KapanLagi.com merangkum 10 film coming of age yang mengangkat perjalanan remaja dalam mencari jati diri dan memahami arti kedewasaan, Sabtu (31/10/2026). Genre ini menampilkan kisah persahabatan, cinta pertama, konflik keluarga, hingga upaya menerima diri sendiri. Film-film tersebut memperlihatkan bagaimana remaja mempertanyakan keinginan, menentukan pilihan, dan mencari tahu siapa diri mereka.
Apa Itu Film Coming of Age?
Film coming of age adalah genre yang mengisahkan perjalanan seseorang, terutama remaja, menuju kedewasaan. Ceritanya berfokus pada pencarian jati diri, persahabatan, cinta pertama, konflik keluarga, dan pengalaman yang membentuk kepribadian. Genre ini juga memberi pesan bahwa proses menemukan jati diri membutuhkan waktu dan tidak selalu berjalan mulus. Pengalaman, kesalahan, persahabatan, serta konflik dapat membantu seseorang mengenali keinginan, menerima kekurangan, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa.
Rekomendasi Film Coming of Age
Sing Street. Berlatar Dublin pada awal 1980-an, film ini mengikuti Conor, remaja yang menghadapi persoalan keluarga dan lingkungan sekolah baru. Kehidupannya berubah setelah bertemu Raphina. Untuk mendekatinya, Conor mengajak sejumlah remaja membentuk band. Mereka menciptakan lagu dan mengembangkan kemampuan bermusik bersama. Di tengah berbagai tantangan, Conor menemukan cara mengekspresikan diri melalui musik, membangun kepercayaan diri, dan mengejar impiannya.
Little Women. Berlatar Massachusetts pada abad ke-19, film ini mengikuti kehidupan empat saudari keluarga March, yaitu Meg, Jo, Beth, dan Amy. Mereka tumbuh dengan kondisi ekonomi sederhana dan menghadapi berbagai perubahan. Kepribadian serta impian keempatnya berbeda. Jo ingin menjadi penulis dan membangun karier di New York, Meg ingin membangun keluarga, Amy mengembangkan kemampuan seni di Paris, sedangkan Beth dikenal penyayang. Film ini menggambarkan upaya setiap perempuan menentukan masa depan dan memahami keinginannya sendiri.
Booksmart. Film ini menceritakan Molly dan Amy, dua sahabat sekaligus siswi berprestasi yang akan segera lulus SMA. Selama bersekolah, keduanya lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar dan mengejar pendidikan terbaik sehingga kurang menikmati kehidupan sosial. Menjelang kelulusan, mereka menyadari bahwa teman-temannya juga meraih masa depan yang diinginkan meski tidak selalu mengutamakan akademik. Molly dan Amy kemudian memutuskan menikmati satu malam penuh petualangan untuk merasakan pengalaman yang selama ini terlewatkan. Perjalanan itu menjadi kesempatan bagi mereka untuk mengenal diri sendiri dan melihat kehidupan dari sudut pandang berbeda.
Film Indonesia garapan Gina S. Noer. Film ini mengisahkan Jati (Bima Sena), remaja berprestasi yang dikenal sebagai murid unggulan dan kebanggaan sekolah. Di balik pencapaiannya, Jati menanggung tekanan dari ayahnya, Jaya (Ringgo Agus Rahman), yang memiliki ambisi besar terhadap masa depannya. Kehidupan Jati mulai berubah ketika ia mengalami serangan panik. Tugas sekolah tentang sejarah keluarga kemudian membawanya menghadapi hubungan yang renggang dengan sang ayah sekaligus memahami masa lalu keluarganya. Dalam proses tersebut, Jati berusaha menemukan jati dirinya di tengah ekspektasi yang selama ini membebani kehidupannya.
Lady Bird (2017). Film ini berpusat pada Christine McPherson (Saoirse Ronan), siswi SMA yang lebih senang dipanggil Lady Bird. Ia merupakan remaja mandiri yang memiliki keinginan kuat untuk meninggalkan kampung halamannya di Sacramento, California, dan mencari kehidupan yang dianggap lebih menarik. Keinginan tersebut kerap berbenturan dengan kondisi ekonomi keluarga serta hubungannya yang rumit dengan sang ibu. Selama tahun terakhir di sekolah, Lady Bird mengalami berbagai pengalaman, mulai dari percintaan pertama, keterlibatan dalam pementasan sekolah, hingga perjuangan mendaftar ke perguruan tinggi. Berbagai kejadian itu membuatnya perlahan memahami keinginan pribadi, hubungan keluarga, dan masa depan yang ingin dibangun.
The Perks of Being a Wallflower (2012). Film ini mengikuti Charlie (Logan Lerman), remaja introver berusia 15 tahun yang kesulitan beradaptasi ketika mulai memasuki lingkungan SMA. Ia juga masih berusaha menghadapi kehilangan sahabatnya yang meninggal karena bunuh diri serta berbagai persoalan pribadi dari masa lalu. Kehidupan Charlie mulai berubah setelah bertemu dua siswa senior bernama Sam (Emma Watson) dan Patrick (Ezra Miller). Keduanya menerima Charlie dalam lingkaran pertemanan mereka dan mengajaknya merasakan berbagai pengalaman baru. Melalui persahabatan, cinta pertama, dan tantangan emosional, Charlie perlahan menemukan tempat untuk merasa diterima dan belajar memahami dirinya sendiri.
Love, Simon (2018). Film ini mengikuti kehidupan Simon Spier (Nick Robinson), seorang siswa SMA yang menyimpan rahasia besar dari keluarga, teman-teman, dan orang-orang di sekolahnya. Simon sebenarnya menyadari bahwa dirinya menyukai sesama jenis, tetapi belum memiliki keberanian untuk terbuka mengenai hal tersebut kepada keluarga dan teman-teman terdekatnya. Situasi semakin rumit ketika Simon menjalin komunikasi melalui email dengan seorang siswa anonim bernama Blue yang juga memiliki rahasia. Ketika identitasnya terancam terbongkar, Simon harus menghadapi berbagai persoalan yang membuatnya mempertanyakan bagaimana ia ingin menjalani kehidupan. Film ini memperlihatkan perjuangan seorang remaja untuk menerima diri sendiri dan berani menunjukkan identitasnya.
The Breakfast Club. Film ini mengisahkan lima siswa SMA dengan kepribadian dan latar belakang berbeda yang harus menjalani hukuman di sekolah pada hari Sabtu. Mereka adalah Claire Standish, Andrew Clark, John Bender, Brian Johnson, dan Allison Reynolds yang masing-masing dikenal memiliki citra berbeda di lingkungan sekolah. Selama menjalani hukuman di perpustakaan sekolah, kelimanya mendapat tugas menulis esai tentang siapa diri mereka sebenarnya. Awalnya, perbedaan karakter membuat mereka sulit berinteraksi. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka mulai saling mengenal, berbagi pengalaman pribadi, dan menyadari bahwa label yang diberikan orang lain tidak sepenuhnya menggambarkan diri mereka. Pertemuan tersebut membuat masing-masing mulai melihat dirinya dan orang lain dengan cara berbeda.
The Edge of Seventeen (2016). Film ini mengisahkan Nadine Franklin (Hailee Steinfeld), seorang siswi SMA yang merasa kehidupannya semakin sulit setelah sahabat terdekatnya, Krista, mulai menjalin hubungan dengan kakak laki-lakinya, Darian. Kejadian tersebut membuat Nadine merasa kehilangan satu-satunya orang yang selama ini menjadi tempatnya berbagi cerita. Di tengah rasa kesepian dan hubungannya yang kurang harmonis dengan keluarga, Nadine berusaha menghadapi berbagai persoalan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari. Ia kemudian menjalin pertemanan tak terduga dengan seorang siswa laki-laki yang perlahan memberinya sudut pandang baru. Melalui pengalaman tersebut, Nadine mulai memahami bahwa proses tumbuh dewasa tidak selalu berjalan mudah.
The Spectacular Now (2013). Film ini menceritakan Sutter Keely (Miles Teller), seorang siswa SMA yang dikenal mudah bergaul, percaya diri, dan gemar berpesta. Ia menjalani kehidupan tanpa terlalu memikirkan masa depan dan lebih memilih menikmati apa yang terjadi saat ini. Pandangan hidup Sutter mulai berubah setelah ia bertemu Aimee Finecky (Shailene Woodley), seorang perempuan yang memiliki kepribadian berbeda darinya. Aimee dikenal sebagai sosok baik hati yang gemar membaca dan memiliki rencana untuk masa depannya. Kedekatan mereka membuat Sutter mulai melihat kehidupan dari sudut pandang berbeda, termasuk mempertanyakan pilihan dan kebiasaan yang selama ini dijalaninya.
