Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dalam keterangan persnya menjelaskan bahwa saat berbincang dalam pertemuan bersama Kanselir Jerman, Presiden Jokowi menekankan pentingnya mewujudkan hubungan ekonomi yang setara antara Indonesia-Jerman dan Indonesia-Uni Eropa.
Presiden juga meminta agar Lemhannas melakukan kajian dan memberikan rekomendasi terkait antisipasi dan mitigasi terhadap krisis global baik krisis pangan, energi, dan keuangan.
Dalam KTT informal tersebut hadir juga Managing Director IMF Kristalina Georgieva dan Executive Director of Health Emergencies Programme WHO, Michael Ryan.
Adapun rincian dukungan yang dikirimkan PEA adalah berupa 250 ribu dosis vaksin Sinopharm, 450 unit tabung oksigen 40 liter, dan 150 unit konsentrator oksigen portable.
Selain vaksin Moderna ini, imbuh Menlu, malam nanti Indonesia juga akan menerima pengiriman tahap kedua vaksin jadi AstraZeneca sebanyak 1.162.840 dosis, yang merupakan dukungan kerja sama bilateral dengan skema dose-sharing dari Pemerintah Jepang.
Menlu RI sendiri merupakan co-chair program kerja sama vaksin multilateral COVAX Advance Market Commitment Engagement Group (AMC EG) tersebut bersama dengan Menteri Kesehatan Ethiopia dan Menteri Pembangunan Internasional Kanada.
Menlu RI juga mengajak ASEAN dan Rusia untuk bersama-sama memperkuat dukungan terhadap COVAX Facility, negosiasi TRIPS Waiver serta kesetaraan pengakuan terhadap vaksin.
Turut mendampingi Menparekraf dalam pertemuan tersebut Direktur Hubungan Antar Lembaga Kemenparekraf/Baparekraf Iman Santosa, dan Direktur Pemasaran Pariwisata Regional II (ETTAA) Agustini Rahayu.
Acara pelantikan para Menteri serta Pejabat Setingkat Menteri Kabinet Indonesia Maju yang berlangsung sederhana dan singkat itu diakhiri dengan mengumandangkan kembali lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Presiden menjelaskan, Kabinet Indonesia Maju dalam jangka pendek, lima tahun ke depan, akan fokus kepada pengembangan sumber daya manusia (SDM), pada penciptaan lapangan kerja, dan pemberdayaan usaha kecil, usaha mikro, usaha menengah (UMKM).
Dari 38 nama yang diumumkan oleh Presiden Jokowi menjadi anggota Kabinet Indonesia Maju didominasi oleh para profesional (22), sementara dari partai politik hanya 16 orang.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi mengemukakan beberapa hal. Pertama, terkait dengan rencana pembentukan Dewan Konsultasi Tingkat Tinggi yang diusulkan pihak Arab Saudi.
Selain menghadiri sesi yang membahas peberdayaan perempuan, Presiden Jokowi juga menghadiri sesi yang membahas tentang upaya mengatasi kesenjangan, inklusivitas, dan pembangunan berkesinambungan.