Duo musik Aviwkila, yang terdiri dari Uki dan Thana, memutuskan mundur untuk sementara waktu dari media sosial. Keputusan itu mereka sampaikan lewat unggahan di Instagram dan Threads pada Senin (2/11/2026), tak lama setelah merilis lagu berjudul “Dipaksa Sehat Di Negara Yang Sakit” pada Sabtu (31/10/2026). Lagu tersebut menjadi sarana keduanya menyuarakan keresahan terhadap kondisi tanah air.
Ketenangan dan keamanan keluarga jadi prioritas
Uki dan Thana menyatakan langkah menepi diambil setelah mempertimbangkan sejumlah hal. Keselamatan serta ketenangan keluarga disebut sebagai pertimbangan utama, di samping keinginan memusatkan perhatian pada persiapan karya berikutnya.
“Untuk saat ini, kami pribadi memilih untuk mengambil jarak sebentar, memprioritaskan ketenangan, keamanan keluarga dan fokus mempersiapkan karya kami yang lainnya. Sebelum kembali bersuara semampunya,” tulis mereka dalam keterangan akun Instagram.
Keduanya juga mengingat tanggung jawab sebagai orang tua dari tiga anak yang masih kecil. Bagi Uki dan Thana, keselamatan dan ketenangan keluarga perlu didahulukan sebelum mengambil langkah selanjutnya.
Konten soal lagu kena laporan hingga dihapus
Aviwkila mengungkapkan bahwa sejumlah konten yang mereka unggah berkaitan dengan lagu tersebut menemui kendala di platform media sosial. Beberapa konten disebut menerima laporan, mengalami penghapusan, hingga dinilai melanggar kebijakan platform. Kondisi itu menjadi salah satu alasan mereka menghentikan aktivitas promosi lagu.
“Terelbih beberapa konten yang kami unggah telah mendapatkan laporan, mengalami penghapusan, hingga terkena pelanggaran kebijakan platfrom. setelah mempertimbangkan berbagai hal, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan aktivitas promisi lagu ini,” terang Aviwkila.
Meski promosi dihentikan, lagu “Dipaksa Sehat Di Negara Yang Sakit” tetap bisa diakses di platform digital. Masyarakat juga dipersilakan memakai audio lagu itu untuk menyuarakan keresahan masing-masing.
“Teman-teman tetap bisa mendengarkan dan menggunakan audio ini untuk menyuarakan apa yang ingin kalian perjuangkan. Kami serahkan karya ini kepada teman-teman semua,” kata mereka.
Dalam unggahan yang sama, Uki dan Thana menegaskan keputusan mundur dari keributan yang sedang berlangsung diambil setelah pertimbangan matang. Mereka menyebut langkah itu bukan tanda kehilangan kepedulian terhadap persoalan yang selama ini disuarakan, dan prinsip yang diyakini tidak berubah.
“Bukan karena kami tidak lagi peduli. Bukan pula karna kami mengubah apa yang kami yakini. Namun, kami menyadari ada risiko yang perlu kami pertimbangkan lebih jauh,” lanjut Aviwkila.
Di akhir pernyataannya, keduanya menegaskan bahwa suara yang mereka sampaikan melalui karya musik bukan berasal dari kebencian, melainkan bentuk kepedulian terhadap kondisi yang menjadi perhatian mereka.
“Kami bersuara bukan karna membenci, tetapi karena peduli. Terimakasih sudah mendengarkan dan berjalan bersama kami. Kami pamit untuk sementara. Sampai bertemu di karya-karya kami berikutnya,” tutup Aviwkila.
