Menanam bunga matahari di pot kecil bukan hal yang mustahil. Kuncinya ada pada pemilihan varietas kerdil, pot berdiameter 25-30 cm yang memiliki lubang drainase, serta paparan sinar matahari langsung yang cukup. Dengan perawatan konsisten, balkon mungil atau sudut rumah bisa dipenuhi warna kuning yang ceria.
Pilih varietas kerdil dan pot yang sesuai
Menurut Ondrea Kidd, desainer floral utama sekaligus pendiri Sowing Joy Farm, seperti dikutip Homes & Gardens, bunga matahari cocok ditanam di pot asalkan sejumlah aturan dasar dipenuhi. “Bunga matahari adalah pilihan yang bagus untuk pot, asalkan kamu mengikuti beberapa aturan dasar soal ukuran, varietas, serta pot dan lokasi yang tepat,” ujarnya.
Pemuliaan selama bertahun-tahun telah menghasilkan varietas yang lebih ringkas dari jenis tradisional, dengan tinggi antara 12 inci hingga tiga kaki. Varietas ini biasanya tidak memerlukan penopang, dan satu tanaman bisa tumbuh di pot enam inci atau tiga tanaman di wadah berukuran satu galon. Nama-nama seperti Teddy Bear, Little Leo, Pacino, dan Sunspot sering direkomendasikan untuk ditanam di pot.
Austin Graf, yang membagikan tips berkebun lewat akun Buzzed Blooms di Instagram, seperti dikutip Apartment Therapy, menyatakan, “Saya akan memilih varietas kerdil.” Ia menyarankan varietas Teddy Bear yang bunganya bertekstur seperti bulu halus dan tingginya hanya sekitar 2 hingga 4 kaki. Sementara itu, Danny Cox, wakil presiden bidang hortikultura di Lewis Ginter Botanical Garden di Richmond, Virginia, menilai bunga matahari sebagai tanaman yang ramah bagi pemula, sehingga siapa pun bisa mencobanya tanpa pengalaman berkebun panjang.
Untuk varietas kerdil setinggi sekitar setengah meter, pot berdiameter dan berkedalaman 25-30 cm sudah cukup untuk satu tanaman. Varietas dengan kepala bunga besar seperti Sunspot sebaiknya memakai pot 35-40 cm agar akar punya ruang cukup dan pot tidak mudah terguling. Perhatikan juga tipe batangnya: varietas berbatang tunggal hanya menghasilkan satu bunga per pot, sedangkan tipe bercabang menghasilkan bunga lebih kecil namun mekarnya lebih lama sehingga cocok bila ingin punya stok untuk rangkaian.
Pot plastik mungkin kurang menarik secara visual, tetapi mampu menahan kelembapan dengan baik dan ringan, sehingga sesuai untuk bunga matahari. Saat bunga mulai muncul, pot plastik bisa dimasukkan ke pot hias yang lebih cantik. Pot terakota terlihat estetik, tetapi media tanamnya lebih cepat kering. Pastikan wadah memiliki lubang drainase karena bunga matahari tidak suka akar yang terus basah. Jika memakai wadah bekas, cuci bersih lalu lubangi bagian bawahnya. Media tanam sebaiknya gembur dan diperkaya bahan organik seperti kompos atau pupuk kandang matang, bukan tanah kebun biasa yang mudah memadat di dalam pot.
Menabur benih langsung di pot akhir
Gunakan benih, bukan kuaci camilan, karena biji untuk camilan umumnya sudah dipanggang sehingga tidak akan tumbuh. Merendam benih semalaman bersifat opsional, tetapi bisa mempercepat perkecambahan sekitar satu atau dua hari. Isi pot dengan media tanam hingga sekitar 2 cm di bawah bibir pot, siram merata, lalu biarkan air berlebih menetes keluar.
Buat lubang di tengah pot dan benamkan biji sedalam 2-3 cm dengan ujung runcing menghadap ke bawah. Tanam dua atau tiga biji sekaligus untuk berjaga-jaga jika ada yang gagal tumbuh, lalu tutup dengan media tanam dan siram memakai semprotan halus agar biji tidak bergeser. Media harus tetap lembap, tetapi jangan sampai becek.
Menabur benih langsung di pot akhir adalah pilihan paling aman karena akar tunggang bunga matahari cukup sensitif. Bibit yang akarnya sudah memenuhi pot semai rentan terganggu saat dipindahkan, dan hal itu bisa memengaruhi ukuran tanaman serta bunga saat dewasa. Perkecambahan biasanya terjadi dalam 5-10 hari. Jika pot diletakkan di luar, tutupi bibit dengan jaring atau keranjang agar tidak dimakan burung. Setelah bibit muncul, sisakan hanya satu yang paling sehat dan gunting bibit lainnya di bagian pangkal agar akar tidak terganggu; mencabut bibit bisa merusak akar tanaman yang dipertahankan. Bunga matahari yang tumbuh berdesakan menghasilkan batang lebih kurus, kurang kokoh, dan kepala bunga lebih kecil, jadi satu tanaman per pot 25 cm sudah ideal.
Cahaya, air, dan pupuk
Lucy Taylor, manajer Vine House Farm, seperti dikutip Tom’s Guide, menyatakan, “Bunga matahari butuh banyak sinar matahari untuk bisa tumbuh. Sekitar 6-8 jam sinar matahari langsung per hari itu ideal, terutama untuk varietas yang lebih besar.” Balkon, teras, atau dekat jendela yang langsung terkena sinar matahari menjadi lokasi favorit. Bila ditanam di dalam ruangan, pot harus diletakkan di dekat jendela dengan sinar matahari langsung minimal 6 jam sehari. Cahaya yang kurang membuat tanaman tumbuh kurus, mudah roboh, dan jarang berbunga.
Tanaman dalam pot lebih cepat kering dibanding yang ditanam di tanah, terutama saat cuaca panas, sehingga kelembapan media perlu dicek setiap hari dengan menusukkan jari sekitar satu inci ke dalam media tanam. Penyiraman sebaiknya dilakukan pagi hari agar daun punya waktu untuk kering, dengan air dituangkan sekitar empat inci dari batang utama sejak tunas muncul. Menurut GrowVeg, bunga matahari di pot perlu disiram setiap hari saat cuaca panas, dan tanaman yang daunnya tetap layu setelah matahari terbenam sedang sangat kekurangan air sehingga mungkin perlu direndam di nampan berisi air untuk memulihkan kelembapannya.
Mengacu pada panduan Gardeners’ World, bunga matahari termasuk rakus nutrisi. Pot perlu diberi pupuk kaya nitrogen setiap dua minggu, lalu beralih ke pupuk tinggi kalium seperti pupuk tomat saat tanaman mulai berbunga. Hindari pemberian nitrogen berlebihan pada fase berbunga karena dapat memicu pertumbuhan daun alih-alih bunga; tanaman ini menyukai fosfor dan kalium.
Penopang dan perawatan tambahan
Kebanyakan varietas kerdil berbatang kokoh dan tidak perlu ditopang. Namun, untuk varietas dengan kepala bunga berat atau lokasi berangin, tancapkan bilah bambu sejak awal dan ikat batang secara longgar dengan tali lembut. Jauhkan pot dari angin kencang yang bisa mematahkan batang muda, misalnya dengan menempatkannya dekat dinding atau pagar balkon.
Kepala bunga matahari cenderung mengikuti arah cahaya, sehingga memutar pot seperempat putaran setiap beberapa hari membantu batang tumbuh tegak, terutama di balkon yang cahayanya hanya datang dari satu arah. Letakkan pot di atas troli atau alas beroda agar mudah digeser mengikuti kebutuhan cahaya. Tambahkan mulsa dari dedaunan kering atau serpihan kayu untuk menekan gulma dan menjaga kelembapan, serta buang genangan air di tatakan pot setelah hujan deras agar tidak memicu penyakit jamur dan serangga seperti nyamuk.
Bunga matahari juga bisa dipadukan dengan tanaman buah atau sayur seperti tomat untuk mengundang serangga penyerbuk dan serangga bermanfaat lain, sehingga kebun mini di balkon menjadi lebih produktif. Bunga matahari tahunan tidak beracun sehingga aman bagi anak, kucing, atau anjing, dan kegiatan menanam bersama si kecil bisa menjadi aktivitas akhir pekan. Waktu dari biji hingga berbunga untuk varietas kerdil biasanya sekitar 8-10 minggu, tergantung cuaca, cahaya, dan perawatan.
Bibit yang berlebih bisa ditanam di wadah lain, dipindah ke kebun, atau diberikan sebagai hadiah untuk teman dan keluarga. Bunga yang dipotong pada pagi hari cenderung lebih segar untuk dekorasi vas, dengan air yang diganti secara rutin agar bertahan lebih lama. Untuk musim berikutnya, biarkan kepala bunga tetap di batang setelah kelopaknya rontok; jika bagian belakang kepala bunga sudah berubah cokelat dan bijinya tampak berisi, potong lalu keringkan di tempat yang sejuk.
