Film dokumenter The Longest Wait mendapat apresiasi dalam gala premier yang digelar di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (29/10). Film ini mengangkat perjuangan dan pengorbanan para pemain Timnas Indonesia.
Dokumenter tersebut menampilkan sisi lain perjalanan para pemain di balik pertandingan, mulai dari tantangan yang mereka hadapi hingga proses membangun kekompakan tim. Acara gala premier itu dihadiri pemain, pemangku kepentingan, dan penggemar Timnas Indonesia. Rangkaian kegiatannya juga menghadirkan unsur nasionalisme melalui lagu-lagu yang dibawakan serta pemutaran dokumenter tentang perjalanan tim nasional.
Apresiasi Danone Indonesia
Salah satu pihak yang menyampaikan apresiasi adalah Danone Indonesia sebagai sponsor film ini. General Secretary Director Danone Indonesia, Agung Laksamana, menilai The Longest Wait tidak hanya mengandalkan kreativitas dalam bercerita, tetapi juga mampu menyampaikan emosi dan menumbuhkan kecintaan penonton terhadap Timnas Indonesia.
“Saya mengapresiasi sekali bagaimana film ini menciptakan situasi di belakang layar yang tidak saja menciptakan secara esensi kreativitasnya, tapi juga emosionalnya. Endgame-nya saya lihat di sini adalah spirit nasionalisme yang terbentuk dalam film ini, yang membuat orang lebih mencintai Timnas kita saat ini. Itu sih yang saya rasa luar biasa,” ujar Agung dalam sesi Q&A screening film The Longest Wait.
Menurut Agung, kekuatan film itu terlihat dari kemampuannya memadukan aspek kreativitas dengan emosi dalam perjalanan para pemain. Ia menilai proses panjang yang ditampilkan membuat kisah Timnas Indonesia layak disaksikan masyarakat.
Pesan Kerja Sama untuk Generasi Muda
Apresiasi terhadap penggambaran perjuangan pemain juga disampaikan mantan pemain sepak bola Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto. Ia menilai penyajian cerita dalam film itu natural dan memperlihatkan pengorbanan pemain yang tidak selalu diketahui masyarakat saat menyaksikan pertandingan.
“Bagi saya film ini sangat luar biasa, karena film ini dibuat secara natural tidak dibuat-buat tidak settingan dan saya terus terang merasa sangat-sangat bahagia. Artinya dengan adanya film ini kita semua pencinta sepakbola dan masyarakat tahu bagaimana pengorbanan perjuangan para pemain ketika menghadapi pertandingan,” tutur Kurniawan.
Selain pengorbanan, film tersebut membawa pesan tentang pentingnya kerja sama dalam sebuah tim. Kurniawan menyebut nilai itu relevan bagi generasi muda, terutama untuk memahami pentingnya mengesampingkan ego pribadi demi tujuan bersama.
“Ini film menurut saya sangat mengedukasi dan menginspirasi kepada semua terutama anak-anak muda kita. Bagaimana di dalam sebuah tim para pemain bisa menekan ego mereka untuk menjadikan ego mereka menjadi sesuatu kekuatan untuk teamwork dan itu sangat diperlukan untuk anak-anak muda saat ini,” ucapnya.
Kesan Egy Maulana Vikri dan Erick Thohir
Pemain Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri, juga menyampaikan kesan positifnya. Ia mengaku senang karena perjalanan Timnas Indonesia dapat diangkat menjadi sebuah film yang merekam pengalaman para pemain. “Saya melihat film ini dan saya rasa itu sangat bagus dan saya sangat senang,” ucap Egy.
Bagi Egy, keterlibatannya dalam dokumenter tersebut menjadi pengalaman yang membanggakan. Ia mengaku tidak pernah membayangkan perjalanan bersama Timnas Indonesia akan diabadikan dalam film, seperti dokumenter yang telah dibuat untuk sejumlah pesepak bola ternama di luar negeri.
Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengapresiasi keteguhan dan pengorbanan para pemain yang menjadi bagian dari sejarah sepak bola nasional. Ia mengaitkan peluncuran film ini dengan semangat persatuan pada momentum Hari Sumpah Pemuda.
“Saya apresiasi dengan keteguhan mereka dengan pengorbanan mereka lalu jadi bagian sejarah sepak bola Indonesia. Apalagi diluncurkan di hari sumpah pemuda yang kita bicara satu bangsa satu bahasa Ini sebuah hal yang sangat positif saya rasa,” kata Erick.
Erick juga menyoroti besarnya pengorbanan pemain dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pesepakbola profesional. Menurutnya, kesungguhan mereka menjalankan komitmen sekaligus membawa nama Indonesia merupakan bagian penting dari perjalanan yang patut mendapat perhatian masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa dukungan terhadap Timnas Indonesia seharusnya tidak hanya menguat ketika tim meraih kemenangan. Melalui dokumenter itu, masyarakat diajak melihat para pemain sebagai manusia yang memiliki keterbatasan dan menghadapi berbagai tantangan di balik penampilan mereka di lapangan.
Melalui The Longest Wait, perjalanan Timnas Indonesia ditampilkan bukan sekadar sebagai rangkaian pertandingan, melainkan proses panjang yang diwarnai pengorbanan, emosi, dan kerja sama. Film ini menghadirkan sudut pandang yang lebih dekat terhadap kehidupan para pemain sekaligus mengingatkan pentingnya dukungan masyarakat dalam perjalanan sepak bola nasional.
