Presiden Jokowi menjelaskan, pemerintah saat ini memiliki banyak sekali program-program kerakyatan dan umat. Pihaknya menginginkan agar ekonomi rakyat dan umat mampu berkembang lebih jauh. Ia meminta kepada para pelaku UMKM untuk benar-benar memanfaatkan sejumlah program tersebut.
Presiden memandang fungsi alun-alun di sebuah kota itu sangat banyak. Selain sebagai ruang publik masyarakat, alun-alun juga bisa berfungsi sebagai ruang sosial, ruang budaya, dan ruang demokrasi.
Sejak dimulai tahun lalu, program ini menyasar keluarga yang tidak mampu untuk membayar biaya pemasangan instalasi listrik. Kendala ini yang menurut Presiden Jokowi membuat masyarakat tidak memiliki meteran listrik sendiri.
PNM Mekaar merupakan layanan pemberdayaan melalui pembiayaan berbasis kelompok bagi ibu-ibu prasejahtera yang ingin membuka maupun mengembangkan usaha.
Lokasi panen raya udang vaname yang dikunjungi Presiden Jokowi ini merupakan lokasi pengelolaan melalui Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS).
Menurut Presiden Jokowi, sejak dana desa pertama digulirkan, saat ini telah terbangun sekitar 191 ribu km jalan desa, 24 ribu posyandu, 50 ribu PAUD, 8900 pasar desa, 1,1 juta meter jembatan dan 58 ribu irigasi.
Pembangunan perumahan ini merupakan bagian dari program Satu Juta Rumah dengan menyasar pada penyediaan rumah bagi komunitas-komunitas yang ada. Setelahnya, model pembangunan serupa ini akan dilanjutkan di seluruh provinsi dan menyasar pada komunitas-komunitas yang mengajukan fasilitas pembiayaan.
Setelah pangkas rambut, Presiden Jokowi membahas penataan area wisata Situ Bagendit dengan Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Bupati Garut Rudy Gunawan.
Dalam acara tersebut, Kepala Negara berdialog dengan para petani dan meminta mereka memanfaatkan fasilitas pinjaman melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani yang difasilitasi oleh BNI.
Keputusan pembangunan jalan tol tersebut diambil setelah dirinya menerima banyak keluhan seputar kemacetan yang dihadapi oleh masyarakat Garut dan Tasikmalaya.
Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada 12 orang perwakilan penerima di Masjid Besar Cibatu, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat, 18 Januari 2019 selepas Presiden Jokowi dan rombongan melaksanakan salat Jumat berjemaah.