PNM Mekaar Cabang Panekan sejak awal berdirinya di 16 November 2016 telah memberikan bantuan permodalan bagi 2.139 nasabah dari 172 kelompok pendampingan.
Perubahan global dengan menitikberatkan pada kemajuan teknologi yang terjadi dewasa ini membutuhkan kecekatan dan keterampilan khusus untuk dapat mengikuti sekaligus meresponsnya. Di sinilah peranan anak-anak muda amat dibutuhkan
Sejak dimulai tahun lalu, program ini menyasar keluarga yang tidak mampu untuk membayar biaya pemasangan instalasi listrik. Kendala ini yang menurut Presiden Jokowi membuat masyarakat tidak memiliki meteran listrik sendiri.
PNM Mekaar merupakan layanan pemberdayaan melalui pembiayaan berbasis kelompok bagi ibu-ibu prasejahtera yang ingin membuka maupun mengembangkan usaha.
Lokasi panen raya udang vaname yang dikunjungi Presiden Jokowi ini merupakan lokasi pengelolaan melalui Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS).
Kepala Negara juga mendorong para ibu penerima manfaat bantuan PNM Mekaar untuk terus bekerja keras. Pemerintah akan terus mendukung usaha-usaha supermikro yang dijalankan para nasabah agar dapat berkembang ke arah yang lebih baik.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Jujur, disiplin, dan kerja keras merupa tiga hal yang menjadi kunci kesuksesan bagi seseorang dalam menjalankan usahanya.
Hingga akhir Desember 2018 kemarin, pemerintah melalui program tersebut telah melakukan realisasi sambungan listrik gratis bagi 100.970 KK di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Dalam acara tersebut, Kepala Negara berdialog dengan para petani dan meminta mereka memanfaatkan fasilitas pinjaman melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani yang difasilitasi oleh BNI.
Didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Presiden Jokowi bertemu langsung dengan penerima bantuan modal dari program Mekaar yang berkumpul di Alun-Alun Cibatu, Kabupaten Garut. Kepala Negara pun mengapresiasi jumlah nasabah yang terus bertambah di seluruh Tanah Air.
Turut hadir dalam acara tersebut di antaranya ialah Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin, Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Direktur Utama PT Taspen Iqbal Latanro, dan Komisaris Utama PT Taspen Franky Sibarani