Trenz Indonesia
News & Entertainment

Teuku Rifnu Wikana Persembahkan Teater Monolog Amir Nasution

Kisahkan Perjalanan Pahlawan Kehidupan

30

Jakarta, Trenz Edutainment | Patriotik masih menjadi tema dalam pertunjukan akhir pekan yang rutin dihelat di Galeri Indonesia Kaya, dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke – 74. Kali ini giliran Teuku Rifnu Wikana yang mempersembahkan Pertunjukan Teater Monolog ‘Amir Nasution’ di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Sabtu (10/8).

“Menyebarkan semangat patriotisme bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan menghadirkan beragam pertunjukan yang kental dengan nasionalisme ke hadapan para penikmat seni. Dalam pertunjukan kali ini,  Teuku Rifnu Wikana memerankan sosok Amir Nasution yang memiliki semangat juang layaknya seorang pahlawan, yang sangat mencerminkan bahwa seorang pahlawan dapat hadir dalam sosok apa saja. Kami harap, penampilan dari Teuku Rifnu Wikana yang mengisahkan sosok pahlawan kehidupan dapat menginspirasi dan menambah wawasan para penikmat seni tentang sosok Amir Nasution,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Pertunjukan teater yang dikemas dalam bentuk monolog ini mengisahkan tentang perjalanan seorang pahlawan kehidupan bernama Amir Arsyad Nasution. Sebelum menjadi seorang penyair sastra pantun, Amir adalah seorang mahasiswa terbaik yang telah dikirim ke istana negara untuk bertemu Presiden Soeharto saat itu, Habibie serta para menteri, namun harus meninggalkan KKN serta meja hijaunya demi nyawa serta masa depan adik-adiknya. Selama kurang lebih enam puluh menit, penikmat seni menyaksikan perjuangan Amir menghidupi ketujuh adiknya semenjak ditinggal wafat kedua orang tuanya yang ditabrak mobil truk puluhan tahun lalu, melalui pantun yang ia ciptakan. Kini semua bahagia, dan Amir, terduduk di kursinya diakibatkan stroke serta kebutaan yang dialaminya dikarenakan diabetes yang dideritanya. Tapi bagi Amir, ia telah berjuang dan merdeka, dan sekarang ia tetap Amir yang punya semangat besar dan akan terus berkarya.

Teuku Rifnu Wikana

Teuku Rifnu Wikana adalah seorang aktor dan pemain teater. Teuku Rifnu mulai menggeluti dunia seni peran di Pematang Siantar sejak berusia 10 tahun. Tahun 2003, Teuku Rifnu juga aktif di beberapa pertunjukan teater di Jakarta. Sudah banyak pertunjukan dan layar lebar yang dijalani, ia pernah beberapa kali mendapatkan penghargaan, ‘Aktor Terbaik’, ‘Penulis Naskah Drama Terbaik’. Sudah 49 Film dibintangi oleh Teuku Rifnu Wikana dan mendapat beberapa penghargaan seperti, ‘Best Actor Piala Citra 2017’ film (Night Bus) ‘Best Actor IMA 2018’, ‘Best Writer Piala Citra 2017’ (Night Bus), ‘Best Supporting Aktor FFB 2016’ (FTV) dan beberapa kali nominasi di beberapa festival. Kecintaannya pada seni peran dibagikan ketika menjadi pengisi materi dalam “Workshop: Akting di program Ruang Kreatif” di Galeri Indonesia Kaya pada bulan Juni 2019 lalu.

Amir Nasution merupakan mahasiswa teladan dan berprestasi di kampusnya, namun ia harus meninggalkan kuliahnya demi masa depan ketujuh adiknya, Amir selalu percaya bahwa pantun bisa membesarkan adik-adiknya. Kisah hidup Amir, memberikan saya motivasi untuk tidak berhenti berjuang ketika saya baru pindah ke Jakarta. Hal tersebut membuat saya memutuskan untuk memerankan sosok Amir Nasution dalam monolog ini. Semoga penampilan saya dapat menghibur para penikmat seni. Selamat menikmati !” ujar Teuku Rifnu Wikana. (PR/TrenzIndonesia) | Foto: Dok. Bakti Budaya Djarum Foundation

Leave A Reply

Your email address will not be published.