Lampung, Trenzindonesia.com | Suasana haru, khidmat, dan penuh kebahagiaan menyelimuti halaman Pondok Pesantren Baitul Makmur Kota Metro pada Sabtu malam, 27 Juni 2026. Ratusan santri, wali santri, alumni, tokoh agama, serta masyarakat berkumpul dalam gelaran Haflah Akhirussanah yang dirangkaikan dengan Khataman Kitab Alfiyah Ibnu Malik Angkatan II Wa Jami’iddurus, sebuah momentum penting yang menandai berakhirnya perjalanan pendidikan sekaligus awal pengabdian para santri kepada masyarakat.
Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Baitul Makmur, Mulyosari 16A, Metro Barat, Kota Metro. Kehadiran para wali santri dan masyarakat menambah hangat suasana malam yang sarat makna tersebut.
Haflah Akhirussanah tidak sekadar menjadi penutupan tahun ajaran, melainkan juga bentuk syukur atas keberhasilan para santri menempuh proses pendidikan yang panjang, penuh kedisiplinan, ketekunan, dan pengorbanan.
Khataman Alfiyah Ibnu Malik, bukti kesungguhan mendalami ilmu alat

Salah satu momen yang paling menyita perhatian dalam kegiatan tersebut adalah Khataman Kitab Alfiyah Ibnu Malik Angkatan II. Kitab yang dikenal sebagai salah satu karya monumental dalam disiplin ilmu nahwu ini terdiri dari seribu bait syair dan menjadi rujukan utama di berbagai pesantren di Indonesia maupun dunia Islam.
Keberhasilan para santri menyelesaikan kajian Alfiyah Ibnu Malik menjadi pencapaian yang tidak sederhana. Penguasaan kitab ini merupakan fondasi penting dalam memahami Al-Qur’an, hadis, serta berbagai kitab turats yang menjadi khazanah keilmuan Islam klasik.
Bagi kalangan pesantren, khataman Alfiyah bukan hanya simbol keberhasilan akademik, tetapi juga menunjukkan kesungguhan santri dalam menapaki jenjang keilmuan yang lebih tinggi.
Pesan mendalam KH Imam Muhtadi untuk para santri
Acara semakin bermakna dengan hadirnya penceramah, KH Imam Muhtadi, Pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Fawaid.
Dalam mau’idzah hasanah yang disampaikannya, KH Imam Muhtadi mengingatkan para santri agar senantiasa menjaga keikhlasan dalam menuntut ilmu dan menjadikan ilmu sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama berada di pesantren tidak boleh berhenti pada hafalan dan pemahaman semata. Ilmu harus diamalkan, diajarkan, dan dijadikan bekal untuk mengabdi kepada masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa seorang santri memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan di tengah kehidupan sosial, menjaga akhlak, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Dukungan wali santri menjadi bagian penting pendidikan pesantren

Kehadiran para wali santri dalam Haflah Akhirussanah menunjukkan kuatnya sinergi antara pesantren, keluarga, dan masyarakat. Dukungan orang tua dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan pendidikan santri yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian intelektual, tetapi juga pembentukan karakter dan spiritualitas.
Di lingkungan pesantren, pendidikan tidak semata-mata berfokus pada transfer ilmu pengetahuan. Lebih dari itu, pesantren menjadi ruang pembentukan akhlakul karimah, kemandirian, serta jiwa pengabdian yang kelak dibutuhkan saat para santri kembali ke tengah masyarakat.
Komitmen mencetak generasi muslim berilmu dan berakhlak
Selama ini Pondok Pesantren Baitul Makmur dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam yang konsisten membina generasi muda melalui pengkajian ilmu-ilmu keislaman klasik, penguatan akidah, serta pembentukan karakter berbasis nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah.
Melalui penyelenggaraan Haflah Akhirussanah dan Khataman Kitab Alfiyah Ibnu Malik Angkatan II Wa Jami’iddurus tahun ini, pesantren kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muslim yang memiliki keluasan ilmu, keteguhan iman, dan kepedulian sosial.
Malam yang penuh doa dan keberkahan tersebut menjadi penanda berakhirnya satu fase pendidikan sekaligus awal perjalanan baru bagi para santri untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh. Harapannya, mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang membawa manfaat bagi umat, bangsa, dan kemajuan peradaban Islam di masa depan.
