Chandra Baga Jatisampurna Kota Bekasi) didampingi Muhammad Muslih, S.Ag (Guru Bidang Studi Pendidikan Agama Islam (PAI).
Jakarta, Trenzindonesia.com | Pendidikan karakter kembali menjadi sorotan di tengah tantangan globalisasi dan derasnya arus teknologi. Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, Eddie Karsito, menegaskan bahwa sastra di sekolah merupakan instrumen penting untuk menanamkan nilai moral, kejujuran, empati, dan budi pekerti pada peserta didik sejak dini.
Pernyataan tersebut disampaikan Eddie Karsito usai memberikan pembelajaran berbasis minat dan bakat yang berfokus pada pengembangan karakter dan kompetensi siswa di SMP Global Chandra Baga, Jatiraden, Jatisampurna, Kota Bekasi, Rabu (4/2/2026).
“Pendidikan budi pekerti yang kuat memastikan generasi muda tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga berintegritas dan memiliki kepribadian yang baik,” ujar Eddie.
Sastra sebagai Media Pendidikan Karakter

Menurut Eddie, karya sastra memiliki kekuatan unik sebagai media pendidikan karakter di sekolah. Sastra mampu menyampaikan nilai moral, kejujuran, empati, dan etika melalui cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Melalui pendekatan reseptif dan ekspresif, karya sastra menjadi cermin kehidupan. Nilai sosial, religius, dan etika bisa dipelajari secara konkret tanpa terkesan menggurui,” tegas seniman yang juga dikenal sebagai penggiat budaya dan aktivis sosial tersebut.
Mengasah Kepekaan Sosial dan Empati Siswa

Eddie menekankan, pembelajaran sastra tidak sekadar mengejar nilai akademik mata pelajaran bahasa. Lebih dari itu, sastra berperan dalam membentuk karakter dan mengasah kepekaan sosial-budaya siswa.
“Lewat puisi, novel, prosa, hingga drama, siswa belajar berpikir kritis, kreatif, sekaligus berempati,” ujar wartawan senior yang juga penulis cerita film ini.
Selama hampir dua jam, para siswa SMP Global Chandra Baga tampak antusias mengikuti pemaparan materi sastra dalam perspektif Ilmu Budaya Dasar (IBD). Eddie menguraikan bagaimana karya sastra merefleksikan pikiran, perasaan, dan pengalaman manusia, sekaligus menjadi sarana memahami nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan.
Dukungan Literasi Lewat Donasi Buku Sastra

Pada kesempatan tersebut, Eddie Karsito juga membagikan dua buku karya sastra kepada para siswa sebagai bahan kajian, yakni kumpulan puisi Intuisi Tasbih Semesta Kata karya Lilik Muflihun dan novel Ku Kejar Cintaku Sampai Ke Holland karya Selly Keizer Effendy.
Tak hanya itu, Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan turut menyumbangkan 40 eksemplar buku sastra untuk melengkapi koleksi perpustakaan sekolah. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kartini, S.Pd., Kepala SMP Global Chandra Baga, Jatisampurna, Kota Bekasi.
Kelas Lebih Hidup dan Interaktif

Kartini menyambut baik pembelajaran berbasis minat dan bakat yang menghadirkan sastra sebagai medium utama pengembangan karakter siswa.
“Melalui cerita dan konflik tokoh dalam karya sastra, siswa belajar merefleksikan tindakan, membedakan kebaikan dan keburukan, serta mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik,” ujarnya.
Ia menambahkan, kajian sastra mampu mengubah suasana kelas menjadi lebih interaktif, dinamis, dan menyenangkan.
“Dengan kehadiran Pak Eddie, siswa tidak merasa bosan. Mereka lebih antusias, termotivasi, dan mendapatkan wawasan yang lebih luas. Semoga silaturahmi ini terus terjaga,” pungkas Kartini.
