Jamur pada sepatu bisa tumbuh di permukaan bahan, bagian dalam, hingga celah jahitan, terutama saat sepatu lama disimpan di lemari atau kotak tertutup. Munculnya bercak dan bau dapat menandakan kondisi penyimpanan perlu dibenahi. Berikut cara menyimpan sepatu agar tidak mudah berjamur yang bisa diterapkan di rumah, seperti dirangkum KapanLagi.com dari berbagai sumber, Senin (2/11/2026).
Bersihkan dan keringkan sebelum disimpan
Mencuci sepatu setiap selesai dipakai tidak selalu diperlukan, namun debu dan kotoran yang menempel mesti dibersihkan. Bila terkena lumpur atau noda, bersihkan menurut bahan sepatu dan pastikan semua bagian kering sebelum disimpan.
Sebelum disimpan, bersihkan debu, tanah, dan sisa kotoran dari permukaan sepatu. Pakai sikat yang cocok dengan bahan untuk mengangkat kotoran. Sol juga perlu dibersihkan karena sering menyentuh lantai dan jalan. Noda dapat dihilangkan dengan kain sedikit lembap atau cairan khusus sesuai bahan, lalu biarkan bagian yang basah mengering. Jangan segera memasukkannya ke kotak sebab sisa air bisa terperangkap selama penyimpanan.
Sepatu yang baru dipakai sebaiknya diistirahatkan dulu, bukan langsung masuk lemari. Keringat, air hujan, atau genangan dapat tertinggal di bagian dalam maupun luar. Bila bisa, lepaskan alas dalam dan buka lidah sepatu supaya udara masuk. Taruh sepatu di area berangin hingga seluruh bagian kering, dan jangan menyimpannya saat bagian dalam masih lembap. Kebiasaan ini sebaiknya diterapkan setiap kali selesai memakai sepatu, khususnya setelah terkena air atau dipakai lama.
Pilih kotak, kantong, dan silica gel
Penyimpanan di dalam kotak diperbolehkan karena kotak membantu melindungi sepatu dari debu. Namun, sepatu mesti sudah kering saat dimasukkan. Bila perlu, tambahkan silica gel dan keluarkan sepatu secara berkala untuk mengecek kondisinya.
Kantong kain dapat menjadi pelindung sepatu dari debu. Pilih kantong berukuran pas yang tetap membiarkan udara mengalir. Cara ini bisa dipakai untuk sepatu di lemari maupun saat dibawa bepergian. Jangan membungkus sepatu dengan plastik tertutup, terlebih bila masih lembap, karena udara dan air yang terperangkap membuat bagian sepatu sulit kering. Sebelum dimasukkan ke kantong, cek lagi bagian dalam, sol, dan permukaannya.
Silica gel berfungsi menyerap kelembapan di dalam kotak, namun tidak menjamin sepatu terbebas dari jamur. Pembersihan, pengeringan, dan penyimpanan di area bersirkulasi udara tetap diperlukan. Setelah sepatu dipastikan kering, masukkan satu atau dua bungkus silica gel ke kotak. Cek silica gel dari waktu ke waktu dan ganti bila daya serapnya berkurang. Pastikan bungkusnya tidak sobek supaya isi tidak keluar dan mengenai sepatu.
Perhatikan kondisi tempat penyimpanan
Batas waktu penyimpanan tidak sama untuk semua jenis sepatu. Sepatu dapat disimpan lama asalkan kondisi tempatnya terjaga. Periksa tiap beberapa minggu untuk mendeteksi jamur, bau, atau perubahan bahan.
Rak perlu dibersihkan secara berkala agar debu dan kotoran tidak menumpuk. Bersihkan permukaan, sudut, dan celah rak, kemudian pastikan kering sebelum sepatu diletakkan lagi. Cek juga kemungkinan rembesan atau dinding lembap di sekitar lemari. Jika ada, telusuri sumbernya dan perbaiki lebih dulu sebelum menyimpan sepatu lagi. Jangan menaruh sepatu langsung di lantai yang sering basah atau menempel pada dinding yang rembes.
Lemari yang tertutup rapat membuat udara tidak berganti, sehingga kelembapan bertahan lebih lama. Pilih rak atau lemari bercelah udara supaya ruang simpan tidak selalu tertutup. Buka pintu lemari sesekali agar udara bisa berganti. Rak sepatu sebaiknya tidak diletakkan dekat kamar mandi, area mencuci, atau dinding yang sering rembes. Periksa lantai dan sudut lemari untuk memastikan tidak ada sumber lembap.
Menumpuk sejumlah pasang sepatu di satu tempat membuat sebagian bagian sulit mendapat aliran udara. Tekanan dari pasangan lain pun bisa mengubah bentuk bagian atas atau menimbulkan lipatan. Sebaiknya tiap pasang diberi ruang simpan sendiri. Bila koleksi cukup banyak, rak bertingkat bisa membantu menata penempatan. Kelompokkan berdasarkan jenis atau seberapa sering dipakai agar mudah dicari. Beri jarak antarpasangan supaya permukaan tidak selalu bersentuhan dan kondisi tiap sepatu dapat diperiksa.
Jaga bentuk dan periksa sepatu jarang dipakai
Penyimpanan jangka panjang dapat mengubah bentuk sepatu karena tekanan atau posisinya. Untuk menekan risiko itu, pakai pengganjal atau shoe tree yang sesuai ukuran. Alat tersebut membantu menjaga bentuk bagian depan dan ruang di dalam sepatu. Bila tidak ada shoe tree, kertas polos yang diremas secukupnya bisa menjadi alternatif. Masukkan ke bagian depan sepatu tanpa membuatnya terlalu padat, periksa kertas secara berkala, dan segera ganti jika terasa lembap agar tidak menjadi sumber kelembapan di dalam sepatu.
Sepatu yang jarang dipakai pun tetap harus diperiksa walau disimpan dalam kotak. Keluarkan tiap beberapa minggu untuk mengecek permukaan, bagian dalam, sol, dan jahitan. Langkah ini membantu mendeteksi perubahan sebelum jamur menyebar. Usai diperiksa, biarkan sepatu di luar kotak beberapa waktu agar terkena aliran udara. Bila ada bercak atau bau tak biasa, bersihkan sesuai bahan sepatu. Jangan menunggu jamur menutupi banyak bagian permukaan.
Menangani sepatu yang sudah berjamur
Jika bercak jamur ditemukan, sepatu perlu segera dipisahkan dari koleksi lain. Sepatu itu jangan dikembalikan ke rak yang sama sebelum dibersihkan. Spora dapat menyebar lewat debu atau persentuhan dengan permukaan benda, sehingga sepatu lain ikut berisiko.
Pembersihan perlu disesuaikan dengan bahan sepatu. Kulit, suede, kanvas, dan sintetis memerlukan produk serta cara penanganan yang berbeda. Setelah itu, angin-anginkan di area beraliran udara, lalu periksa lagi sebelum menyimpannya. Jika jamur sulit dihilangkan, gunakan jasa pembersihan sepatu.
