Indo-Pasifik merupakan konsep kerja sama negara-negara sepanjang Samudra Hindia dan Pasifik dalam hal peningkatan kerja sama dengan mengedepankan prinsip keterbukaan dan penghormatan terhadap hukum internasional.
Sebelumnya dua pertemuan bilateral telah dilaksanakan oleh Presiden Jokowi yakni bertemu Presiden Korea Moon Jae-In dan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping.
Usai memberikan keterangan pers bersama, kedua Kepala Negara melakukan pertukaran cenderamata. Presiden Jokowi menghadiahkan sebuah bola, sementara Presiden Marci memberikan sebuah jersey tim nasional sepak bola Argentina bertuliskan nama “Jokowi” dan bernomor punggung 10.
Turut hadir dalam Halal bihalal tersebut diantaranya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, Wakil Sekretaris Kabinet Ratih Nurdiati, serta para pejabat eselon I dari Kemeterian Sekretariat Negara, Sekretariat Kabinet (Setkab), dan juga Kantor Staf Kepresidenan.
Setibanya di Pangkalan TNI AU Adi Soemarmo, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah pada pukul 15.00 WIB, Presiden dan Ibu Iriana langsung menuju ke kediaman pribadinya di kawasan Sumber, Solo. Sebelum ke kediamannya, Presiden sempat menyapa masyarakat di Grha Sabha Buana.
Setibanya di Bandar Udara Internasional El Tari, Kota Kupang, Provinsi NTT pada pukul 12.16 WITA, Presiden bersama rombongan langsung menuju Kabupaten Belu dengan menggunakan Pesawat CN-295 TNI AU melalui Bandara AA Bere Tallo Atambua, di wilayah yang berbatasan dengan Timor Leste.
Di hadapan Kepala Negara, para jurnalis pun berbagi cerita. Mulai dari suka duka saat meliput kegiatan Presiden, hingga curhat mengenai hal-hal lainnya seperti hubungan asmara yang terjalin di antara para awak media.
Presiden Jokowi menjelaskan, pemerintah saat ini memiliki banyak sekali program-program kerakyatan dan umat. Pihaknya menginginkan agar ekonomi rakyat dan umat mampu berkembang lebih jauh. Ia meminta kepada para pelaku UMKM untuk benar-benar memanfaatkan sejumlah program tersebut.
Presiden Jokowi mengatakan, selama beberapa tahun belakangan, pemerintah memang mempercepat pengurusan sertifikat tanah milik warga. Sebab, sudah sejak lama dirinya mengetahui bahwa persoalan sengketa tanah terjadi di mana-mana.