Pada perayaan ini, Presiden Jokowi secara simbolis menerima sebuah buku yang berjudul 50 tahun HIPMI menuju 1 Abad yang diserahkan oleh Ketua HIPMI pertama, Abdul Latief.
Presiden mengungkapkan, sejumlah negara sudah mulai membatasi ekspor pangan sehingga kemandirian pangan menjadi hal yang sangat penting bagi Indonesia.
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana tampak disambut oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin beserta Ibu Wury Ma’ruf Amin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Pj. Gubernur Banten Almuktabar, dan Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra.
Selain itu, Presiden Jokowi mengatakan bahwa ASEAN berkomitmen meningkatkan proporsi energi baru terbarukan dari 14 persen pada 2018 menjadi 23 persen pada 2025.
Presiden Jokowi kembali menegaskan bahwa untuk membangun ketahanan kesehatan global, diperlukan penguatan ketahanan nasional dan kawasan dan Amerika Serikat dapat berperan banyak untuk penguatan ketahanan kesehatan baik di tingkat nasional maupun tingkat kawasan dan global.
Presiden Jokowi dan para pemimpin ASEAN lainnya juga direncanakan akan menghadiri pertemuan dengan para pengusaha besar AS selepas jamuan santap siang.
PM Marape memasuki komplek Istana Kepresidenan Bogor sekitar pukul 10.15 WIB diiringi oleh pasukan yang mengenakan pakaian tradisional Indonesia, pasukan berkuda, dan marching band.
Pameran kerajinan terbesar se-Asia Tenggara ini diikuti oleh 722 peserta yang terdiri dari 510 peserta individu, 169 peserta binaan dinas, dan 43 peserta binaan BUMN
Presiden juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah pusat, pemda, serta TNI-Polri sehingga kecepatan vaksinasi bisa sesuai dengan target yang telah kita ditetapkan.