Trenz Indonesia
News & Entertainment

Putri Ayudya Tolak Peran Monoton

41

Jakarta, Trenz Film | Sudah menjadi tradisi dan kebiasaan produser dan sutradara film Indonesia, kalau seorang aktor dianggap sukses memainkan peran, selanjutnya si aktor akan dicecar terus untuk karakter yang setipe, baik peran antagonis atau sebaliknya.

Karenanya, agar tidak menjadi stereotip, seorang aktor harus berani menolak, apabila peran yang disodorkan  selalu monoton. Setidaknya itu yang dilakukan Putri Ayudya.

“Saya akan menolak apabila peran yang disodorkan, saya rasakan monoton. Dan seorang aktor harus berani menolak, kalau memang ingin maju,” ujar Putri Ayudya usai nobar film Ratu Ilmu Hitam di bioskop XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan. Senin (4/11)

Putri Ayudya (Foto: Buyil)

Apalagi Putri Ayudya sudah membuktikan kualitas permainannya dengan diganjar Piala Citra pada Festival FIlm Indonesia 2018 lewat film “Kafir”.

Meski ia beberapa kali main Film horor, namun peran yang Putri mainkan pasti berbeda. “Setiap peran yang saya mainkan, pasti berbeda. Karena saya nggak mau terjebak di satu peran saja,” tegas Putri

Agar peran yang disodorkan oleh sutradara maupun produser selalu berbeda. Putri berusaha tampil maksimal, sehingga ketika ia menolak suatu peran, sang produser akan memahami. “Kalau kita menunjukan kualitas main kita dan juga jelasin kalau kita nggak ingin terjebak di satu peran. Pasti orang juga memahami,” pungkas Putri Ayudya. (Yil/TrenzIndonesia) | Foto: Buyil

Leave A Reply

Your email address will not be published.