Lap dapur termasuk perlengkapan rumah tangga yang paling sering dipakai, mulai dari mengelap meja hingga membersihkan kompor. Karena sering menyerap cipratan minyak, kain ini bisa menyimpan lemak dan mengeluarkan bau tidak sedap. Aroma tersebut kadang tetap tercium meski lap sudah dicuci dengan deterjen biasa.
Mengapa bau minyak masih tertinggal
Bau yang bertahan muncul karena lemak belum terangkat dari serat kain, atau karena proses pembilasan dan pengeringan kurang optimal. Untuk mengatasinya, sumber minyak perlu dibersihkan lebih dulu. Sabun cuci piring dapat dipakai sebagai tahap awal, lalu pencucian dilanjutkan dengan deterjen.
Sabun cuci piring menjadi pilihan praktis karena diformulasikan untuk mengangkat lemak dari peralatan makan dan masak. Siapkan baskom berisi air hangat, tambahkan sedikit sabun, lalu rendam lap sekitar 15-30 menit. Setelah itu, kucek bagian yang paling berminyak dan bilas sampai tidak ada sisa sabun. Bila kain masih licin atau masih berbau minyak, ulangi pencucian dengan deterjen sebelum dikeringkan.
Air hangat dan baking soda
Air panas dapat melunakkan lemak sehingga sisa minyak lebih gampang terlepas dari serat. Cara ini bisa menjadi alternatif untuk noda minyak yang sulit hilang dengan air biasa. Siapkan air panas yang suhunya tidak melampaui petunjuk perawatan kain, masukkan lap ke baskom, tambahkan deterjen secukupnya, lalu rendam sekitar 15-20 menit sebelum dikucek dan dibilas.
Jangan langsung memakai air mendidih tanpa memeriksa bahan kain. Serat sintetis atau campuran bisa rusak karena suhu terlalu tinggi. Jika ada label perawatan, ikuti petunjuknya; air hangat biasanya sudah cukup.
Baking soda atau soda kue dapat dipakai sebagai bahan tambahan untuk mengurangi bau. Masukkan kira-kira satu sampai dua sendok makan baking soda ke air hangat, rendam lap selama 30 menit, lalu cuci dengan deterjen seperti biasa. Baking soda tidak menggantikan sabun atau deterjen untuk mengangkat minyak.
Untuk noda membandel, baking soda bisa dicampur sedikit air menjadi pasta, dioleskan pada bagian bernoda, digosok perlahan, lalu dilanjutkan pencucian. Sebaiknya uji pada bagian kecil dahulu, terutama pada kain berwarna yang mudah luntur.
Cuka putih dan deterjen
Cuka putih dapat ditambahkan saat mencuci untuk membantu mengurangi aroma tidak sedap, terutama bau apek akibat kain terlalu lama lembap. Campur cuka dengan air sekitar 1:4, rendam lap 15-30 menit, lalu cuci dengan deterjen dan bilas hingga bersih.
Cuka sebaiknya dipakai sebagai tahap terpisah dan tidak dicampur dengan pemutih berbahan klorin karena kombinasi itu dapat menghasilkan gas berbahaya. Cuka juga bukan solusi untuk lapisan minyak tebal; sisa lemak tetap perlu dibersihkan lebih dulu dengan sabun cuci piring atau deterjen.
Deterjen berfungsi melepas minyak, kotoran, dan sisa makanan yang menempel. Pemakaian terlalu sedikit membuat proses cuci kurang efektif, sedangkan takaran berlebihan bisa meninggalkan residu. Ikuti takaran pada kemasan, lalu sesuaikan dengan banyaknya lap dan volume air.
Lap dapur boleh dicuci dengan mesin cuci selama bahan kain sesuai petunjuk pencucian mesin. Untuk lap yang berminyak sekali, cuci terpisah dari pakaian maupun kain rumah tangga lain supaya kotoran tidak menular. Bersihkan sisa makanan dan minyak sebelum mencucinya, lalu kucek atau sikat perlahan bagian yang kotor. Bilas sampai bersih karena residu deterjen dapat membuat kain kaku dan berpotensi menimbulkan bau saat lembap.
Jangan andalkan pewangi
Pewangi atau pelembut pakaian tidak menyelesaikan sumber masalah. Produk ini cuma menambah wangi, sedangkan lemak dan kotoran bisa tetap berada di serat sehingga bau minyak muncul lagi setelah wanginya memudar. Pelembut pakaian pun tak dibutuhkan; sisa produknya bisa mengurangi kemampuan kain menyerap air.
Pisahkan lap sesuai fungsi
Satu kain yang dipakai untuk berbagai keperluan membuat jenis kotoran bercampur dan lebih sulit dibersihkan. Sisa minyak dapat menempel pada kain lain dan memperkuat bau tidak sedap. Sebaiknya sediakan beberapa lap dengan fungsi berbeda: satu untuk minyak dan kompor, satu untuk meja, serta satu untuk mengeringkan tangan atau peralatan makan. Dengan pemisahan ini, lap berminyak bisa langsung dicuci secara khusus.
Keringkan dan simpan dengan benar
Lap yang disimpan dalam keadaan lembap berisiko kembali berbau apek. Pastikan kain benar-benar kering sebelum disimpan, lalu letakkan di tempat bersih, tidak lembap, dan memiliki sirkulasi udara cukup. Hindari menumpuk lap basah dekat wastafel atau memasukkannya ke wadah tertutup karena kelembapan sulit menguap. Kondisi lembap dapat memicu pertumbuhan mikroorganisme yang menyebabkan bau apek.
Segera cuci lap setelah dipakai membersihkan minyak dalam jumlah banyak; jangan menunggu lemak mengering karena akan lebih sulit dihilangkan. Setelah dicuci, jangan biarkan lap basah terlalu lama. Jemur di tempat yang mendapat sinar matahari dan memiliki aliran udara baik, dan bentangkan kain agar seluruh bagiannya cepat kering. Saat cuaca mendung atau hujan, gunakan area pengeringan berventilasi memadai; kipas angin dapat membantu mempercepat pengeringan. Pastikan bagian dalam lipatan dan sudut kain kering sebelum disimpan, dan jangan melipat lap yang masih lembap.
Kebiasaan yang perlu dihindari
Beberapa kebiasaan membuat lap dapur lebih sulit bersih. Mencuci tanpa membersihkan sisa minyak lebih dulu membuat deterjen biasa kurang efektif. Memakai air terlalu panas tanpa memeriksa bahan kain dapat merusak serat, membuat kain menyusut, atau memudarkan warna. Mencampur bahan pembersih sembarangan, misalnya cuka dengan pemutih berbahan klorin, juga perlu dihindari.
Kebiasaan lain adalah membiarkan lap basah terlalu lama, memakai pewangi untuk menutupi bau minyak, dan menyimpan lap sebelum benar-benar kering. Jika lap sudah rusak, sulit dibersihkan, memiliki noda permanen yang mengganggu, atau tetap berbau setelah beberapa kali dicuci dan dikeringkan dengan benar, sebaiknya diganti.
