Trenz Indonesia
News & Entertainment

Lukisan ‘Cover of Future Karya Seniman Vietnam Nguyen Thi Kim Duc Untuk Pelestarian Bumi

Jadi Pusat Perhatian dalam Ajang Perayaan Waisak PBB 2019

30

Chairman of the board, HTD Media Joint Stock Company, Seniman Vietnam Nguyen Thi Kim Duc memamerkan “Cover of Future” — sebuah lukisan yang menampilkan kerusakan yang timbul akibat perubahan iklim, di hadapan para pemimpin dunia saat perayaan Waisak.

HA NAM, Vietnam, Trenz Lifestyle | Melalui sebuah lukisan, dalam perayaan Hari Waisak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 2019 (UNDV 2019) di Vietnam, berbagai ilmuwan terkemuka di dunia secara gamblang mengumumkan kepada para pemimpin dunia, pemuka agama Buddha, serta pemeluk agama Buddha di seluruh dunia tentang kerusakan yang timbul akibat perubahan iklim. Hal tersebut seiring imbauan yang pernah dilontarkan sebelumnya yakni hanya ada lusinan tahun sebelum jutaan orang mengalami risiko kekeringan, banjir, panas ekstrim, dan kemiskinan  akibat perubahan iklim.

Dijuluki “Cover of Future“, seniman Vietnam Nguyen Thi Kim Duc memakai sutra khas Vietnam, terinspirasi dari warna-warna cat air Van Gogh, halus namun terdapat goresan tegas, disertai warna-warni mendalam dan tak bernyawa untuk melukis sebuah pohon yang sekarat dan sebagian terendam di air laut. Lukisan ini menjadi gambaran kelam tentang dunia yang mungkin terjadi jika manusia terus mengabaikan perubahan iklim. Bumi bisa menjadi dunia tanpa pepohonan hijau, hewan, dan manusia.

Menggunakan gaya lukisan yang sederhana, Nguyen ingin karya seni ini diteruskan dari “hati ke hati“, menyebarkan cintanya terhadap lingkungan hidup, seperti ucapan dari filsuf Tiongkok Lao Tzu: “Orang mengandalkan tanah, tanah mengandalkan Tuhan, Tuhan mengandalkan agama, agama menanggapi alam.”

Hal tersebut, sambil berpegang pada keyakinan bahwa manusia adalah penyebab utama dari perubahan iklim, Nguyen mengatakan, sekalipun jika jutaan pohon baru ditanam untuk menyerap penyebab utama dari perubahan iklim, karbon dioksida, alam masih tetap hancur, kecuali manusia mengubah kebiasaannya yang mengotori dan mencemari alam.

Ada 105 salinan dari lukisan tersebut yang dibagikan sebagai hadiah bagi para Kepala negara dan pemuka agama Buddha dari 100 lebih negara yang menghadiri perayaan Waisak pada bulan lalu. Mereka terdiri atas para pemuka agama Buddha seperti Profesor Dr. Phra Brahmapundit – Ketua International Council for the Day of Vesak (ICDV), Nguyen Manh Hung – Menteri Informasi dan Komunikasi Vietnam, Ryan Giggs – Pelatih Tim Nasional Sepakbola Wales, Perdana Menteri Nepal, Presiden Senat Bhutan, serta Sang Ji Zha Xi – Wakil Sekretaris Jenderal, Chinese Buddhist Church. Mereka semua sangat berterima kasih dan tersentuh ketika menerima lukisan tersebut.

“Lewat lukisan ‘Cover of Future’, saya ingin mengimbau para pemimpin dunia tentang tanggung jawab mereka untuk melestarikan dunia kita. Sebagai kalangan pengambil keputusan, mereka harus memimpin perjuangan serta menyebarkan pesan agar para warganya mengemban tanggung jawab untuk menjaga lingkungan hidup, dan jika mereka tak langsung mengambil tindakan, dunia akan berakhir. Saya ingin agar mereka menggantung lukisan ini di ruang tamunya, sehingga mereka bisa diingatkan tentang kewajiban sehari-hari. Meski saya hanya seorang pengusaha wanita di Vietnam, saya ingin menjalani peran dalam melestarikan bumi, dan hal ini hanya merupakan langkah pertama,” kata seniman Nguyen Thi Kim Duc.

Nguyen Thi Kim Duc

Nguyen Thi Kim Duc saat ini menjabat Director, Institute of Human Resources – HV Talent dan Chairman of the board, HTD Media Joint Stock Company. Dia juga mendirikan ‘Butta’, media sosial pertama bagi komunitas Buddha di Vietnam. Meski disibuki dengan berbagai pekerjaannya, Nguyen masih berupaya membantu lingkungan hidup. Misalnya, dia mengadakan sejumlah kegiatan menanam pohon, dan memanfaatkan beberapa kesempatan seperti perayaan Waisak untuk menyebarkan pesan tentang pelestarian lingkungan.

Semangat Nguyen berasal dari pengaruh ayahnya. Ayah Nguyen Ialah penulis ternama Vietnam Son Dong yang mengarang novel terkenal bertajuk “Xu Doai May Trang” serta banyak puisi berbahasa Vietnam lainnya. Nguyen mengatakan, puisi karya ayahnya, “The Freshness To Life“, membentuk semangatnya untuk melestarikan kehidupan manusia di dunia, serta menyediakan masa depan yang lebih baik untuk generasi berikutnya. Puisi tersebut juga memotivasinya untuk melukis “Cover of Future“.

 

“Di batang kayu pada sore ini

Tetes hujan sangat tipis

Hatiku terasa perih

Namun hutan sangatlah luas

Begitu pula dengan kebesaran manusia,

Mari bergabung dengan aku!

Demi hutan yang hijau sepanjang tahun

Kesegaran bagi hidup”

 

— Dari “The Freshness To Life

 

Nguyen berharap, karya “Cover of Future” kelak dianggap sebagai duta merek bagi lingkungan hidup dan perubahan iklim, dan semoga hadir di seluruh dunia guna mempromosikan pelestarian Planet Hijau di masa depan. (PRNewswire / TrenzIndonesia) \ Foto: dok. PRNewswire

Leave A Reply

Your email address will not be published.