HomeTopik#Bakti Budaya Djarum Foundation

#Bakti Budaya Djarum Foundation

Teater Koma Kobarkan Semangat Kebebasan Di Matahari Papua

Naskah "Matahari Papua: Saatnya Merdeka Dari Naga" adalah karya terakhir dari mendiang Norbertus Riantiarno, atau yang lebih dikenal dengan Nano Riantiarno.

Teater Koma Hadirkan MATAHARI PAPUA di GBB Taman Ismail Marzuki

Jakarta, Trenzindonesia | Teater Koma, didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, akan menghadirkan produksi...
spot_img

Jamaica Cafe Suarakan Cinta Untuk Indonesia

Jamaica Cafe merupakan grup vokal akapela Indonesia, yang didirikan sejak 1991. Sempat bergonta-ganti personel dan menjadi sebuah grup musik lengkap dengan alat musiknya, sejak tahun 1996 hingga sekarang, Jamaica Cafe bertahan dengan enam personel. Jamaica Cafe memulai kiprahnya di dunia panggung dengan menyanyikan berbagai jenis musik, seperti reggae, rock, disko, etnik, bahkan dangdut, dengan melakukan eksplorasi suara atau bunyi-bunyian dalam berbagai jenis musik. Hingga kini, Jamaica Cafe telah mengeluarkan 2 album yaitu “Musik Mulut”

Teater Keliling Pentaskan Takdir Cinta Pangeran Diponegoro

Teater Keliling didirikan oleh Rudolf Puspa, Dery Sirna, Paul Pangimanan, Buyung Sasdar dan Jajang C. Noer pada 13 Februari 1974. Selama 44 tahun, Teater Keliling terus berkeliling dari Sabang sampai Merauke dan 11 negara di dunia dengan mementaskan lebih dari 1600 pertunjukan untuk terus menebarkan nilai-nilai kemanusiaan demi Indonesia yang lebih baik melalui pendidikan karakter dan mental. Saat ini, Teater Keliling senatiasa mengajarkan teater di sekolah-sekolah menengah dan menengah ke atas dengan tujuan menebarkan manfaat positif dari seni berteater yaitu pengembangan karakter, emosi serta kerja kolektif dan tanggung jawab tim.

BATAVIA MADRIGAL SINGERS Gelar Konser SANGUINIS CHORALIENSIS! 2018

Batavia Madrigal Singers telah membawakan komposisi yang begitu beragam, dari zaman Renaissance, klasik, dan modern.

Citra Kirana Perankan Purbasari Di Lakon Lutung Kasarung

Pada lakon yang bercerita tentang kisah seekor monyet bernama Lutung Kasarung yang selalu menghibur Purbasari dalam menghadapi cobaan hidupnya ini, aktris cantik Citra Kirana mendapatkan kesempatan untuk berperan sebagai Purbasari, seorang putri dari raja tua yang bernama Prabu Tapa Agung.

Teater Tetas Pentaskan Perjalanan Panjang Seekor Kuda

Perjalanan Panjang Seekor Kuda bercerita tentang seorang Ibu bernama Dewi Wilutama yang terpisah karena takdir dengan Aswatama, anaknya.

CATUAH LANGKAH GUMARANG SAKTI Sajian Elok Gumarang Sakti Dance Company

Gumarang Sakti group didirikan pada tahun 1982 di Batusangkar, Sumatera Barat oleh almarhumah Gusmiati Suid yang dikenal sebagai Koreografer Perempuan yang berkiprah internasional. Berpijak pada akar tradisi seni budaya Minangkabau, Gusmiati Suid telah melahirkan banyak karya tari kontemporer yang monumental.

NYANYIAN TARI PEDATI Persembahan Menawan Gloria Jessica Dan Rummana Yamanie

Gloria dan Rummana mengawali pertunjukan Nyanyian Tari Pedati dengan menyuarakan sebuah perjalanan hidup. Roda kehidupan perempuan yang lahir di tanah Indonesia yang tumbuh dari kekuatan Kartini. Ia jatuh cinta, tersakiti, menemukan kebahagiaan, kesendirian, hingga ketiadaan. Kisah seorang Tari yang mengalami berbagai fase kehidupan dan bertemu dengan banyaknya pilihan hidup.

THE RESONANZ CHILDREN’S CHOIR Juara Di European Grand Prix for Choral Singing

Dengan kemenangan ini maka TRCC pimpinan Avip Priatna menjadi menjadi paduan suara dari Indonesia yang pertama kali sukses menjadi juara EGP.

Aksi Memikat Tiga Kartini Di Galeri Indonesia Kaya

Disutradarai oleh Wawan Sofwan, naskah pementasan monolog ini ditulis langsung oleh para penampil yaitu, Miranda Risang Ayu Palar, Dinda Kanyadewi, dan Jessy. Pementasan berdurasi kurang lebih 60 menit, dibuka dengan monolog berjudul ‘Stripping’, merupakan judul monolog yang dibacakan oleh Dinda Kanya dewi. Lekat dengan peran antagonis dalam salah satu judulsinetron yang pernah ia perankan, Dinda sempat mendapat pengalaman yang tidak menyenangkan ketika bertemu dengan penggemarnya. Melalui monolognya, Dinda ingin menegaskan bahwa dirinya adalah Dinda Kanyadewi.

Perempuan Di Mataku Lewat Curahan Hati Teddy Adhitya

Hadir dengan kostum khas Indonesia, Teddy Adhitya membuka pertunjukan dengan lagu ‘Indonesia Pusaka’, kemudian dilanjutkan dengan lagu ‘Mercusuar’. Selain itu, Teddy Juga membawakan lagu-lagu hasil karyanya seperti ‘Let Me’, ‘Gone’, ‘Healer’ dan ‘Won’t Hurt You Tonight’ yang dibawakan dengan gayanya yang energik dan unik.

Ali Dance Company Persembahkan BALA: Restoration Of Behaviour

Didirikan pada tahun 2016 oleh Irfan Setiawan, Ali Dance Company merupakan sebuah ruang untuk berproses kreatif yang memiliki tujuan untuk turut serta mengembangkan seni pertunjukan khususnya di bidang seni tari di Indonesia. Karya-karya yang dihasilkan merupakan sebuah proses "kebebasan" dalam penelusuran unsur tradisi serta respon dari gejala fenomena yang sedang terjadi.

JP Art Hadirkan Keindahan Dewi Legenda Jawa Barat

Dewi Legenda Jawa Barat tampil sebagai sebuah pertunjukan yang memadukan pagelaran busana dengan elemen budaya, tarian, musik, dan aksesori khas Jawa Barat yang indah. Pertunjukan dibuka dengan penampilan Joni Permana yang membawakan tarian yang melambangkan sosok manusia yang lahir dari titik merah sebagai lambing hawa nafsu, kemudian berwujud menjadi manusia suci yang baru lahir.

Latest articles

Haflah YGMQ Bogor Meriah! 500 Peserta Padati Ballroom, Bukti Generasi Qurani Kian Berkembang

Bogor, Trenzindonesia.com | Semangat mencetak generasi Qurani kembali terasa kuat di Kabupaten Bogor. Ratusan...

BHC Training Center & Master Trainer MUA Indonesia Kembali Buka Workshop Guru MUA, Gandeng MUA Berpengalaman Olis Herawati

Setelah sukses menggelar workshop calon guru make up pada 10-11 April 2026, BHC Training...

Ati Ganda Siap Bongkar Rahasia 40 Tahun Berkarya di NGOBRAS 2026, Diskusi Kartini Kreatif yang Wajib Ditunggu!

Jakarta, Trenzindonesia.com | Sosok koreografer senior Ati Ganda dipastikan menjadi salah satu magnet utama...

Gorontalo Siap Sambut 30 Ribu Peserta PENAS XVII 2026, Infrastruktur dan Homestay Hampir Rampung

Gorontalo – Provinsi Gorontalo kian mantap menyambut pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII...