Menkes memaparkan, pihaknya melakukan tiga intervensi spesifik sebelum kelahiran. Pertama, pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil serta peningkatan asupan gizi.
Pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak tinggal diam. Presiden telah berkomitmen menurunkan angka prevalensi stunting hingga 14% pada 2024. Tapi, penurunannya sejauh ini berjalan lamban, hanya sekitar 1,6% per tahun.
Pemerintah menaruh perhatian besar bagi upaya pengurangan angka stunting ini. Sebab, hal tersebut dapat memengaruhi kualitas angkatan kerja Indonesia di masa mendatang.
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak karena kurang gizi dan infeksi penyakit yang berulang. Penyebabnya adalah karena rendahnya asupan gizi dalam waktu cukup lama, terutama periode emas seribu hari pertama kehidupan (HPK) yang dihitung sejak anak dalam kandungan hingga usia 2 tahun.