Trenz Indonesia
News & Entertainment

Bambang Harymurti Kuliti Aristides Katoppo, Kompas dan Sinar Harapan

Jakarta, Trenz Video I Bambang Harymurti masih tetap jurnalis tulen. Bicaranya runtut dan kritiknya tajam. Meski, ia bukan lagi Pemimpin Redaksi Majalah Tempo. Ia dengan gamblang menjelaskan, bagaimana jurnalis bersikap menghadapi kekuasaan di era Orde Baru.

Dan, sikap Aristides Katoppo dengan koran Sinar Harapan, yang beberapa kali dibredel Orde Baru, menjadi bahasan utamanya. Kenapa? Karena, acara hari Jumat (08/11) lalu itu, memang khusus untuk mengenang Aristides Katoppo, yang wafat pada Minggu (29/09/2019).

Bambang Harymurti dengan detail dan runtut, menjelaskan, kenapa Aristides Katoppo disingkirkan Orde Baru. Kemudian, ia juga menjabarkan, siasat kreatif yang dilakukan Aristides Katoppo, hingga tetap leading di era Orde Baru, meski tidak lagi memimpin media.

Aristides Katoppo, menurut Bambang Harymurti, tidak menempatkan Orde Baru sebagai musuh. Tapi, sebagai lawan tanding. Bertanding menyajikan fakta, meski harus terjatuh berkali-kali tapi tetap berupaya bangkit berkali-kali.

Dengan gamblang, Bambang Harymurti membandingkan sikap Aristides Katoppo sebagai petinggi Sinar Harapan, dengan sikap Jakob Oetama sebagai petinggi Kompas-Gramedia. Kita tahu, Aristides Katoppo disingkirkan penguasa, tapi  Jacob Oetama selamat sentosa hingga kini.

Aristides Katoppo dan Jakob Oetama memilih jalan yang berbeda, ketika berhadapan dengan penguasa. “Itu pilihan masing-masing. Bukan tentang benar atau salah. Tapi, pilihan,” ujar Bambang Harymurti, di acara bertajuk “Nurani Jurnalis Tengah Ketidakpastian”, di auditorium Lantai 2, Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan No.11, Jakarta Pusat.

Selain Bambang Harymurti, ada juga Ketua AJI Abdul Manan, pengamat media Ignatius Haryanto, dan mantan jurnalis Sinar Harapan, Atmadji Sumarkidjo. Semua pembicara hari itu respect pada sikap Aristides Katoppo sebagai jurnalis sekaligus petinggi kelompok media Sinar Harapan.

Karena itu, tidaklah mengherankan, sikap Aristides Katoppo dalam menjunjung tinggi idealisme pers, menjadi inspirasi bagi para jurnalis generasi berikutnya. Acara ini diselenggarakan oleh Komunitas Sahabat Tides dan didukung oleh AMINEF – Fulbright Indonesia. Diskusi hari itu, dipandu moderator Kristin Samah.

Leave A Reply

Your email address will not be published.