Jakarta, Trenzindonesia.com | Di tengah derasnya arus transformasi digital di Indonesia, dunia pesantren membuktikan diri tak tertinggal zaman. Lembaga pendidikan Islam yang selama ratusan tahun dikenal sebagai pusat tafaqquh fiddin kini bertransformasi menjadi motor literasi digital, dakwah moderasi, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi.
Momentum ini diperkuat dengan hadirnya Pesantren Digital JOURNAL Pesantren, sebuah platform media nasional yang digagas oleh penggiat media sosial, Saiful. Platform ini diharapkan menjadi ruang dokumentasi, edukasi, sekaligus kolaborasi pesantren di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.
Transformasi ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan langkah strategis agar pesantren tetap relevan tanpa kehilangan jati diri.
Fungsi strategis pesantren dalam membentuk karakter bangsa
Secara historis dan sosiologis, pesantren memiliki posisi yang sangat penting dalam sistem pendidikan nasional. Ia bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan akhlak bangsa.
Pesantren memiliki lima unsur utama: kiai, santri, masjid, pondok/asrama, dan kajian kitab kuning sebagai kurikulum inti. Dari sistem inilah lahir kader ulama, pemimpin umat, hingga tokoh masyarakat yang berpengaruh.
Fungsi strategis pesantren meliputi:
- Pusat pendidikan keagamaan dan pencetak kader ulama
- Lembaga dakwah Islam moderat dan toleran
- Pusat pemberdayaan ekonomi serta sosial masyarakat
- Benteng moral dan budaya bangsa di tengah globalisasi
Dalam konteks ini, pesantren memegang peran sebagai penjaga nilai Islam rahmatan lil ‘alamin yang inklusif dan berkeadaban.
Digitalisasi pesantren: dari sorogan ke live streaming
Memasuki era disrupsi teknologi, digitalisasi pesantren menjadi sebuah keniscayaan. Namun menariknya, transformasi ini tidak menghapus tradisi klasik seperti sorogan, bandongan, musyawarah keilmuan, maupun khidmah kepada kiai.
Justru tradisi tersebut menjadi fondasi kuat dalam menghadapi perubahan zaman.
Beberapa bentuk inovasi digital yang mulai berkembang di pesantren antara lain:
- Pengajian kitab kuning berbasis live streaming
- E-learning dan kelas virtual bagi santri
- Digitalisasi perpustakaan dan arsip keilmuan
- Website dan jurnal digital sebagai pusat publikasi
- Pemanfaatan media sosial untuk dakwah dan literasi Islam
Langkah ini membuka akses keilmuan pesantren ke masyarakat global, tanpa memutus sanad keilmuan yang menjadi ruh pendidikan pesantren.
JOURNAL Pesantren: ruang kolaborasi dan literasi nasional
Hadirnya Pesantren Digital JOURNAL Pesantren menjadi langkah konkret dalam memperkuat transformasi ini. Platform tersebut diharapkan mampu:
- Mendokumentasikan khazanah intelektual pesantren secara digital
- Menyebarluaskan gagasan Islam moderat dan inklusif
- Menjadi ruang kolaborasi antar pesantren di tingkat nasional maupun global
- Menyajikan informasi edukatif dan inspiratif bagi masyarakat
Di era ketika informasi bergerak sangat cepat, keberadaan media berbasis pesantren menjadi penting untuk memastikan narasi keislaman tetap sejuk, mencerahkan, dan berbasis keilmuan.
Menjaga tradisi, memperkuat transformasi
Pesantren di era digital diharapkan tetap menjadi pilar utama pendidikan karakter bangsa. Transformasi teknologi bukan untuk mengganti tradisi, melainkan memperluas manfaatnya.
Dengan pendekatan yang adaptif dan berbasis nilai keislaman serta keindonesiaan, pesantren membuktikan bahwa tradisi dan teknologi bukan dua kutub yang bertentangan—melainkan dua kekuatan yang bisa berjalan beriringan.
Pesantren digital kini bukan sekadar wacana, tetapi gerakan nyata untuk masa depan pendidikan Islam Indonesia.
